Mungkin sudah terlambat dan menjadi basi.. Tapi situs yang sempat tidak aktif beberapa waktu itu kini sudah kembali menunjukkan eksistensinya.
Sempat membaca konfirmasi Pat V entah dimana saya lupa, ternyata masalah ada pada server yang melayani itu sendiri yang harus dikebumikan.
Itulah sebabnya layanan pemutakhiran, ftp, dan toko masih berjalan karena ditempatkan dilain mesin.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan & services bagi klien-klien yang membutuhkan kelas training khusus, Excellent membuka exclusive class training yang akan diadakan di lokasi Excellent Jakarta, gedung Wisma 77 Slipi Jakarta. Iklannya sudah dimuat pada tabloid interview-Koran Sindo terbitan hari Sabtu periode April-Mei 2012. Training ini disupport oleh PT. Auditsi dan Lionjobs.com, salah satu perusahaan besar dibidang rekrutmen dan penempatan kerja (head hunter & executive search).
Berikut adalah detail training yang akan diselenggarakan :
Zimbra Mail Server-Install, Configure & ManageCourse Overview
This hands-on training course explores installing, managing, and maintaining VMware® Zimbra Collaboration Server (ZCS). The course discusses installation, basic administration & mail client usability, plus security improvement & hardening.
Course Objectives
On completion of this course, you should be able to install, customize, troubleshoot, maintain, and manage ZCS. Successful participants should understand the Zimbra architecture and be able to do the following:
Syllabus :
Schedule :
18-19 May 2012, exclusive for 8 persons only
Location :
Excellent Center-Jakarta
Suite 16-03
Wisma 77 Lantai 16
Jl. Letjen S Parman Kav 76 Slipi Palmerah Jakarta Barat DKI Jakarta
Maps : http://maps.google.co.id/maps/place?hl=id&um=1&ie=UTF-8&q=wisma+77&fb=1&gl=id&hq=wisma+77&hnear=0x2e698c6900964f69:0xd00495351896398,Bekasi&cid=962321603984032807
Investment :
IDR 2.450.000,-
Special price for member of Sindo Community & LionJobs.com : IDR 1.950.000,-
Registration :
To book your class or other enquiries, please contact :
Jenny Lin-Lionjobs.com Client Services
Phone : +62-21 5367 8899
Email : cs@lionjobs.co.id
Note :
All training session & material are in Bahasa Indonesia . Thing to brings : Laptop with minimum specification dual core processor, 2 GB RAM and 15 GB free space of harddisk
Episode kali ini kolom interview akan menghadirkan bintang tamu yang sudah tak asing lagi di kancah persilatan linux indonesia. Hacktivist Project BlankOn, Enterpreneur produk kode sumber terbuka “Asik juga ternyata kalau OpenSource disebut kode sumber terbuka :D”, juga salah satu founder KpliBogor. Bila kita membuka album 5 tahun lalu, maka akan banyak gambar beliau disana. Tidak berlebihan pula bila kita katakan atas prakarsa beliaulah jagad perlinuxan di Bogor bisa kembali semarak seperti sekarang. Saya sengaja memanggil beliau Bos karena ia sangat hobi memanggil teman-temannya dengan sebutan yang sama, yaitu – “Bos”. Bagaimana serunya bincang-bincang dengan pak bos Utian ?, yuk kita nonton bareng. Yuk yak yuk….
Hallo Bos Utian, Apa kabarnya ?, selamat ya bwt kelahiran juniornya yg ke-2, Lagi sibuk project apa akhir-akhir ini ? :)
Kabar baik, terimakasih. Selain tetap mengurus Btech, saya ikut di tim Prakarsa Pendaftaran Pemilih KPU sebagai “Assistant Network Engineer” staf-nya Pak Yanmarshus :d
Dapat dikatakan Bos sekarang adalah salah satu Hacktivist Linux di Indonesia, Bos aktif sekali memasarkan Distro BlankOn, Menyelenggarakan ILC 2011, Bos juga yang mengaktifkan kembali Bulux, cerita Linux ke daerah-daerah di Indonesia, Bahkan kemarin ingin menjadikan indonesia sebagai penyelenggara konferensi gnome tingkat dunia. Apa yg menjadikan bos begitu semangatnya pada Linux dan FOSS ?
