indraxyz's blog

Mode Tulis Berkas Microsoft Access di Linux?

Senang juga kemarin bisa mengakses berkas mdb Microsoft Access di Linux menggunakan mdbtools. Senangnya lagi bisa mengakses via php, selain dengan mdbtools juga dengan paket-paket tambahan berupa unixodbc, libmdbodbc dan php5-odbc.

Sayangnya keceriaan itu tidak berlangsung lama. Begitu mengetahui bahwa ternyata ada keterbatasan menggunakan mdbtools. Dari beberapa query yang dilakukan, hanya SELECT yang bisa dilakukan dengan baik. Untuk melakukan hal yang bersifat menulis ke dalam database, belum bisa dilakukan. Misalnya dengan menggunakan query UPDATE atau INSERT.

Sebuah harapan, semoga saja mdbtools semakin baik lagi ke depan. Dan untuk solusi sementara terhadap kasus yang saya alami data dari mdb disimpan ke MySQL agar bisa ditulisi. Karena client sesekali membutuhkan file mdb yang terupdate agar bisa dipindahkan kesana kemari. Dibuatlah fungsi untuk membandingkan data lama dengan data baru yang ada di MySQL. Bila hasil pembandingan tersebut ada data lama maka akan dibuat query UPDATE. Dan sisanya untuk data yang baru dibuat query INSERT. Hasil dari query tersebut digenerate otomatis oleh fungsi tersebut kemudian bisa didownload dalam bentuk file teks. Nah, isi file teks ini yang berupa query-query kemudian bisa digunakan untuk melakukan update file mdb yang lama di Windows, apakah menggunakan Microsoft Access atau OpenOffice.org Base atau dengan tools yang lain. :)

Semoga bermanfaat.

Berburu Paket Debian dan Ubuntu plus Variannya dari Warnet

Nasib bila tidak ada koneksi internet di rumah yah seperti ini. Kalau ada yang ingin diinstal harus dicatat dulu trus di download lewat warnet, simpan di flash disk dan terakhir dicoba di rumah. Penuh dengan resiko dependensi yang tidak terpenuhi bila menggunakan GNU/Linux. Dan bila seandainya terjadi demikian, maka paket yang didownload pun terhitung tidak bisa digunakan --kecuali bila harus memasang dependensi paket terlebih dahulu.

Untuk mengatasi hal ini, ada cara yang paling singkat. Yaitu memanfaatkan log terminal dari apt-get. Oya, ini cuma berlaku untuk Debian dan turunannya seperti Ubuntu. May be juga untuk para distro yang sudah mengadopsi apt-get. Contoh singkatnya adalah misalnya kita ingin menginstal paket php-pear. Berikut adalah contoh keluaran dari apt-get.
$ sudo apt-get install php-pear
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following extra packages will be installed:
   php5-cli
Suggested packages:
   php5-dev php4-dev
The following NEW packages will be installed:
   php-pear php5-cli
0 upgraded, 2 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 2831kB of archives.
After this operation, 8090kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]?
Err http://dl2.foss-id.web.id hardy-updates/main php5-cli 5.2.4-2ubuntu5.4
   Could not resolve 'dl2.foss-id.web.id'
Err http://dl2.foss-id.web.id hardy-updates/main php-pear 5.2.4-2ubuntu5.4
   Could not resolve 'dl2.foss-id.web.id'
Failed to fetch http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/pool/main/p/php5/php5-cli_5.2.4-2ubuntu5.4_i386.deb Could not resolve 'dl2.foss-id.web.id'
Failed to fetch http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/pool/main/p/php5/php-pear_5.2.4-2ubuntu5.4_all.deb Could not resolve 'dl2.foss-id.web.id'
E: Unable to fetch some archives, maybe run apt-get update or try with --fix-missing?

