Saya temukan tidak sengaja kemarin sore bahwa virus windows bisa aktif di Linux melalui wine. Ini terjadi kalau kita mengeksekusi file virus misalnya autorun.exe di dalam flash disk. Cara menghentikan aktivitasnya mudah saja, killall wineserver.
Saya tulis juga masalah ini di blog saya
Salam,
dekrit.
Bung Admin yang terhormat,
mohon tertibkan kembali forum ini agar tidak melenceng dari tujuan semula.
Untuk diskusi bernada agama ada banyak sekali forum lain yang lebih tepat.
Salam,
dekrit
Sedikit iseng ada yang posting gambar mobil, saya touch sedikit dengan GIMP ditambahi si Tux yang keren.
Tapi maaf, itu gambar mobil lisensinya apa?
Ketika surfing beberapa waktu lalu saya temukan Zotero, sebuah plugin firefox dan OpenOffice (juga
MS-Office).
Zotero mengubah firefox menjadi sebuah Reference Manager. Padanan yang mirip fungsi
ini di dunia Windows adalah EndNote. Bedanya EndNote hanya jalan di Windows, komersil,
dan ukurannya bermega-megabyte untuk didownload. Sedangkan Zotero tidak sampai 200 KByte
(silahkan cek sendiri, tidak salah ketik: dua ratus kilobyte), open source, free, jalan di Linux dan Windows dan Mac, mendukung format BibTeX yang jadi standar de fakto di dunia Linux dan dunia akademik pada umumnya.
DIARY SEORANG DEMONSTRAN
Aku pulang dengan badan capek dan pegal, tenggorokan gatal dan kering,
setelah seharian berteriak-teriak mengutuk Bush dan Amerika laknatnya.
Kusambar Coca Cola dingin di kulkas ... Ah, produk Amerika sialan,
segera kuganti dengan air es. Bagaimanapun semangat demonstran masih
menyala-nyala, ada rasa berdosa menyelinap jika produk mereka masih
ku jamah pula.
Dengan rasa ingin tahu kubuka komputer untuk nonton Televisi (inilah
penghematan ala anak kost, komputer dipasangi TV tuner biar hemat tempat
dan duit). Tak sampai semenit, logo Windows XP sudah muncul di hadapanku.
Saat ini saya sedang berkutat menyelesaikan penelitian untuk thesis
saya. Berikut ini adalah pengalaman sejauh ini dengan Penguin sebagai
asisten pribadi untuk membantu penelitian. Harapan saya, ada orang lain yang mungkin terbantu atau malah memberikan masukan yang akan
memberi lebih banyak pencerahan.
Sebenarnya ada ide untuk menuangkannya sebagai artikel, tetapi
saya merasa untuk saat ini lebih cocok di-blog-kan saja dulu.
Setelah keseluruhan proses penelitian selesai, saya mungkin akan
punya lebih banyak waktu untuk menulis sebuah artikel yang agak
lengkap.
Saya sangat mengharapkan pencerahan selama menjalani proses ini,
Filosofi Free Software Richard M. Stallman ternyata amat menolong dalam menghadapi situasi bencana. Model distribusi Free Software yang sangat flexibel telah membuatnya menjadi sangat responsif ketika ada kebutuhan software secara cepat dalam situasi darurat.
Sementara model distribusi software commercial malah menghambat.
Baca http://www.freesoftwaremagazine.com/free_issues/
issue_08/disaster_recovery/
Disitu ada cerita tentang pengembangan software GPL dalam respons
terhadap situasi bencana di Srilangka.
Di Aceh ada cerita seperti itu nggak ya? Sayang kalau tidak diekspos untuk jadi pelajaran.
Selekit kakek Ba'i dalam obrolan kemarin denganku masih menggema:
"Oh, jadi gerakan Software bebas itu ibaratnya sekelompok orang yang gotong royong pelihara ayam plus bumbu-bumbunya di halaman rumah. Terus kalau lagi suka, digoreng beramai-ramai, dinikmati bersama-sama. Trus ada lagi sekelompok orang lainnya sudah terbiasa dengan ayam goreng Franchise Amerika. Pokoknya harus ayam Amrik, biarpun dapaetnya hanya dari mengais-ngais tempat sampah restoran franchise."
Trus ada sekelompok lagi yang ingin menikmati ayam goreng hasil gotong royong, tapi hanya nanya-nanya dari jauh: 'Hoee, sudah kelar digoreng belon?' Kalau sudah digoreng mereka beramai-ramai datang makan bersama juga. Tapi langsung komentar: ini ayam gorengnya nggak seenak yang franchise!!"
Damn Small Linux benar-benar handy dan cool.
Kantor menggunakan WinXP dengan jaringan leased line.
Boot dengan MiniCD DSL, setting Proxy, dan langsung terbang ke gmail dan linux.or.id. Cool man!
Posting ini dilakukan via Firefox dari dalam DSL.
Suatu hari di Juli 2006,
aku dan Piet, sahabatku, menatap puas 2 unit komputer baru kami. Dua buah komputer dengan prosesor AMD 64bit hasil rakitan. Satu punya Piet, satunya lagi punyaku.
"Harddisk-nya masih kosong, kami tidak bisa menginstalkan kecuali software-nya sudah anda beli dulu; razia dimana-mana, Pak," orang dari toko komputer itu menjelaskan,
"tapi sudah kami test pake Live CD Knoppix sudah jalan, mestinya tinggal instal sistem operasi di harddisk-nya."
Aku mengangguk-angguk, di tasku sudah ada Kubuntu Linux versi 06.04,
"Tidak apa-apa," kataku.
"Kamu jual sistem operasinya nggak?" Piet tampak sudah tak sabar mencoba.
Recent comments
1 day 19 hours ago
1 day 19 hours ago
1 day 20 hours ago
1 day 20 hours ago
1 day 21 hours ago
1 day 21 hours ago
2 days 1 hour ago
2 days 1 hour ago
2 days 2 hours ago
2 days 3 hours ago