Sebetulnya, banyak aktivis Linux FOSS yang jauh lebih aktiv dibanding saya. Bagi saya sendiri menggunakan dan berkontribusi pada Linux dan FOSS adalah cara agar saya dan Linux dan FOSS dapat tetap “hidup”. Secara langsung ataupun tidak, saya mendapat penghasilan dari/dengan Linux dan FOSS dan agar tetap seperti itu saya merasa berkewajiban pula memastikan agar Linux dan FOSS tetap ada. Ingatlah bahwa Linux dan FOSS memiliki model pengembangan dan model bisnis yang berbeda dengan aplikasi proprietary sehingga “kontribusi” siapapun menjadi hal penting agar pengembangan Linux dan FOSS tetap berkelanjutan.
Bos adalah salah satu inisiator Warnet Linux pertama di Bogor. Boleh dong berbagi suka dukanya ketika bisnis warnet Linux. Bagaimana prospek warnet Linux sebenernya, pernah kesamber petir gak modemnya ? :D
Di bisnis warnet, Sama seperti Windows, Linux hanyalah sistem operasi dan itu hanya urusan teknis. Kemampuan mengelola bisnisnya sendiri sebetulnya yang diperlukan agar warnet bisa berjalan dan menguntungkan. Dulu, tahun 2007 s.d. 2008, saat membangun warnet Linux sepertinya saya belum mampu mengelolanya dengan baik. Prediksi saya khususnya di wilayah kota Jabodetabek, tren bisnis warnet akan semakin menurun seiring meningkatnya akses internet masyarakat melalui perangkat bergerak. Untuk bertahan warnet harus berinovasi misal dengan juga menjadi pusat pencetakan (prin center) atau pusat permainan (game center) termasuk bagi warnet Linux.
Bagaimana pendapat bos mengenai media Linux/FOSS di Indonesia ?, Mengingat Majalah Linux di indonesia baru InfoLinux saja.
Sebenarnya dari dulu internet adalah media yang paling cocok dalam menginformasikan perkembangan Linux dan FOSS karena mereka sendiri berkembang di internet. Walaupun begitu, media cetak seperti majalah Linux tetap diminati oleh sebagian masyarakat.
Oh ya, dahulu pernah ke Filipina dan Timor Leste karena Linux ya,bagaimana kisah dan rasanya terbang ke Luar Negeri karena Linux ?, Bagaimana keadaan filipin dan TimLeste dibanding Indonesia ?
Ya, saya pernah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan Linux Professional Institute tahun 2006 dan menjadi peserta Asia Source 3 tahun 2009 di Manila. Di Dili, saya menjadi pelatih pada pelatihan Linux dan Jaringan juga pada tahun 2009. Saya terkesan pada pengelolaan KRL di Manila lebih baik dibanding di Jabodatebak :d
Teknik tim agar project BlankOn tetap lestari dan banyak diadopsi ?
Saya ikut proyek pengembangan BlankOn sejak 2008 dan memang ajaib dalam segala keterbatasan sumber daya, proyek sukarela BlankOn tetap berjalan. Saya kira faktor utamanya karena etika berkomunitas yang
baik yang dimiliki oleh SDM yang terlibat di dalamnya.
Bagaimana prospek bisnis Linux dan Open Source di masa depan ?
Saya belum melihat tanda-tanda Red Hat, Novell, VMWare dan Canonical akan bangkrut dalam waktu dekat :d. Bisnis Linux dan FOSS akan tetap unik dan seksi seperti biasanya.
Quote Favorit ?
“There is no charge for awesomeness or attractiveness” (Kung Fu Panda, 2008)
Apa yang harus dilakukan komunitas agar kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam mengadopsi teknologi FOSS.
Sebagai kelompok yang baik, komunitas Linux/FOSS tidak akan bosan untuk menyebarkan kebaikan Linux/FOSS ke masyarakat dengan cara yang baik tentunya. Perlu proses keberlanjutan generasi pengelola yang sukses agar hal tersebut sukses juga dilaksanakan.
Tokoh Linux/FOSS Favorit ?
