Antara Gado-gado dengan Linux... Menghancurkan Tapal Batas Antar Distro

Mungkin ada yang agak aneh dengan judul di atas. Bukan sekedar untuk menarik perhatian, tapi memang untuk diperhatikan. Mari sejenak kita perhatikan...

Gado-gado yang mungkin sebagian besar di antara Tuxer-ID sangat digemari, sudah kita ketahui bersama terbuat dari berbagai macam bahan. Rasanya? Hampir semua orang yang pernah merasakannya mungkin sudah menjadi penikmat fanatis dari makanan yang satu ini. Sebuah keragaman yang dicampur dengan baik menjadi kesatuan yang sangat enak disantap lidah.

Di satu sisi yang mungkin sangat berbeda sekali dimensinya, sebuah sistem operasi yang dinamakan GNU/Linux tampil dengan distro berbeda-beda. Bila diibaratkan seperti tanaman yang begitu beraneka ragam. Dengan masing-masing kelebihan (dalam bahasa makanan, dengan kandungan gizi yang berbeda-beda). Dari setiap distro bisa lahir varian-varian baru yang mungkin lebih berkualitas (dalam hal ini mungkin kita pernah mendengan varian dari tanaman yang dikembangan dengan teknologi mikrobiologi semisal tanaman hasil kultur jaringan atau biakan sel yang parti mutunya lebih...). Hanya saja, pernahkah terbetik dalam pikiran kita untuk menggabungkan semua kelebihan tersebut dalam sebuah wadah?

Mari kita ikuti sebuah ilustrasi berikut.
Saya mempunyai sebuah PC yang terinstall GNU/Linux tanpa sama sekali punya koneksi ke Internet. Sistem saya tepatnya menggunakan distro Simply Mepis 3.3 (sebuah distro yang berbasis Debian dan saya yakin semua Tuxer-ID tahu itu). Saya ingin menjadikan sistem saya sefamiliar mungkin sebagai sebuah PC untuk desktop. Kemudian, beberapa waktu berlalu saya mendapatkan sebuah CD instalasi Xandros 3.3 OCE. Karena sama-sama berbasis Debian, akhirnya saya menggabungkannya dengan sistem saya yang sudah ada. Saya menambahkan beberapa paket, di antaranya adalah XandrosFileManager (sebuah file manager yang mirip sekali dengan Windows Explorer untuk Windows 98). Tak lupa pula saya menginstall CrossOver (walaupun hanya versi demo selama 30 hari). Sebelumnya, saya punya 3 CD instalasi Debian Woody, yang sudah dari dulu saya tambahkan ke sistem saya. Dari 3 CD tersebut, saya menginstall banyak sekali aplikasi di antaranya paket-paket undershell seperti mc (paket ini tidak ada pada Simply Mepis dan Xandros), mp3blaster (sama juga tidak ada), figlet (gak ada juga di dua-duanya), php4 plus MySQL (paket ini juga tidak ada di keduanya), KDE Theme, Icon, Education dan beberapa game kecil. Walhasil... sekarang sistem punya saya sudah hampir mirip gado-gado. Karena alien terdapat di Simply Mepis, Xandros ataupun Debian Woody secara built-up, akhirnya saya bisa menginstall StarOffice 5.2 dari paket lama milik Distro Komura. Ini belum ditambah hasil instalasi dari paket-paket yang standalone. Rencananya, saya akan menggabungkan sistem saya dengan paket-paket milik Ubuntu yang komplit dengan GNOME plus GTK. Wajar saja, soalnya saya ingin paket terbaru dari GTK yang sama sekali tidak disediakan updatenya pada Simply Mepis dan Xandros yang menggunakan pustaka Qt sebagai shared library untuk desktop KDE.

Sekarang... saya sudah bisa bernafas lega menikmati sistem yang cukup familiar, setidak-tidaknya buat saya dan teman-teman saya yang belajar GNU/Linux. Terupdate dengan baik, tanpa koneksi internet. Hanya saja satu hal yang perlu saya tekankan di sini adalah : Hati-hati membuat sistem menjadi kacau balau. Saya tidak bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi pada sistem Anda.

Comments

Comment viewing options

Select your preferred way to display the comments and click "Save settings" to activate your changes.

Gado-gado memang sedap kok...

