Linux untuk generasi Mendatang

Ya, linux memang hebat. Walaupun saya masih pemula dalam dunia linux, tapi saya bisa merasakan bahwa linux adalah sistem operasi yang tangguh. Saya memang baru beberapa bulan menyentuh linux. Namun keinginan saya untuk menyentuh linux telah lama ada. Namun karena kondisi rumah saya yang jauh dari kota besar, membuat saya tidak bisa menikmati kehebatannya. Setelah saya kuliah di Bandung membuat saya bebas memilih distro yang saya inginkan. Sekarang saya mencoba OpenSuse 11.1.

Linux adalah sebuah sistem operasi yang aman, tangguh, dan handal, namun pertanyaannya sekarang adalah, mengapa kita masih banyak yang tidak mau memakainya? Banyak opini mengenai itu. Opini terbanyak adalah kerumitan dalam pemakaiannya. Ya, bagi orang awam, hal ini adalah masalah yang sulit dihindari, apalagi ketika kita sudah terbiasa dengan produk dari Microsoft, Windows. Banyak juga opini para linuxer yang mengatakan bahwa dengan mencoba (trial and error) harus tetap dihadapi ketika mempelajari linux. Ya, semua itu tidak salah. Namun, banyak orang yang tidak sempat mempelajarinya Masalah ini lebih sering dihadapi oleh orang-orang kantoran yang harus sibuk seharian dengan pekerjaan mereka. Tidak ada lagi waktu untuk mempelajari linux, atau pekerjaan mereka akan terhambat. Tapi kan, cuma untuk mengetik saja? Kan bisa di openoffice.org? Ya, memang bisa, hanya saja mereka hanya sudah merasa "nyaman" dengan sistem operasi Windows. Itu yang membuat mereka tidak mau memakai linux. Sama seperti kita yang terbiasa makan nasi di Indonesia, ketika kita hanya disuruh makan roti seharian (budaya barat), kita merasa tidak benar-benar "makan", ya karena itu tadi, kita tidak makan nasi.

Daripada mempermasalahkan opini di atas, lebih baik kita mencari solusi. Ini akan jauh lebih baik daripada berdebat seharian. Ketika kita melihat permasalahan di atas, kita bisa menyimpulkan satu hal: "mereka tidak terbiasa". Bagi orang-orang yang punya banyak waktu, hal ini tidak menjadi masalah. Mereka belajar menjadi biasa. Kata "tebiasa" adalah kata kuncinya. Agar seseorang menjadi terbiasa, kita harus memulai membiasakannya dari awal. Demikian juga dengan pemakai linux. Sekolah-sekolah dan anak-anak adalah target utama dalam usaha membudayakan linux. Bahkan sejak SD, kitasudah bisa mengajarinya. Untuk itulah peran serta sekolah menjadi sangat penting. Ketika kita mengajari anak-anak memakai linux, mereka akan terbiasa dengan linux. Saat ini, kebanyakan sekolah masih enggan memakai linux. Padahal, bagi anak-anak tidak perlu hal-hal yang advance. Bahkan anak-anak SD masih belum memerlukan bahasa pemrograman. Mereka hanya perlu mengenal sistem operasi atau jika memang ada tugas, ya paling sekedar belajar mengetik.Yang terpenting mereka terbiasa dan jatuh cinta dengan linux. Kelengkapan aplikasi dalam suatu paket distribusi linux akan menentukan secepat apa anak-anak mencintai linux. Jadi salah dong memperkenalkan linux pada orang dewasa? Tidak salah, hanya saja kita memilih orang yang kurang tepat dalam mempelajari linux sejak awal. Anak-anak adalah masa depan. Mereka adalah gambaran dari ajaran kita. Jika kita mengajari mereka baik, mereka akan belajar menjadi baik. Jika kita mengajari mereka linux, mereka akan mengerti apa itu linux. Saya juga bermaksud memperkenalkan linux pada adik-adik saya, mumpung mereka juga masih anak-anak. :D dan anda juga bisa memperkenalkannya pada adik anda tentunya. Tinggal bagaimana kita bisa semaksimal mungkin menjangkau dan memperkenalkan mereka pada linux.

Ini sedikit opini dari saya, semoga bisa membantu dalam pengembangan linux bagi generasi mendatang.