Jalan-jalan ke blog Ubuntu Linux Indonesia, menemukan berita bahwa Ubuntu Linux 6.10 (Edgy Eft) resmi dirilis pada 26 Oktober 2006.
Pernyataan resmi rilis Ubuntu Edgy Eft dari Canonical dapat dibaca di sini.
Mengenai fitur-fitur baru Ubutu Edgy Eft dapat dibaca di sini.
Untuk download, gunakan mirror yang ada di Indonesia:
Setelah 3 tahun berselang, kami akhirnya memutuskan untuk upgrade/migrasi server kami dari Mandrake 8.2 ke Ubuntu Server 6.06. Pertimbangan migrasi adalah:
Wah, kemarin iseng-iseng install Ubuntu 6.06 Desktop ke laptop TravelMate 4002NLCi saya. Sebelumnya sudah 2 distro: Fedora Core 5 dan Open SuSe 10.1 dicoba, namun tetap saja gagal untuk gunakan Wireless LAN. Sehingga tadinya saya juga pikir kali ini Wireless LAN nya juga akan gagal. Namun, ternyata saya kecele! Wireless LAN laptop TraelMate ini berhasil diaktifkan dan digunakan. Nah, sekarang saya sudah bisa menggunakan laptop ini di jaringan Wireless. Bravo Ubuntu 6.06! Pantaslah banyak pihak yang memujikan distro ini. Dengan kemampuan pengenalan hardware yang baik, proses instalasi yang muda
Ceritanya begini, saya memiliki file teks (export dari Outlook) yang berisikan alamat-elamat email rekan-rekan saya. Isinya kira-kira seperti begini:
Distribution List Name: Friends1
Members:
Anita anita@giordano.co.id
Christin Tang chtang10@hotmail.com
dear_wancha@hotmail.com dear_wancha@hotmail.com
djunaedi@mbs.co.id djunaedi@mbs.co.id
eunicedotcom@hotmail.com eunicedotcom@hotmail.com
gcha1908@hotmail.com gcha1908@hotmail.com
h4yu_w@hotmail.com h4yu_w@hotmail.com
h4yu_w@yahoo.com h4yu_w@yahoo.com
ing_ch@hotmail.com ing_ch@hotmail.com
louisacute@msn.com louisacute@msn.com
Seminggu lalu, saya install Linux Open SUSE 10.1 di laptop saya. Instalasi cukup sukses. Yang belum sukses adalah saya belum berhasil mengaktifkan wireless LAN Intel 2200BG untuk dapat digunakan.
Kemudian, dengan suatu alasan, saya ingin uninstall Open SUSE 10.1. Saya hapus partisi Linux. Reboot. Wah, ternyata GRUB masih ada... dan saya tidak bisa masuk ke Window$.
Panik.... coba gunakan fasilitas linux recovery dari Mandrake 10.2 untuk pulihkan FBR hardisk. Setelah 3 kali mencoba. Gatot alias gagal total.
Akhirnya, saya install saja Fedora 5. Install ulang GRUB, dan kini laptop saya dual-boot Window$ dan Fedora 5.
Menyambung posting saya yang terdahulu mengenai IGOS. Maka komentar-komentar yang muncul dari komunitas linux tercinta ini:
Submitted by AWE Prasetya on Mon, 2006-05-01 08:54.
Kemahalen bro... Mending pakai ubuntu, gratis?
Submitted by galigo on Mon, 2006-05-01 14:58.
Loh kok malah jualan? Komunitas yg lain pada bikin distro yang bagus kayak fedora core, ubuntu, puppy dan bs didonlot gratis, yang ini malah dagang...he..he..
Submitted by NFS on Mon, 2006-05-01 20:21.
hebat juga ya pemerintah RI ini ....... teriak2 Windows kemahalan, sempet minta pemutihan 1 lisensi seharga US$1, eh, sekarang malah jualan 1 lisensi seharga 450.000 .......... udah lupa ya dulu minta harga ceban ? giliran minta "hak", maunya murah mulu, giliran menjalankan "kewajiban", maunya yg mahal ........ hebatttt !!!!
Oh ya, setelah membaca tulisan Sofyan Djalil mengenai sistem desktop Nasional, IGOS-Desktop, saya mengunjungi situs mereka:
www.igos- desktop.com.
Nih, petikan dari situs mereka:
IGOS Desktop adalah sebuah sistem PC Desktop yang berintegritas tinggi yang berbasis Linux. IGOS Desktop menawarkan interface kerja yang bisa dipercaya oleh setiap pengguna PC selain daripada MS Windows yang selama ini dikenal.
Setelah proses Instalasi yang mudah, pengguna disediakan beraneka ragam Aplikasi Desktop, antara lain: satu paket software Office (IGOS Office) yang komplet, Internet Browser, Email, Kalender, Instant Messaging dan tool-tool untuk multimedia yang berbasis lingkungan sistem operasi kerja Linux.
Saya terkesan dengan komentar menteri Depkominfo kita, Sofyan Djalil di Kompas, Senin 24 April 2006 yang mengatakan Depkominfo memberikan kesempatan yang setara antara vendor proprietary dan open source.
Kalau memang demikian, bagus sekali! Nah, berarti terbuka kesempatang dong untuk impor komputer refurbished yang sudah diinstall sistem operasi Linux. Hehehe, mungkin ada yang ingin mengambil peluang bisnis ini dan menawarkannya ke Depkominfo? Kira-kira bapak menteri kita yang terhormat mendukung nggak ya?
Saya kemarin pergi ke warnet Ceria ke Jl. Danau Limboto No. 4 Pejompongan. Warnet ini meng-klaim 'linux base' alias server serta seluruh workstationnya menggunakan linux.
Saya masuk, dan memang seluruh komputer di sana menggunakan linux Xandros. Bagi saya sih sungguh menyenangkan bisa menggunakan Linux setelah sekian lama 'harus' menggunakan Windows...hehehehe.
Iseng-iseng saya bicara dengan pengelola warnet. Friendly talk lah!
Saya: "Wah, mas sendiri yang menginstall linux di seluruh komputer ini?"
Pengelola: "Tidak, mas. Ada kawan saya yang install, dia bawa cd-nya kemudian install komputer di sini. Sayangnya dia tidak install seluruh dependencies, dan cd-nya dia bawa, sehingga saya perlu download-download dependencies sebelum install aplikasi."
Yesterday, I got Ubuntu Linux Live CD. Then this afternoon I decided to try it. Although I had bad experinces using Linux on this laptop, it doesn't mean have to stop trying, does it?
After booting and some blank screen, I entered Ubuntu. Ok, everything looked fine. Then, I tried to set up network connections.... and voila! It worked! It was really excited to know that now I can going online using Ubuntu and this laptop.
Ok, guys. Now a big question remains in my mind. Why I failed to install Ubuntu in this laptop before? Have no answers. Hope I can get it soon.
Recent comments
4 days 24 min ago
4 days 2 hours ago
4 days 17 hours ago
4 days 17 hours ago
4 days 17 hours ago
4 days 17 hours ago
4 days 18 hours ago
4 days 18 hours ago
4 days 22 hours ago
5 days 5 hours ago