Bram Moolenaar (http://en.wikipedia.org/wiki/Bram_Moolenaar) pencipta Vim (http://en.wikipedia.org/wiki/Vim_(text_editor))
Pertama kali bertemu Linux?, hal apa yang menjadikan ”jatuh cinta” padanya ?
Saat kuliah saya dipinjami CD Mandriva 9, Fedora Core 3 dan BlankOn 1. Karena gratis, saya ketagihan mengeksplorasi Linux dan FOSS.
Apakah di rumah anak dan istri juga menggunakan Linux ?, distro apa yg digunakan ? Aapakah ada masalah dengan antarmuka pengguna Linux untuk anak-anak ?
Ya, semua destop dan laptop di rumah terpasang Linux BlankOn. Untuk anak, saya taruh “shortcut” di destop untuk ke aplikasi yang biasa dia gunakan.
Pengalaman lucu bersama Linux ?
Saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan aplikasi-aplikasi seharga Rp. 0 sementara orang lain menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan aplikasi seharga puluhan juta atau dengan aplikasi bajakan dan bagi saya itu lucu.
Pesan untuk komunitas ?
Ajak teman wanita anda untuk bergabung juga di komunitas Linux dan FOSS :)
Masih berhasrat menghost konferensi gnome internasional di Indonesia ?
Ya, tapi tidak sebesar hasrat saya untuk berkontribusi mensukseskan konferensi-konferensi Linux/FOSS nasional seperti Konferensi BlankOn (BlanKonf). (brain90)
Salah seorang alumni training Excellent, mas Athailah sukses menerbitkan buku pertamanya yang membahas mengenai Zimbra beberapa waktu yang lalu. Kini ia menerbitkan bukunya yang kedua, yang diterbitkan oleh Jasakom dan membahas Zimbra secara lebih detail.Saya sangat mengapresiasi penerbitan buku-bukunya (yang lain adalah buku tentang Mastering Ubuntu dan tips trick Ubuntu) ini karena bisa memperkaya literatur para SysAdmin mail server di Indonesia yang menggunakan Zimbra sebagai back end mail server yang powerful.
Berikut adalah resensi yang ia sampaikan :
*****
Setelah selesai dengan buku Zimbra yang pertama yang membahas tentang cara membuat email server dengan zimbra pada distro Linux Ubuntu Server dan beberapa trik & trip Zimbra versi 5.xx, maka pada buku kali ini yang diterbitkan oleh Jasakom penulis membahas cara menginstall Zimbra di tiga distro besar sekaligus, yaitu: Ubuntu, SLES, dan CentOS.
Pada buku ini yang dibahas sudah merupakan Zimbra versi terkini, yaitu Zimbra versi 7.xx dan disesuaikan beberapa bagian dengan fasilitas Zimbra versi tersebut. Jadi buku sebelumnya yang diterbitkan Skripta sudah lengkap, namun akan lebih sempurna lagi kelengkapan ilmu tentang Zimbra Anda jika Anda juga memiliki buku ini.
Jika Anda tertarik dengan buku ini, Anda dapat membelinya di toko buku langganan terdekat dengan tempat tinggal Anda, atau Anda dapat memesannya secara online di toko-toko online berikut:
Buku ini dihargai sebesar Rp. 55.000,- di toko buku Gramedia Batam dimana saya tinggal, mungkin harga akan bervariasi tergantung kebijakan toko buku daerah Anda masing-masing.
