Open Source sebagai Wahana 'National Character Building'

Hampir setiap orang familiar dengan istilah Open Source. Banyak juga yang mengkaitkan open source dengan Linux, suatu analogi yang tidak sepenuhnya salah - karena Linux merupakan tonggak utama Open Source - namun juga tidak sepenuhnya benar karena banyak sekali aplikasi open source yang tidak terbatas dengan Linux.

Banyak orang yang mungkin menyangka bahwa masalah open source dan proprietary program terletak pada aspek legal atau bukan, gratis atau bayar, padahal jika ditinjau lebih jauh, open source juga mendidik mental kita.

Kita dididik untuk mau menghargai hasil karya orang lain. Jika kita tidak ingin membeli versi legal, jangan lantas membeli versi bajakan. Mengapa kita tidak cari aplikasi yang memiliki kemampuan yang sama (bahkan lebih) tapi dari sisi open source.

Banyak dari rekan-rekan IT atau pengguna IT yang bilang "Jangan munafik deh, memangnya orang Indonesia sanggup beli software legal ??", padahal bukan itu intinya. Bisa saja dalam kondisi saat ini penggunaan kita masih campur baur antara yang legal, bajakan maupun open source, namun kita harus tanamkan pada diri kita bahwa membajak program itu tindakan yang salah dan menggunakannya harus dengan rasa malu.

Kita harus malu dan dalam tingkat minimal berjanji untuk tidak akan menggunakan aplikasi bajakan. Bagi anda yang merasa bahwa aplikasi Linux itu susah, rumit, ribet, mungkin ada baiknya persepsi tersebut direka ulang. Sebelumnya saya memiliki pandangan yang sama (dan sampai sekarang terkadang masih :-p), namun secara bertahap, kita dapat memulai penggunaan aplikasi open source. Misalnya dari hal yang paling awal, yaitu mengetik dengan OpenOffice.

Dulu OpenOffice memang lelet (lambreta - Vai) namun kalau anda sekarang menggunakan OpenOffice versi 2.0 Beta (versi saat artikel ini dibuat), anda mungkin tidak mau menggunakan aplikasi pengolah kata yang lain. Lebih Cerdas, Man...

Jika anda ingin mengembangkan aplikasi web, anda dapat dengan mudah menggunakan aplikasi open source, mulai dari web server Apache, PHP, MySQL, Postgre SQL, CMS dll).

Jika anda memulainya, rasakan pada diri anda perubahan-perubahan positif yang didapatkan. Anda akan merasakan bahwa ternyata menggunakan aplikasi open source bukan hanya bermanfaat dari sisi komersil, namun juga bermanfaat bagi pengembangan kepribadian.

Jadi, jika ada salah satu Menteri dalam Kabinet pak SBY yang ingin mempopulerkan 'National Character Building' melalui cara Berpikir Positif, penerapan aplikasi Open Source dapat diprtimbangkan sebagai salah satu pointnya. Bagaimana Pak Jero Wacik ?

Comments

Comment viewing options

Select your preferred way to display the comments and click "Save settings" to activate your changes.

Nasionalisme?

Untuk soal Linux, pelajari dan oprek dulu, bikin sesuatu. Kapan-kapan saja ngomong Nasionalisme atau National Character Building atau sesuatu semacam itu. Anda dengar tidak, bahwa salah satu konsultan HAKI sebuah ditjen adalah M$ :))

Nasionalisme?

IMHO, dalam dunia Free Software, bergiat mempopulerkan Free Software sudah dikategorikan 'bikin sesuatu'.

Buat blog yang mendukung penggunaan Linux sudah dikategorikan 'bikin sesuatu'.

Ora kejem-kejem gitu lah komentarnya... :)

-MS- Email: Mico.Siahaan@gmail.com Blog: www.tentangmico.info/blog/

It's OK, mari masing-masing berbuat nyata

Terima kasih atas respon dari 'CahAngon' & Mico...

Memang patut disayangkan ditjen HAKI menggunakan M$ sebagai konsultan, tapi ini juga bisa dijadikan tantangan bagi komunitas Open Source untuk lebih memantapkan strategi sosialisasi Open Source.

Terus terang, saya lebih prefer kalau apa yang bisa dilakukan sekarang ya dilakukan saja, meski itu hanya sekedar saran atau hal-hal yang mungkin terlalu 'cetek' bagi sebagian orang. Kalau nunggu banyak pengalaman mungkin malah nggak share-share :-)

Comment dari CahAngon ini juga bagus agar jangan hanya omdo dan saya emnerimanya sebagai suatu usul yang konstruktif. Siapa tahu cahangon kapan-kapan mau discuss mengenai pengalamannya yang mungkin bisa saya jadikan model pembelajaran.

National Character Building memang pekerjaan besar, bisa dianalogikan dengan ya semacam 'membuang sampah pada tempatnya'. Kalau kita hanya sendiri memnag kurang bergaung, namun kalau kita memulainya dari diri sendiri, saya yakin akan timbul suatu kelompok yang bisa menjadi model implementasi secara lebih luas.