Linux gado-gado memang sedap kok. Terutama untuk yg susah konek internet. Kekacauan sering terjadi jika kita hanya mengandalkan paket-paket saja. Kepustakaan bisa saling tabrakan dependency-nya. Maka untuk cepatnya, gunakan yang instalasinya cukup dari cd tapi cukup lengkap dan baru. Misal FC, Mandrake atau Suse.
Tapi jika koneksi internet tidak jadi soal, Debian adalah pilihan paling tepat. Selalu baru dan mirror ada di banyak tempat.
XandrosFileManager mirip Windows Explorer? FileManager default KDE (Konqueror) kurang mirip ya? Kalau saya pilih Krusader, mirip Norton Comander, agak primitif tapi, lengkap dengan scp, sftp, ftp de el el. Di-gado-gadoin aja deh :)

ngeri

hihi.. saya paling ngeri sama urusan campur-mencampur..

Kalo urusan "gado-gado" sih,

Kalo urusan "gado-gado" sih, saya suka ng-"alien" .rpm buat di-"dpkg" di Ubuntu. Ya, ibaratnya kayak "gudeg" dibikin rasa "gado-gado". Walaupun memang terkadang ga berhasil, but it's fun! ^_^

GADO-GADO

saya suka gado-gado, tapi urusan linux kenapa tidak bikin yang lebih baik, alias make it better.
ada yang suka debian, kemudian bikin De2, mepis, knoppix, ubuntu atau apalah semua ditujukan untuk kostumisasi dan mendukung kenyaman-an pembuatnya bukan untuk dibikin gado-gado yang akhirnya hilang jati diri.
coba lah bikin satu atau dua turunan dari distro bukan dengan cara gado-gado tapi dengan terstruktur. Jangan rusak karya orang, berkaryalah dengan kebangga-an dan dedikasi.

peace

boleh donk gado2

"coba lah bikin satu atau dua turunan dari distro bukan dengan cara gado-gado tapi dengan terstruktur. Jangan rusak karya orang, berkaryalah dengan kebangga-an dan dedikasi."

Duh.. kang adunz...
kalo dah jagoan di linux sih oke banget bisa bikin turunan distro sendiri, tapi mencampur2 linux supaya bisa senyaman mungkin buat end-user kan sah2 saja, apalagi buat newbie seperti saya..
Mungkin tidak terstruktur, hanya saja kebutuhan orang berbeda2, trus aplikasi tiap2 distro juga berbeda2, belum tentu cocok dgn end-user, makanya daripada repot download2 aplikasi, mending kalo saya, ambil aplikasi yg ada di cd masing2 distro, asal basis turunannya sama.
Apalagi sebagai linux desktop user seperti saya, yg penting senyaman mungkin, ada aplikasi2 yang user interface-nya uenak.. hihi

fs: madxxx@hotpop.com
ym: rachmad2000@yahoo.com
madxxx.wordpress.com

Mencampur-campur linux

Emang asik sih mencampur-campur linux supaya sesuai dengan kriteria kita
Pengalaman saya juga mencoba mencampur-adukkan Linux,
basisnya slackware
Berhubung newbie, saya pertama mencoba menginstal zencafe,
trus instal slackwarware, hanya saja slackware harus disetting2 dulu supaya scroll mouse jalan, supaya automount jalan..
Trus iseng, mencoba zencafe, trus langsung ditimpa dengan install slackware,...
lumayan juga hasilnya, soalnya zencafe sudah ada open office, aplikasi2 internet, support ntfs, jadilah linux versi zen-slack(?) he he...
Masih mencoba2, mungkina ga sih mencampur adukkan linux yang berbeda major distribution-nya?
Misal, menggabungkan ubuntu dengan slackware
Masih dalam tahap ujicoba.. he he...
Ada yang pernah berhasil menggabungkan linux yg berbeda major distro?

fs: madxxx@hotpop.com
ym: rachmad2000@yahoo.com
madxxx.wordpress.com

gado-gado...? jd laper

Ngomongin gado-gado, gmn klo bikin gado-gado special seperti Nexenta OS yang mencampurkan Project Ubuntu dengan Kernel OpenSolaris....
ataupun Debian/Hurd... Project Debian dengan Kernel GNU HURD (udah jadi loh walau masih dalam pengembangan)...

ada yang berminat kawan-kawan....?

hahaha... ini postingan lama

hahaha... ini postingan lama saya... ada komentar juga ya ternyata...
tahun berapaan ini? wah, 2005... dan sekarang? 2011... ternyata sudah lama juga ya saya pake linux. dari dulunya suka campur-campur paket karena keterbatasan koneksi ke internet dan sekarang sudah bisa langsung pake paket resmi distribusi distro karena internet lancar tenan... atau kompail sana sini. :)

akun saya sudah lama ternyata... hehehe... sayangnya kemampuan ku masih terbatas juga dari dulu hingga sekarang, blum jadi master :D

--
Indra Sutriadi Pipii
http://sutriadi.web.id

Viagra telencephala

Viagra telencephala Foreclosure Cialis pedantically temporo Viagra nyctalopic dolichouranic