gpl4all's blog

klikbca bisnis dgn debian+vpnc

pertama2, maaf ini bukan promosi sebuah bank, & saya tidak mempunyai hubungan kerja sama dengan bank tersebut selain saya adalah nasabahnya, dan saya tidak mendapatkan keuntungan apapun dari bank tersebut atas tulisan ini.
tulisan ini sekedar ulasan pengalaman melakukan migrasi platform os yang digunakan untuk mengakses sebuah layanan yang tadinya di windows menjadi di linux, dengan tujuan tak lain adalah untuk lebih memberikan kesempatan orang menggunakan linux dalam kegiatan/pekerjaan sehari2.

klikbca bisnis (selanjutnya saya singkat sme) adalah layanan yang sedikit berbeda dengan klikbca personal (selanjutnya saya singkat personal). perbedaannya paling mendasar antara sme dan personal adalah, sme selain menggunakan ssl spt personal, masih ditambah lagi dengan vpn. vpn server yang digunakan adalah cisco vpn yang mana untuk windows telah tersedia vpn client yang disediakan juga oleh bank tersebut untuk diinstall. untuk linux, seperti yang kita maklumi bersama, belum ada kesadaran dari penyedia jasa pada umumnya untuk menyediakan fasilitas seperti ini. sehingga kita sendiri harus nguprek & googling. vpn menambah lapisan pengamanan pada traffic antara client dan server. hal ini perlu karena sme melibatkan data rekening perusahaan (termasuk distribusi gaji karyawan), yg lebih sensitif dan jumlahnya umumnya lebih besar dari personal.

itu later sedikit belakangnya. sekarang teknisnya. distro yang telah sy coba adalah debian 3.1r1/4, debian etch 20061230, ubuntu 6.06, & ubuntu 6.10. namun pada dasarnya distro tidak akan mempengaruhi selama package vpnc tersedia, kalaupun tidak tersedia oleh distro tersebut, dapat di compile sendiri (hal ini belum dicoba karena blm ada kesempatan pegang distro lain lagi).

langkah2 instalasi:

  1. pastikan os telah terinstall, setup, network bisa reach internet, dsb
  2. install vpnc package, untuk debian/ubuntu sangat simple, cukup dengan perintah: apt-get install vpnc
  3. setelah terinstall, yg perlu dilakukan adalah create configuration. krn sy sdh ada config dr windows, sy tinggal convert. config di windows cukup panjang, ada 36 baris, sedangkan di vpnc, cuma dibutuhkan 4 baris, yang perlu di ambil dr config file .pcf adalah: Host, GroupName, enc_GroupPwd, Username, sisanya abaikan. dan mapping ke file /etc/vpnc/default.conf menjadi spt ini:
    Host -> IPSec gateway
    GroupName -> IPSec ID
    enc_GroupPwd -> IPSec secret (hasil decode)
    Username => Xauth username

    ok, untuk Host, GroupName dan Username, tidak ada masalah, tinggal isi ynag persis sama, tetapi untuk enc_GroupPwd, ini merupakan encoded password seperti ini: BCF58AAE7E7663E59F43B53E9DF9497655424A315CD38D984F1F4B06156F15C182A6235A41436F9EF4C6ACEEF46448E8. encoded password ini harus terlebih dahulu di decode kembali menjadi cleartext. dan ternyata ada orang jerman yang membuat programmnya, bisa didapat dari cisco vpnclient password decoder, yg mana di site ini jg disediakan online decoder, sehingga kalau kita tdk mau compile sendiri, kita bisa langsung cut and paste encGroupPwd dan akan kita dapat cleartext untuk diinput di Xauth username. buat yang tertarik logika encryption ini bisa lihat di sini
  4. kalau kita menggunakan fasilitas online decoder di atas, perhatikan benar2 apakah hasil paste tersebut bersih dari trailing space (karakter spasi) sesudah cleartext, untuk checking cukup jalankan perintah: cat -A /etc/vpnc/default.conf, kalau hasilnya spt ini: IPSec secret inipasswordnyapak $, pasti koneksi kita tidak akan berhasil dan akan tampil error: ISAKMP_N_AUTHENTICATION_FAILED(24), penjelasan selengkap/aslinya sy dpt dr sini
  5. kalau configurasi sudah set dgn benar, tinggal panggil perintah vpnc-connect untuk connect dan vpnc-disconnect untuk disconnect.
  6. harap diperhatikan, jangan lakukan ini di server, karena, ada kemungkinan default route di rubah (sy katakan ada kemungkinan krn tergantung dari config yg di set oleh distro yg digunakan). selalu jalankan dari client.
  7. setelah authentication dan vpn connection terbentuk, bisa dilihat dari routing table, krg lbh spt ini:
    Kernel IP routing table