Perhatikan log di atas. Yang kita instal hanyalah paket php-pear. Tetapi ternyata ada dependensi paket yang harus diinstal juga, yaitu php5-cli. Bagaimana membacanya? Coba lihat pada baris di bawah tulisan The following extra packages will be installed:. Itulah dependensi paket yang juga harus diinstal. Nah total paket yang harus diinstal ada di bawah baris The following NEW packages will be installed: yang berjumlah dua paket yaitu php-pear dan php5-cli. Dependensi paket berbeda-beda sesuai sistem mula-mula tiap pemiliknya. Kebetulan di sistem saya sudah terinstal paket php5-common, jadi di daftar tambahan dependensi yang akan diinstal tinggal 1 yang harus diinstal yaitu php5-cli.
Untuk melihat lengkap daftar dependensi gunakan perintah berikut:
apt-cache show [nama_paket] | grep Depends
Contohnya untuk paket php-pear di atas:
apt-cache show php-pear | grep Depends | head -n1
Depends: php5-cli | php4-cli, php5-common (>= 5.2.4-2ubuntu5.4)

Nah, kesimpulannya selain harus mencari dan mendownload paket php-pear kita juga harus mendownload paket php5-cli agar supaya paket php-pear bisa terintal dengan baik di sistem kita. Bagian mana yang harus kita perhatikan dari log diatas? Perhatikan baris Failed to fetch dst. Nah, alamat yang tertera di situ adalah alamat paket yang bisa langsung disalin, ntar di warnet download paketnya lewat alamat tersebut. Gampang kan? Jadi, tidak susah-susah dan tidak pusing-pusing lagi nyari-nyari keyword yang cocok untuk disearch lewat google. Hehehe...

Oya, kalau paketnya udah didownload semuanya beserta dependensinya, silahkan salin ke direktori tertentu, misalnya /tmp. Kemudian gunakan dpkg untuk melakukan instalasi paket.
$ cd /tmp
$ sudo dpkg -i *.deb

Kalau ada kesalahan instalasi gunakan perintah ampuh
$ sudo apt-get -f install

Trik ini juga bisa dikunjungi di http://sutriadi.co.cc :)

Mr Cool Face di Linux

Jangan salah sangka dulu dengan judul di atas. Jelasnya, Mr Cool Face adalah salah satu jenis virus yang menyebar baru-baru ini dengan menginfeksi OS Windows. Tapi untungnya virus ini tidaklah sedemikian ganas seperti kata orang umumnya, hanya saja yang saya alami adalah cukup merepotkan saat akan menghapusnya. O-ya, ini adalah tulisan saya yang kesekian kalinya di linux.or.id ini, setelah beberapa lama berkutat dengan penyelesaian studi. Tapi, ngomong-ngomong... apa kaitannya Mr Cool Face dengan GNU/Linux? Baca sendiri aja deh...

Jangan Dibaca!!!

Ini mungkin blog yang cukup bagus untuk dibaca. Seperti pada judulnya. Oleh sebab itu, bagi yang tidak ingin membaca dan ketagihan karenanya jangan berani membaca paragraf berikutnya. SAYA TIDAK MENJAMIN KEBEBASAN ANDA KETIKA MEMBACA PARAGRAF BERIKUTNYA!!!

Pertama-tama saya mau cerita. Dulu...
Eh-salah, beberapa waktu lalu (kira-kira berapa hari lalu ya :? ??? oke anggaplah 2 bulan lalu), kami dari KPLI Gorontalo telah mengupayakan kegiatan sosialisasi GNU/Linux ke sekolah-sekolah. Dan alhamdulillah bisa tercapai dengan baik? Tapi bukan itu yang jadi masalahnya.

Lanjut..., akhirnya kami melakukan remastering Knoppix 3.9 untuk dibagi-bagikan ke sekolah. Isi dari Knoppix 3.9 tersebut telah kami sesuaikan dengan 'bau' pendidikan (kayak gimana baunya ya?). Akhirnya jadilah knoppix remaster tersebut. Kami berhasil mencari cara untuk mengubah splash boot saat prompt boot muncul pertama kali, mengubah style, background, index.html, splashscreen KDE, tombol Kmenu, sidebar Kmenu, dan semuanya-dan semuanya. Tapi satu yang sangat susah sekali untuk kami ubah. Apa itu? Itu adalah tulisan ketika masuk ke bootnya knoppix : "Welcome to Knoppix ... dst". Nah itulah yang ingin kami tanyakan kepada semua yang telah berhasil membaca tulisan ini hingga baris yg ini... :) Ada yang tahu gak?

Antara Gado-gado dengan Linux... Menghancurkan Tapal Batas Antar Distro

Mungkin ada yang agak aneh dengan judul di atas. Bukan sekedar untuk menarik perhatian, tapi memang untuk diperhatikan. Mari sejenak kita perhatikan...

