Samba Primary Domain Controller

0

Tulisan ini sebenarnya saya buat untuk tugas sekolah, tapi sayang sekali saya telat mengumpulkan tugas ini, daripada tidak terpakai lebih baik saya tulis ke dalam blog saya.
http://teddymaulana.wordpress.com
Samba PDC pada jaringan warnet sangat berguna untuk mengatur login para pengguna internet, setiap pengguna internet di sebuah jaringan komputer yang menggunakan samba PDC ini harus mempunyai username dan password-nya masing-masing karena hanya username yang telah terdaftar di samba PDC yang dapat login pada komputer. Username yang telah terdaftar dapat login di komputer mana saja yang telah terdaftar nama komputernya di samba PDC.

Topologi

Untitled-1

I. Konfigurasi Samba PDC

1.Instalasi Samba

#Apt-get install samba

2.Konfigurasi file smb.conf

Pindah pada direktori /etc/samba

#cd /etc/samba

Buka file smb.conf dan konfigurasi sesuai dengan konfigurasi pada samba PDC dibawah ini :

[global]

server string = sever warnet

netbios name = server

workgroup = warnet

encript password = yes

domain master = yes

local master = yes

preferred master = yes

os level = 65

security = user

domain logons = yes

logon path = \\%L\profiles\%u\%m

logon script = logon.bat

logon drive = Z:

logon home = \\%L\%u\win_profiles\%m

time server = yes

add user script = /usr/sbin/useradd -d /dev/null -g 100 -s /bin/false -M %u

[netlogon]

path = /usr/local/samba/lib/netlogon

writeable = no

browseable = no

[profiles]

path = /usr/local/samba/lib/roaming

writeable = yes

browseable = no

create mask = 0600

direktory mask = 0700

[homes]

readonly = no

browseable = no

guest ok = no

map archive = yes

server string ;nama server

netbios name ;nama mesin yang akan dijadikan primary domain

controller.

Workgroup ;nama domain

domain master,local master, preferred master ; ketiga parameter ini menentukan agar samba menjadi master browser.

Os level ; diset 65 , biasanya diset lebih besar dari system lainnya dalam domain.

Security ;diset user agar samba user memerlukan username dan password dalam mengakses samba server

Domain logon ;agar samba server menangani proses logon ke domain.

Logon path ;parameter ini memberitahukan kepada server dimana samba harus meletakan roaming file

logon drive=H: ;artinya home directory user yang ada pada Samba

akan di mapping pada drive H pada computer klien logon drive = H: , artinya home directory user yang ada pada Samba

logon home ; menunjukan home direktori dan roaming profile pada system windows.

Pada file konfigurasi samba juga terdapat tiga buah share atau section konfigurasi, yaitu netlogon, profiles, dan homes, yang masing-masing share ditandai dengan [netlogon],[profiles], [homes].Pada share atau section [netlogon] tedapat beberapa definisi parameter. Parameter path menentukan lokasi direktori share netlogon, pada contoh ini penulis mendefinisikan parameter path dengan /usr/local/samba/lib/netlogon. Direktori netlogon ini nantinya akan menjadi repositori script atau file yang akan dieksekusi pada saat logon ke domain yang biasanya disebut dengan logon script. Masih pada share netlogon, parameter writable = no, menyebakan user tidak dapat menulis ke directori /usr/local/samba/lib/netlogon. Dan parameter browsable = no, parameter ini menyebabkan user tidak dapat melihat share tersebut. Share berikutnya yaitu [profiles] , share ini digunakan oleh windows NT/2000/XP untuk menyimpan roaming profile. Pada share terdapat parameter path yang menunjukkan lokasi direktori pada samba server yang nantinya digunakan untuk menyimpan roaming profile setiap user yang logon ke domain dari komputer client dengan sistem windows NT/2000/XP . Share lain berikutnya yaitu [homes], share ini menunjukkan home direktori user pada samba server yang hanya akan tampak oleh user masing-masing. Share ini diperlukan agar parameter logon home dan logon drive berfungsi.

3.Mendaftarkan Account komputer klien.

debian:~# useradd -d /dev/null -g 100 -s /bin/false -M client1$

debian:~# useradd -d /dev/null -g 100 -s /bin/false -M client1$

-d home_dir : Untuk menentukan user login direktori

-g default group : nama group atau ID untuk user baru

-s default_shell : nama dari login shell user baru

client1 dan client2 adalah nama computer klien

$ : tanda ini penting untuk membuat account computer klien

debian:~# smbpasswd -a -m client1$

debian:~# smbpasswd -a -m client1$

4.Mendaftarkan user administrator dan user biasa

- menambahkan user administrator

#smbpasswd –a root

- menambahkan user biasa

#useradd –d /home/teddy –s /bin/bash –m teddy

#smbpasswd –a teddy

debian:~# smbpasswd -a teddy

#useradd –d /home/maulana –s /bin/bash –m maulana

#smbpasswd –a maulana

debian:~# smbpasswd -a maulana

Untuk lebih jelasnya dan cara menggabungkan client windows pada domain linux kunjungi http://teddymaulana.wordpress.com