translation effort Gaim - Ubuntu

kenyataan 'menarik' yang saya temukan di launchpad.net, sorry memang hrs punya account untuk melihat itu, jadi saya sertakan print outnya. apa yg menarik adalah:

  1. messages/terms/sentences yang harus diterjemahkan sejumlah2255
  2. yang sudah masih harus diterjemahkan sejumlah: 2240
  3. persentase yang belum selesai adalah 99.33%

Translate jadi menarik, docbook kayaknya lebih menarik?

ini mengenai usaha bersama menghidupkan ID-TLDP
yg gak kedengeran?:
http://groups.yahoo.com/group/id-tldp
proyek pertama translate Intro Linux.

perkembangan hari ini chapter 2 sdh selesai, masih
banyak yg hrs dikerjakan.

terkesan masih cukup banyak orang yg belum mengenal
xml/sgml/docbook/linuxdoc (selanjutnya saya singkat
docbook saja) yg merupakan core dari LDP. dan yg
berkesan adalah dengan niat yg 'humble' dr teman2
di milis untuk partisipasi mengindonesiakan Linux,
jadi timbul keingin tahuan tentang pengetahuan
yg selama ini belum pernah dia dengar atau cuma
terdengar sayup2 dan tidak menarik.

Aktifitas translation Intro Linux

beberapa hari yg lalu kurniadi berinisiatif membuka discussion di yahoo group dalam rangka mencoba mengakifkan kegiatan penterjemahan dokumentasi2 Linux ke dalam bahasa Indonesia, bagi yang berminat bisa langsung subscribe lewat:
id-tkdp at yahoo groups

proyek pertama adalah penterjemahan "Introduction to Linux - A Hands on Guide" punya Machtelt Garrels, hampir semua bab sdh ada pic nya, berikut status terakhir dr moderator:
message 40

yang tertarik silahk

Slackware -> Suse -> Debian -> RedHat -> Mandrake -> Debian

haruskah aku berakhir di Debian? gak tauk juga. setelah hampir 5 tahun menggunakan Mandrake, akhirnya dengan perasaan bercampur aduk, aku balik ke Debian.

lima tahun terasa begitu singkat, rasanya baru kemarin dulu pindah dari RH 5.2 ke Mdk 6.0. waktu itu rasanya kok adem banget pake Mdk, bukan karena installasinya yg cukup mudah, bukan juga karena Gnome atau KDE nya yang terbaru. mungkin yang paling menyenangkan adalah ikut menggunakan sebuah produk dari entity yang waktu itu masih kecil (compare dengan RH), yang mencoba melihat apa yang kurang dari produk bagus yang telah ada (RH), lalu mencoba memberikan nilai tambah dan menambal kekurangan yang ada.

pemula.linux.or.id

site ini pernah menjadi sangat uptodate dan sangat berguna bagi para pemula Linux setidaknya langkah awal dalam mencari referensi lainnya yang lebih mendalam. barusan saya jalan2 ke sana, dan agak sedih melihat kemungkinan besar site tersebut terakhir di update 3 3 thn yg lalu (2002)???. dan ternyata benar beberapa material yg ada sdh cukup tidak uptodate. misalnya saja untuk compile kernel masih mengacu pada versi 2.0, pada bagian desktop & window manager masih mengacu pada RH 5.1

setelah sekian tahun......

Wed Jul 13 01:10:49 WIB 2005

akhirnya ....
setelah sekian tahun (8+???) hilang
dari komunitas linux id, ada juga
kesempatan balik dan mudah2an bisa
aktif spt dulu.

pastinya user base linux id sdh
berkembang pesat, yang jadi pertanyaan
adalah apakah mentalnya jg berubah
dari sekedar pemakai menjadi pembuat?
(tanda tanya beusaaar kah)

Syndicate content