Saya ingin sekali mendapatkan data jumlah warnet yang menggunakan Linux di Indonesia. Sudah mencoba menanyakan pada milis warnet_indonesia@yahoogroups.com tapi tidak juga mendapat jawaban. Milis ini lebih banyak berisi iklan.
Kira-kira bagaimana caranya untuk mendapatkan data ini? Sebetulnya saya sekedar ingin tahu persentase warnet yang menggunakan Linux. Ada rekan-rekan yang bisa membantu?
Rabu kemarin saya mampir ke Mal Mangga Dua. Niatnya mencari wadah eksternal (external case) untuk cakram keras (harddisk) 3.5" sebagai teman notebook saya jika butuh tempat penyimpanan ekstra. Maklumlah, jika harus membeli cakram keras eksternal harganya cukup mahal. Di satu toko akhirnya saya temukan model yang menarik sesuai selera saya, mereknya Smart-drive. Penampilannya manis dan terbuat dari aluminium. Di kotak kemasan ditulis keterangan yang menerangkan bahwa perangkat ini cocok digunakan untuk sistem operasi Mac OS, Win 98SE, Win XP, Win ME, dan Win 2000. Linux???
Meskipun tidak ditulis di sana kalau perangkat ini bisa digunakan untuk Linux namun saya berkeyakinan bahwa ini bisa digunakan di Linux. Setelah tawar menawar harga, akhirnya perangkat inipun masuk kantong plastik dan saya bawa pulang.
Pagi ini saya baru berkesempatan mencobanya di Linux. Setelah semua terpasang sesuai petunjuk dan kabel daya dicolokkan, tombol dayapun ditekan. Kemudian saya buka Konsole di sistem Mandrakelinux 10.1 saya. Lalu saya tambatkan (mount) /dev/sda1-nya karena perangkat ini dikaitkan ke sana. Bukan sulap bukan sihir, isi cakram keraspun bisa terbaca. Alhamdulillah.
Ini bukan pengalaman pertama menggunakan perangkat yang tidak ditulis pada keterangannya untuk Linux. Pengalaman yang sama saya alami ketika membeli pcmcia nirkabel (WiFi pcmcia). Semua bisa berjalan dengan memuaskan.
Kita tidak perlu takut membeli perangkat yang tidak ditulis untuk bisa digunakan di Linux. Pada kenyataannya banyak sekali perangkat yang bisa berjalan di Linux meski tidak ditulis demikian.
Indikasi apakah ini? Apakah memang sang vendor belum mencobanya untuk dijalankan di Linux? Atau ada diskriminasi terhadap Linux?
Bukankah jika mereka mencoba menggunakannya di Linux dan menulisnya di kotak kemasan akan membuat pengguna Linux lebih yakin membelinya?
Mayoritas pengguna komputer di Indonesia masih enggan untuk menggunakan GNU/Linux. Padahal sistem operasi dan aplikasi-aplikasinya bisa didapatkan dengan biaya sangat murah dan legal.
Apakah kesadaran akan penggunaan perangkat lunak legal yang masih rendah di Indonesia yang menjadi penyebabnya? Atau mereka merasa kesulitan untuk menggunakannya? Atau sosialisasi mengenai GNU/Linux yang masih kurang dan kurang menarik?
Recent comments
4 weeks 50 min ago
7 weeks 1 day ago
7 weeks 2 days ago
7 weeks 4 days ago
7 weeks 4 days ago
7 weeks 6 days ago
9 weeks 1 day ago
9 weeks 5 days ago
10 weeks 1 day ago
10 weeks 2 days ago