*****
Berikut adalah beberapa isi dari bukunya :
Apa itu Zimbra? …………………………………………..1
Versi-versi Zimbra…………………………………………3
Kebutuhan hardware…………………………………………3
Kebutuhan space harddisk untuk mail box ……………………..4
Komponen-komponen Zimbra …………………………………..5
Sistem Operasi untuk Zimbra ………………………………..6
SUSE Linux Enterprise Server (SLES) …………………………7
Menginstall SUSE Linux Enterprise Server (SLES) ………………8
Ubuntu Server 10.04 ……………………………………….26
Menginstall UBUNTU Server 10.04 …………………………….26
CentOS 6 …………………………………………………43
Menginstall CentOS 6 ………………………………………43
Konfigurasi Linux untuk kebutuhan Zimbra …………………….62
Konfigurasi jaringan (IP Statik) ……………………………62
Konfigurasi jaringan di SLES………………………………..62
Konfigurasi jaringan di Ubuntu Server ……………………….69
Konfigurasi jaringan di CentOS ……………………………..71
File /etc/hosts……………………………………………73
File /etc/resolv.conf ……………………………………..75
DNS Server ……………………………………………….76
Install dan konfigurasi DNS di SLES………………………….77
Menginstall DNS di SLES. …………………………………..77
Menkonfigurasi DNS di SLES………………………………….78
Install dan konfigurasi DNS di Ubuntu Server …………………84
Install dan konfigurasi DNS di CentOS ……………………….85
Menginstall DNS di CentOS ………………………………….85
Mengkonfigurasi DNS di CentOS ………………………………86
dan seterusnya termasuk manajemen Zimbra melalui Zimbra Admin, konfigurasi mail client dan proses backup/restore. Total ada sekitar 170 halaman. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang hendak memperluas pengetahuan dibidang Zimbra Mail Server.
Catatan : Kalau ada yang iseng tanya, kapan Excellent juga menerbitkan buku, doakan saja bisa secepatnya. Untuk sementara modulnya bisa dilihat disini . Kalau ada yang punya waktu merangkum modul-modul training Excellent untuk diterbitkan sebagai buku, silakan kabari saya. Modulnya sudah siap cetak, hanya saja butuh penyesuaian baik gambar maupun layout dengan format dari nulisbuku.com. Selain ketersediaan waktu luang, saya akan lebih mengapresiasi peminat jika saat ini belum bekerja, senang menulis dan mau freelance di Excellent. Tercatat sebagai alumni training di Excellent merupakan nilai tambah namun tidak mandatory.
Beberapa kali minta staff saya untuk merangkumnya, ternyata tidak selesai-selesai karena dikerjakan sebagai pekerjaan sambilan . Pinginnya sih bisa fokus mengerjakan ini, karena jika fokus, mestinya 1 draft buku bisa selesai dirapikan dalam waktu 2 hari s/d 1 minggu. Kalau proyeknya sukses, saya ada beberapa project lain yang akan dijalankan termasuk mengirim beberapa staff untuk sertifikasi.
Artikel TerkaitCatatan : Tulisan ini dimuat di Tabloid Interview-Koran Sindo hari Sabtu, 28 April 2012. Semoga bermanfaat.
Sistem IT yang didesain dengan baik, infrastruktur yang berkualitas dan sumber daya manusia yang terdidik merupakan prinsip-prinsip dasar tata kelola IT management yang baik, namun kesemuanya bisa menjadi tidak berarti jika tidak dibarengi dengan kemampuan untuk melakukan duplikasi dan recovery sistem secara memadai.
Saat ini Jakarta dan beberapa kota besar lainnya menjadi pusat infrastruktur data center sebagian besar perusahaan di Indonesia. Ada banyak faktor yang menyebabkannya, mulai dari ketersediaan infrastruktur hingga kedekatan pada pusat-pusat layanan bisnis. Infrastruktur ini tentu saja rentan terhadap gangguan : mulai dari bencana alam; banjir dan kebakaran, mati listrik hingga ancaman kejahatan dan terorisme. Jika demikian halnya, apa yang terjadi jika timbul gangguan pada pusat-pusat data tersebut?
Bayangkan jika industri perbankan, bursa, penerbangan dan business-critical lainnya mengalami down time dalam waktu yang cukup lama, berapa kerugian yang harus ditanggung, baik dari sisi kerugian finansial maupun citra dan performa perusahaan.
Gartner Research 2001 mencantumkan 4 item yang perlu diperhatikan saat melakukan desain sistem yang mampu meminimalisir dampak dari gangguan sistem :
Keempat fungsi diatas umum dikenal dengan istilah BC/DR atau Business Continuity/Disaster Recovery.
Banyak IT Manager dan CIO yang menganggap bahwa BC/DR adalah konsumsi perusahaan skala besar dengan bisnis global, padahal dari segi kepentingan bisnis, BC/DR diperlukan disemua tingkatan bisnis dan level perusahaan.
