Antara Idealisme dan Realita

Mau pilih mana, Linux atau Windows? Bukannya ingin menjatuhkan satu sama lain, tapi dua hal di atas memang benar-benar berbeda. Ya, cukup berbeda.

Saat memasuki tahun kedua perkuliahan saya baru mulai mendalami dunia per-Linux-an. Sebelumnya, setiap hari selalu saja bertemu dengan Windows. Entah bagaimana, namun sepertinya memang Windows itu benar-benar "merakyat". Mudah dioperasikan (bagi mayoritas pengguna) dan user friendly. Mulai dari sekedar main kartu sampai pendukung aplikasi-aplikasi kerja, semua mudah dilakukan di dunia Windows. Apalagi, saat itu Linux masih tertinggal jauh dalam persaingan komputer desktop.

Seiring berjalannya waktu, Linux dan para pengembangnya akhirnya dapat membuktikan bahwa Linux-pun bisa dijadikan sistem operasi pilihan untuk sebuah desktop. Muncul beberapa desktop manager yang menarik dan menawan, seperti KDE dan GNOME. Ada pula aplikasi-aplikasi -- baik sederhana maupun rumit -- yang dapat membantu mengurusi pekerjaan sehari-hari. Ini membuat dunia mulai melirik Linux sebagai sebuah alternatif "baru" disamping sistem-sistem operasi lain.

Idealisme adalah ideal, muncul dari seorang idealis. Memang, apa itu ideal, idealis, idealisme? Saya juga tidak terlalu mengerti. Sudah, tidak usah dibahas panjang-panjang di sini. Yang jelas, terkadang idealisme itu tidak selalu sesuai dengan realita yang terjadi. Mereka yang hidup dalam realita dengan membawa serta mempertahankan idealisme-nya adalah orang-orang yang senantiasa bertahan dan berjuang menghadapai situasi dan kondisi yang ada di sekelilingnya. Mereka tidak puas, namun terkadang juga tidak dapat melakukan apa-apa.

Hal tersebut saya lihat juga terjadi dengan bahasan kita di awal: Linux. Benar memang, Linux mulai menampakkan kehebatannya untuk dapat digunakan sebagai sistem operasi rumahan (desktop). Namun, apakah kemudian mulai banyak yang menggunakan Linux? Pengguna Linux memang bertambah, namun tidak banyak. Ah, yang benar? Apa Anda punya data yang akurat? Enggak, ini hanya sekedar pendapat saya saja.

Saya tidak tahu. Saya sendiri -- pribadi -- sebenarnya sudah dapat menggunakan Linux untuk membantu menyelesaikan berbagai tugas dan pekerjaan saya. Namun tetap, ada beberapa hal yang membuat saya tetap mempertahankan Windows terpasang bersama Linux. Entah, mulai dari kebiasaan (biasa menggunakan), sampai kebutuhan untuk membuka file-file yang memang hanya dapat dibuka dengan Windows. Selain itu, teman-teman saya juga jarang sekali menggunakan Linux yang ada di laptop saya; mereka sekali waktu pun hanya menggunakannya untuk sekedar bermain game.

Wah, panjang juga ya? Mungkin akan saya lanjutkan lagi kapan-kapan.

Comments

Comment viewing options

Select your preferred way to display the comments and click "Save settings" to activate your changes.

Idealisme dan Kemauan untuk Open Source

Saya pribadi sering mendengar soal keluhan "Linux kok belum populer di Indonesia ya.." "Linux belum cocok untuk dunia kerja.." dan lain sebagainya.

Menurut saya ini adalah persoalan mindset. Pola pikir. Biarkan saja demikian. Kita tidak perlu meminta orang lain untuk berpikir sebagaimana yang kita inginkan.

Jauh lebih mudah bagi kita untuk membuktikan bahwa Linux memang sudah sangat siap untuk digunakan. Saya pribadi menggunakannya dikantor dan karena memang didukung oleh perusahaan, implementasinya dilakukan juga pada komputer-komputer kantor.

Terus terang saya cenderung mengajak kita semua berkonsentrasi untuk bagaimana membuat orang lebih enak dan lebih nyaman menggunakan Linux. Jika kita bisa menulis artikel, tulislah artikel. Jika kita bisa membuat brosur / leaflet, buatlah brosur. Sampaikan baik-baik bagaimana solusi Linux dapat dipergunakan. Kalau ybs tidak mau tidak apa-apa, masya 200 juta penduduk Indonesia tak ada yang mau menggunakan Linux.

Aplikasi open source adalah soal trend masa depan, apakah kita mau tetap diaplikasi proprietary selamanya tanpa pernah menggunakan aplikasi open source ?

Tak usah merasa sendiri untuk menganjurkan orang menggunakan Linux. Mari kita berusaha dengan cara dan kemampuan kita masing-masing tanpa harus merasa rendah diri.

