Susahnya Linux itu Gagah.

Susahnya Lunux itu gagah ya ini adalah satu alasan linux new be untuk terus memeluk linux. Susah kok gagah ya tentu saja kalau ada jiwa petualang (aventurer), bayangkan saat kita lagi mendaki gunung susah yang didapat akan terbayar dengan pengalanman tak terlupakan, pemandangan yang indah, dan saat penaklukan puncak seperti penaklukan yang amat gagah. Kembali ke Linux saat kita berganti distro satu ke distru yang lain kita akan dapat keindahan tampilan dekstop yang lain, explorasi keragaman macam aplikasi akan memuaskan dahaga keingintahuan kita. Sulitnya linux itu elit (bukan elit politik lho) bayangkan seolah kita mengunakan apple yang exclusive dan mahal hanya sedikit orang yang memakainya (khan yang murah cuma apple malang, ipod nya saja mahal bagai mana dengan laptopnya), tentu saja bukan elit murahan (emang politikus) kalau kita menggunakan linux walaupun gratis, kita membayar dengan kesulitan-kesulitan yang kita temui di linux, sebagian kita yang pengetahuan telematikanya besar di microsoft terbiasa dengan praktisnya windows (peraktis dan kemudahan adalah ahlinya microsoft, tapi ini kan tidak gratis). Saya jadi ingat ketika Amerika mulai dilanda kerisis, media disana mengungkap alangkah borosnya orang Amerika dengan bahan bakar minyak, hingga kota-kota besar disana dinyatakan sebagai kecanduan patrol (patrol edict), di Indonesia pengguna komputer justru kecanduan kemudahan windows ( kita istilahkan saja Microsoft edict), dan parahnya lagi sebagian besar menggunakan software bajakan. Mungkin inilah penyakit pengguna komputer Indonesia. Dalam web site ini pernah ditulis bahwa pemerintah Indonesia mencoba menggunakan open office (OO) dan akhirnya menyebabkan stag. Saya menduga ini pasti disebabkan human error, ah maksud saya human macrosoft edict factor (khan belum error, maksudnya dengan tau windows akan lebih mudah belajar linux, kenapa tidak). Dan adalah bukan rahasia kalau hampir seluruh birokarasi,kantor-kantor baik negri atau swasta di Indonesia menggunakan windows(XP)( setttt! “ternyata sebagian besar juga masih yang bajakan”, wah penyakittttt).