Bagi perusahaan SME (Small-Medium Enterprise), BCDR bisa diterapkan dalam skala sederhana dalam bentuk sistem backup dan high availability server. Sistem high availability server ini pada hakikatnya adalah 2 atau lebih server yang menggunakan teknologi cluster sehingga jika sistem utama mengalami kendala down time, sistem backup dapat dengan segera menggantikannya. Skema ini dapat diterapkan baik untuk down time yang sudah direncanakan maupun down time yang bersifat insidental.
Dengan menggunakan model yang sama, high availability server dapat dikembangkan dalam area yang terpisah secara geografis, misalnya sistem backup terdapat dikota atau pulau atau negara lain. Topologi ini yang nantinya akan membentuk apa yang dinamakan sebagai Disaster Recovery.
High availability server dan Disaster Recovery akan menjamin operasional bisnis tetap berjalan sebagaimana mestinya sehingga keberlangsungan bisnis tetap terjaga meski salah satu pusat data mengalami gangguan.
Kapan sebuah entitas bisnis memerlukan implementasi BC/DR? Tergantung pada kekhawatiran dari manajemen, seberapa besar resiko dan kerugian perusahaan jika suatu saat sistem mengalami down time dalam skala waktu tertentu. Tentu tidak ada yang mau mengalaminya, bukan?
Artikel TerkaitMungkin banyak yang belum mengetahui bahwa sampai tulisan ini saya buat, driver AMD Catalyst atau yang sering disebut dengan FGLRX untuk linux tidak kompatibel dengan Xorg terbaru di Slackware-current. Slackware-current pada tanggal 5 Mei 2012 telah memperbarui Xorg ke versi 1.12.1. Pengembang AMD berharap dukungan ke Xorg 1.12.x dan kernel 3.2.x (dan seterusnya) akan ada di versi AMD Catalyst versi 12.5.
TweetYang hadir : Cepul dan 3 pengikutnya dari Unram yang saya lupa namanya, Ketupang, Rizal, Sapto, Pak Kun, Jeni, dan saya. Seperti biasa, menu utama sate goyang lidah, kenyang tiada tara. Kesimpulan akhir, kami berencana mengadakan Kopdar Akbar se-NTB untuk memperingati Hari Jadi Kaipang yang jatuh pada tanggal 8 Juni 2012 (berdasarkan postingan blog yang bersejarah). Semoga terealisasi! #colek pasukan di Pulau Sumbawa.
Berikut tangkapan kamera Pak Ajoeh feat Lampu Kilat Yashica Si Jeni Yang Terangnya Bikin Buta.
Konsekuensi menggunakan Slackware Current adalah paket bleeding edge dan belum tentu stabil. Seperti yang terjadi hari ini, setelah menjalankan slackpkg upgrade-all, (kalau tidak salah ingat beberapa paket berkaitan dengan X) keyboard dan mouse tidak berfungsi sama sekali. Saya tentunya punya waktu cari solusinya, tapi kalau butuh solusi cepat karena komputer mau dipakai buat kerja?
Balik ke topik. Slackware bisa didowngrade bila kita punya repository lokal lengkap sebelumnya. Saya selalu pakai skrip dari Eric ketimbang langsung pakai slackpkg (yah, hari ini lupa, langsung slackpkg) dengan tujuan repositori tersebut bisa saya gunakan untuk PC di rumah yang notabene tidak punya akses internet. Beruntunglah karena siklus ini. Tinggal arahkan mirror slackpkg ke repository lokal. Slackpkg akan memberitahu bahwa repositori yang akan digunakan sekarang lebih lawas dari pada yang sebelumnya, tekan Y karena kita memang menggunakan repository yang lebih lawas.
Memang tidak ada perintah slackpkg downgrade-all, tapi slackpkg upgrade-all tetap akan men-downgrade paket yang versinya berbeda. Dan slackware current pun balik ke masa lalu.
Recent comments
4 weeks 50 min ago
7 weeks 1 day ago
7 weeks 2 days ago
7 weeks 4 days ago
7 weeks 4 days ago
7 weeks 6 days ago
9 weeks 1 day ago
9 weeks 5 days ago
10 weeks 1 day ago
10 weeks 2 days ago