Komunitas OpenSUSE Indonesia
Muhammad Rivai Andargini

Customisasi dan Optimalisasi

Isu yg paling santer dalam berkembangnya FOSS adalah sesuatu yang legal artinya kita tidak dikejar2 oleh pemilik lisensi karena tuduhan membajak. bagi yang mampu silakan beli windows dan Microsoft Officenya.

Bagi tmen2 yg suka FOSS silakan pilih linux yang penuh customisasi. karena pengguna open source memang aneh2. contohnya ada yg install distro ngak pake X atau GUI. Menurut kita aneh bekerja dengan command Line Interface alias konsole alias terminal alias bash. tapi semua itu merupakan customisasi dan optimalisasi sofware yang paling gue banget.

Salam Linux

aspansyahbudin
YM : trhkuberau

Dari hasil pengamatan

Dari hasil pengamatan kecil-kecilan Market Share dari Juni 2007 s/d April 2008 (http://marketshare.hitslink.com/report.aspx?qprid=9), menunjukkan : pemakai MS WIndows mengalami penurunan sebesar 1.7%. Sedangkan pengguna LINUX mengalami kenaikkan sebesar 0.2%. Walaupun secara trend, pemakai MS Windows mengalami penurunan tetapi kenaikkan pengguna Linux tidak signifikan. Mengapa LINUX belum bisa menyaingi MS Windows dalam hal jumlah pemakai ? Padahal LINUX memiliki keunggulan dibanding MS Windows misalnya masalah Security. Dari WIKIPEDIA didapatkan data bahwa MS Windows memiliki lebih dari 11,000 Malware sedangkan LINUX hanya ditemukan sebanya 800 buah Linux Malware. Lalu mengapa orang masih lebih memilih menggunakan MS Windows daripada menggunakan LINUX ? Berikut analisanya :
*
MS Windows lahir terlebih dahulu dibanding LINUX. MS Windows lahir pada tahun 1985 sedangkan LINUX lahir tahun 1992, sehingga ada selisih 7 tahun kelahiran. Maka dianggap wajar jika MS Windows memiliki penggemar lebih banyak dibanding LINUX.
*
MS Windows adalah Operating Sistem yang berbayar sehingga ada alokasi biaya yang besar untuk iklan dan sosialisasi. Sedangkan LINUX adalah Operating System yang FREE / gratis sehingga sosialisasinya terbatas, misalnya melalui komunitas dan forum.
*
Anggapan sebagian besar pengguna internet bahwa : Pertama, menggunakan LINUX lebih susah dibandingkan dengan MS Windows. Kedua, sesuatu yang FREE / gratis (LINUX) kualitasnya lebih rendah dibandingkan dengan yang berbayar (MS Windows).
*
MS Windows sudah terlanjur membumi di institusi pendidikan sehingga para lulusannya hanya dibekali pengetahuan tentang MS Windows.
*
Sikap pemerintah masing-masing negara yang belum mendukung dan mensosialisasikan LINUX, minimal dikalangan pemerintahan. Bahkan pemerintah Indonesia tampak senang sekali atas rencana bantuan Bill Gates, bos Microsoft, untuk memberikan software gratis pada sekolah-sekolah. Padahal ini adalah pembodohan yang dilakukan Microsoft terhadap bangsa Indonesia, sebab jika para siswa hanya diorientasikan pada software Microsoft maka ketika mereka lulus mereka hanya akan mengenal Microsoft.

(selengkapanya di : http://isparmo.web.id/?p=340)

menunjukkan : pemakai MS

menunjukkan : pemakai MS WIndows mengalami penurunan sebesar 1.7%. Sedangkan pengguna LINUX mengalami kenaikkan sebesar 0.2%. Walaupun secara trend, pemakai MS Windows mengalami penurunan tetapi kenaikkan pengguna Linux tidak signifikan.

Mas apakah angka ini menyertakan semua pemakaian linux diluar desktop PC?
Saya rasa tidak. Sebenarnya banyak pemakai linux tapi gak sadar kalau dia pake linux.
Linux banyak terinstall pada devais-devais kecil seperti WLAN Router, storage, RAID controler, TV digital, dll. Cuma Linux yang ada dalam devais itu dikostumisasi khusus oleh pabriknya.

Tapi banyak kok komunitas yang ngulik untuk mengganti sistem operasi agar terbebas dari settingan pabrik. Contohnya OpenWRT dan Kurobox. Saya sendiri pasang OpenWRT di WLAN router, memuaskan.
Untuk yang begini-begini Microsoft itu memble. Windows-CE aja kalah jauh kemampuannya dibanding Maemo.
Cuma masalahnya, dengan alasan pasar, devais-devais itu bikin interface yang windows friendly.

Tuan Gerbang itu memang licik sih. Dia bikin kontrak dengan pabrik-pabrik komputer agar memasarkan komputernya yang sudah pre-installed windows. Jadi kayak saya ini dihitung juga sebagai pengguna windows! No way!

#-------------------------------------------------------
#Imperfectness is perfectness it self
#(blogs)