Ketika mengalami masalah booting karena kerusakan harddisk atau salah konfigurasi, mungkin yang tersirat dalam pikiran pengguna komputer adalah mencari CD recovery untuk melihat apa gerangan kesalahan yang telah terjadi. Sebenarnya ada cara yang sangat mudah dilakukan dari itu, yaitu menggunakan titik-titik henti (break-points) dalam skrip inisialisasi dari initrd. Pada Debian, dan mungkin distro-distro turunannya, terdapat 6 titik henti dalam skrip init. Pada titik-titik ini kita dapat menghentikan proses boot dan bekerja dengan prompt busybox.
Tentu saja untuk sampai pada titik-titik henti ini kegagalan pada boot-loader (grub/lilo) tidak terjadi sehingga initrd masih dapat dimuat ke memori untuk dieksekusi. Yang harus dilakukan adalah memberika opsi:
break=break_point
Dimana break_point adalah nama titik henti yang diinginkan. Menggunakan grub, hal ini dapat dilakukan dengan menekan huruf 'e' (edit) pada menu seleksi booting. Kemudian pada item 'kernel' tekan lagi huruf 'e' untuk merubah baris perintah. Disini opsi diatas bisa diketikkan.
Tujuh titik henti (break_point) itu adalah:
1. top, titik henti paling atas. Dari titik ini komputer kita belum melakukan apa-apa. Penghentian dilakukan tepat sebelum inisialisasi framebuffer yang biasa dipakai untuk bootsplash.
2. modules, titik henti ini berada sebelum modul-modul kernel dimuat.
3. premount, berada sebelum persiapan dan deteksi harddisk (udev). Ini adalah titik henti default.
4. mount, pada titik henti udev sudah mendeteksi keberadaan disk/filesystem, tepat sebelum root-filesystem (/) dimuat.
5. bottom, titik-henti ini tepat berada sebelum udev melakukan pembersihan, dan sebelum file-file device dipindahkan ke root-filesystem. Pada titik ini root-filesystem sudah siap untuk dimuat.
6. init, titik ini adalah titik henti terakhir, sebelum program init dipanggil.
Contohnya untuk melakukan break sebelum file-system dimuat adalah sebagai berikut:
break=mount
Titik henti ini adalah titik henti yang paling berguna ketika kita mencurigai ada kerusakan harddisk. Berikutnya kita akan dihadapkan dengan prompt busybox. Untuk ini pengetahuan menggunakan perintah dasar linux sangat diperlukan, misalnya untuk mencoba memuat partisi dll. Sebenarnya busybox memiliki perintah yang cukup lengkap, seperti awk, vi, grep, wget, tftp, dll. Perintah-perintah ini cukup untuk mengecek apa gerangan kesalahan yang ada pada system kita. Untuk melihat perintah-perintah secara lengkap ketik saja:
$ man busybox
Pada kasus-kasus tertentu mungkin perintah-perintah seperti fdisk, fsck atau grub juga penting. Perintah ini bisa ditambahkan ke dalam initrd, sehingga kita bisa membuat initrd recovery sendiri. Jika ingin membuat bootable flashdisk sederhana bisa dengan initrd yang dimodifikasi bisa lihat disini. Kebetulan saya tulis beberapa waktu lalu.
Tapi saya yakin metoda ini juga bisa digunakan dengan menggunakan boot-cd linux apa saja. Pada isolinux opsi boot dapat diberikan dengan mengetikan nama label diikuti dengan opsinya, misalnya:
boot: install break=mount
Sepertinya dengan mengetahui cara-cara seperti ini paling tidak sedikit mempermudah hidup kita. Dan penghentian proses boot ini bisa dicoba pada system yang berjalan baik. Sama sekali tidak berbahaya asal saja tidak melakukan perintah-perintah semacam mkfs, fdisk atau perintah lain yang bisa merusak harddisk. Oleh karena itu pengetahuan dasar perintah linux/unix yang biasa dipanggil di terminal sangat baik untuk dikuasai.
Recent comments
4 weeks 4 days ago
7 weeks 6 days ago
8 weeks 7 hours ago
8 weeks 1 day ago
8 weeks 1 day ago
8 weeks 3 days ago
9 weeks 6 days ago
10 weeks 2 days ago
10 weeks 6 days ago
11 weeks 6 hours ago