Resep bisnis yang dijalankan Microsoft di Indonesia memang mantap.
Menjadikan penguasa yang digaji rakyat untuk menjadi calo. Setelah
terbongkarnya kesepakatan siluman tersebut, DPR memanggil Sofyan
Djalil, penandatangan kesepakatan itu.
Menjawab pertanyaan kenapa tidak menggunakan open source yang lebih
murah, Sofyan Djalil mengatakan bahwa penggunaan open source pada
komputer milik pemerintah belum dapat dilaksanakan karena tiga alasa;
Komputer perlu diupgrade; Kemampuan pegawai pemerintah rendah; Masalah
dukungan driver bagi perangkat pendukung.
Entah siapa yang membisiki Djalil hingga ia berkata begitu. Yang pasti
saya bisa menggunakan Mandriva (salah satu distro Linux) pada komputer
berotak Pentium III dan RAM 256. Pada sebagian besar kantor pemerintah
saya yakin komputernya lebih canggih. Buktinya ia bisa menjalankan
Wndows XP yang boros memory.
Hari Minggu lalu ada talkshow di Metro TV yang rencananya mendatangkan
Djalil dan Pak Rusmanto (Pemimpin Redaksi InfoLinux). Nyatanya ia tak
datang dan diwakili staf ahlinya.
Esok, Rabu (17/1) Radio Utan Kayu akan menyelenggarakan Diskusi Publik
dengan tema "Pilih Microsoft atau Open Source?". Diskusi digelar di
Kedai Tempo, Jl Utan Kayu No. 68H Jakarta Timur pukul 13.06 - 14.30 WIB.
Dari email yang saya terima, salah satu pembicaranya Djalil. Semoga ia esok
datang!
Bagi yang belum baca salinan kesepakatan siluman itu' silahkan tengok
http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/files/MoU-Siluman.pdf
asf :: http://asep.wordpress.com
Recent comments
4 days 4 hours ago
4 days 6 hours ago
4 days 21 hours ago
4 days 21 hours ago
4 days 21 hours ago
4 days 21 hours ago
4 days 22 hours ago
4 days 22 hours ago
5 days 2 hours ago
5 days 9 hours ago