Gado-gado yang mungkin sebagian besar di antara Tuxer-ID sangat digemari, sudah kita ketahui bersama terbuat dari berbagai macam bahan. Rasanya? Hampir semua orang yang pernah merasakannya mungkin sudah menjadi penikmat fanatis dari makanan yang satu ini. Sebuah keragaman yang dicampur dengan baik menjadi kesatuan yang sangat enak disantap lidah.

Di satu sisi yang mungkin sangat berbeda sekali dimensinya, sebuah sistem operasi yang dinamakan GNU/Linux tampil dengan distro berbeda-beda. Bila diibaratkan seperti tanaman yang begitu beraneka ragam. Dengan masing-masing kelebihan (dalam bahasa makanan, dengan kandungan gizi yang berbeda-beda). Dari setiap distro bisa lahir varian-varian baru yang mungkin lebih berkualitas (dalam hal ini mungkin kita pernah mendengan varian dari tanaman yang dikembangan dengan teknologi mikrobiologi semisal tanaman hasil kultur jaringan atau biakan sel yang parti mutunya lebih...). Hanya saja, pernahkah terbetik dalam pikiran kita untuk menggabungkan semua kelebihan tersebut dalam sebuah wadah?

Instalasi Printer HP Deskjet 3535

Printer HP Deskjet 3535 terbilang banyak digunakan oleh masyarakat untuk dewasa ini. Hal itu terlihat dari banyaknya konsumen yang menggunakan produk yang satu ini. Sayangnya, printer ini sudah tidak diproduksi lagi. Hanya saja driver yang disertakan hanya untuk Windows. Bagaimana untuk Linux? Apakah printer ini didukung dengan baik? Ataukah pengguna printer ini harus rela menggunakan Window$ bajakan atau terpaksa membeli printer baru yang didukung Linux?

Untuk instalasi Printer HP di Linux sebenarnya gampang dan mudah. Dan perlu diperhatikan bahwa printer ini didukung dengan baik di Linux. Caranya instalasinya sebenarnya gampang, dari kprinter > add printer, kemudian lakukan instalasi sebagaimana adanya. Yang harus diperhatikan adalah port dari printer (menggunakan usb port), kemudian drivernya. Nah untuk drivernya gunakan model Deskjet 3550. Setelah itu kemungkinan besar printer anda sudah bisa bekeja. Pengaturan lain semisal pencetakan dalam mode draft dan sebagainya lakukan dari printer manager dari kcontrol.

Dan Anda akan kembali produktif.

Kala Hanya Ada Linux

Teringat pengalaman hari-hari pada beberapa minggu yang lalu. Teman saya mempunyai sebuah PC dengan Windows XP bajakan di dalamnya. Kemudian dikarenakan suatu hal, Windowsnya macet. Dan saya pun dimintakan tolong untuk memperbaikinya. Sayangnya, saya tidak mempunyai sebuah CD Master Windows XP bajakan, sedangkan yang ada hanyalah beberapa CD instalasi distro Linux. Sebelumnya, di PC nya sudah saya install BlankOn Linux. Tetapi karena masalah kenyamanan, akhirnya saya menginstall Linux Mandrake 10.0 di PC-nya tersebut. Sebagai penyelamatan pertama. Kemudian, dipasanglah OpenOffice.org 1.1.4 dan driver CUPS untuk Printer Canon i255, dan akhirnya bisa bekerja. Dan begitulah... untuk beberapa hari temanku itu terpaksa menggunakan GNU/Linux untuk keperluan mengetik, mendengarkan MP3 dan mengarsip file dan sebagainya.

Sayangnya, dikarenakan pihak toko yang menjanjikan garansi akhirnya datang untuk memperbaiki dan menghapus partisi root Linux (karena kebodohan mereka, yang sebenarnya tidak perlu menghapus partisi root, cukup merepair OS Windows XP di partisi C:\). Akhirnya, Mandrake Linux pun tidak digunakan lagi, dan hari-hari kembali seperti semula.

Sebuah pelajaran berharga yang bisa saya petik dari pengalaman ini, bahwasanya GNU/Linux mampu dan bisa digunakan oleh masyarakat yang Windows minded sekalipun, yang penting... hanya ada GNU/Linux di hadapannya. Tidak ada rotan, tali besi pun jadi.

Syndicate content