Terima Kasih Cahangon & Mas Mico

Muhammad Rivai Andargini http://www.infokreasindo.com

Ingat Pecundang PD II

Masih ingat pecundang Perang Dunia II? Jepang dan Jerman? Tanpa ribut soal National Character Building, mereka sudah jadi raksasa lagi tahun 50-an. Cuma butuh kira-kira satu dekade buat bangkit dari kehancuran sedahsyat itu. Sama bahasa nasionalnya saja, mereka bangga dan fanatik bukan main. Kita nih, ngomong keminggris malah bangganya minta ampun. Jangan bawa-bawa departemen atau pejabat pemerintah kalau punya cita-cita seperti itu. Mereka itu, entah tuli, buta, telmi atau rakus kalau mikir soal beginian. Saya sih curiga rakusnya itu, banyak bukti toh?

cerita seribu tahun

'National Character Building'??? Huh, ternyata hal tersebut tidak lagi relevan menjadi pertimbangan sebagai bangsa yg maju. kita memang sudah ketinggalan sangat jauh kalau bicara mengenai teknologi informasi. apakah demi 'pertumbuhan ekonomi'??? Huhhh.. gombal..

Tapi kita jangan patah semangat.. Mudah2an saja sekembalinya SBY dari kampungnya oom bill gates - yg konon akan menjadi penasihat resmi SBY dalam bidang TI, beliau (Presiden SBY) segera mempersiapkan pertemuan dengan boss linux indonesia :)

mari kita berharap bersama
NT

Tantangan bagi kita....

Kalo begitu jalan ceritanya, itu berarti tantangan dari diri kita masing-masing. Masih ingat bagaimana ketika Linus Torvalds, menciptakan Linux? Richard M. Stallman dengan GNU-nya? Pada awalnya merek tidak dipedulikan. Namun, mereka membuktikan bahwa mereka patut dipedulikan. Bukan dengan kata-kata (Menghujat M$, misalnya), namun dengan hasil kerja mereka.

Keadaan kita sama, kita (Open Source Indonesia) belum begitu diperdulikan & diperhitungkan di sini. Tugas kita ya...kerja yang baik, buat sesuatu, dimulai dari diri sendiri, memberi contoh dengan tindakan kita. Tidak ada gunanya kita hanya menggerutu saja.

Pokoknya...bangun fondasi yang bagus, lalu dirikan bangunan, maka orang akan mulai tertarik (dengan minimal bertanya) tentang apa yang kita kerjakan.

Semangat....majukan open source indonesia !!!

------------------------------------------------------
Linux is the best. Try it at Home...!!!
------------------------------------------------------

cerita seribu tahun bag.2

apakah benar adanya bahwa kerajaan sriwijaya berpusat di indonesia? apakah benar konon soeharto adalah manusia paling disegani setelah hitler? apapun yg terjadi saya akan tetap menjunjung tinggi dan bangga terhadap keagungan bangsa kita ini. kita bangkit dari penjajahan bangsa asing, melawan penindasan terhadap bangsa kita, sampai memakan waktu belasan generasi pada akhirnya kita bisa merdeka dari penjajahan bangsa asing - tidak dengan monopoli.

apakah perlu "Semangat....majukan open source indonesia !!!"??? dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air sering kita temukan praktik monopoli akibat kecerobohan/kerakusan sang penguasa yg mengadakan kontrak dengan bangsa asing. sepertinya hal tersebut menjadi perhatian oom bill gates - yg dengan sangat antusias menerima pak SBY ketika mengadakan lawatan ke kampungnya oom sam. maap2 saja ya apabila saya dan hampir seluruh rakyat indonesia praktis akan melupakan semua kerja keras kalian membangun open source indonesia. jangan heran bila kemudian anak2 kecil indonesia nanti pada jago maen script pake VB, yg pada akhirnya bibit unggul generasi penerus kita jg jadi komoditi bagi sang kapitalis.

sekarang apa yg perlu kita lakukan? tidak ada selain berharap.. kecuali kita "berteriak lantang" langsung ke telinga bapak presiden SBY mengingatkan beliau bahwa open source indonesia bisa nendang juga. ;) atau mungkin...

seribu tahun lagi kita akan terus terbuai dengan monopoli bangsa asing.

---------------------------------------------------
user freindly and cheap os.. everybody loves it!!!
---------------------------------------------------

Maju Terus dan Tetap Semangat...!!!

Gw salut dengan Nasionalisme kalian dalam membangun Open Source di Indonesia, tadinya gw juga males dan ragu utk beralih ke Open Source.. tapi setelah dicoba, alhasil.. gw lebih tertarik utk menggunakan Open Source sambil mengoprek-oprek nya... tanpa harus menggrutu adanya sweeping2 yg dilakukan Pihak2 yg dikenal dgn istilah "Jeruk kok Makan Jeruk"...
Mudah2an ... hal yg sama bisa dirasakan dan diikuti oleh seluruh pemeran IT di Indonesia...
Majulah Open Source Indonesia... dan tetap Semangat

Bôncö

OOo tetap lambat

mungkin kalo pake p4 memory >256mb OOo berjalan mulus dan bagus.
tapi, coba pake pentium I memory 32mb.
buka OOo bisa sepuluh menit blom tentu kebuka...

office97 berjalan mulus disini...

ini juga salah satu alasan saya 'terpaksa' tetap pake win98+office97
pc tua gue bisa tetap dipake...

http://www.NGoBRoL.com