Dilema Migrasi Pasca Sweeping

Semenjak jaman rame-ramenya sweeping warnet oleh aparat kepolisian berimbas kepada telah bermigrasinya beberapa warnet ke opensource dan sebagian kecil memakai Windows legal dengan eulanya.Keberanian kita bermigrasi sebenarnya perlu diacungi jempol betapa tidak,resiko berkurangnya pendapatan dan resiko pemakaian OS baru yang bahkan mungkin kita belum begitu faham seluk beluknya, termasuk troubel shooting dan maintenance.Serta kesabaran kita menghadapi user user yang notabene berkeluh kesah di depan komputer karena bingung dengan apa yang mereka hadapi,ternyata "beda" dengan biasanya,mungkin hanya perbedaan namun seringkali mereka langsung ambil sikap "nggolek gampange" dan "sing biasane wae"
Migrasi juga tantangan besar bagi warnet yang dimana komunitas dia berada ternyata masih ada beberapa warnet yang memakai aplikasi bajakan dan mencari keuntungan dari situasi ini dengan berani mengambil resiko jikalau sweeping menerpa.
Sungguh dilema bagaimana jeritan beberapa temen pengusaha warnet yang baru saja bermigrasi entah karena kesadaran ataupun "terpaksa" akan tetapi langkah berani mereka tidak didukung oleh komunitas warnet disekitarnya yang tetap mempertahankan "keilegalan OS" mereka.
Lebih dari itu, dulu tanpa ada peringatan yang "jelas" beberapa warnet tempat saudara2 kita mencari nafkah telah di razia........bagaimana dengan sekarang?

ToNie CoSe
KPLI Semarang
http://semarang.linux.or.id
http://kampungan.web.id/cose
Leading by Learning, Doing and Teaching

Comments

Comment viewing options

Select your preferred way to display the comments and click "Save settings" to activate your changes.

>< Dilema Migrasi Pasca Sweeping

Selamat berjuang demi Kebenaran,

Turut prihatin apa yang terjadi di daerahku. di saat di lain daerah Warnet sedang bangganya berlomba lomba bermigrasi ke Open source, yang terjadi di daerahku malah sebalik nya, berlomba lomba kasak kusuk cari backingan mulai dari Polres & Oknum DPRD , Polwil, bahkan berusaha sampai Polda agar terbebas dari Sweaping.

Sementara yang sudah Siyap Migrasi Ke Open Source justru jadi gigit jari, lantaran user lebih memilih yang biasanya.

Bahwa kebenaran Harus tetap di Tegak kan. Mulailah punya rasa malu memakai Software Bajakan.

turut prihatin juga

memang sudah jadi kebiasan orang indonesia ( mungkin ), acuh tak acuh kepada sesuatu yang aneh dan jarang ditemui,apalagi sampai harus bekerja dengan yang aneh tersebut. padahal kalau mau jujur waktu mereka belum kenal win , mereka juga mereka bilang aneh.btw mari gemakan semangat OPENSOURCE agar orang - orang yang mau belajar dan terus belajar, bahwa linux itu bisa dipelajari . orang ilmu yang tak kasat mata aja bisa dipelajari (contoh : ilmu santet , ilmu kebal,dll) viva OPEN SOURCE!!!

Bingung

kebetulan gw juga pengelola warnet yg modalnya pas-pasan, lagi nyoba-nyoba linux, rada rumit juga yah, bingung nih

Booting langsung dari hard disk

Hallo, baru sekitar 1 jam lalu saya pasang SuSE 9.2 di PC saya. Dual Booting dengan WinXP (buat jaga-jaga kalo gagal). Kenyataannya sukses sih, tapi kenapa harus boot terus pake CD-1nya SuSE yah?

Kalo CD-nya dikeluarkan, cuma muncul tulisan grub. Dan gak muncul apa-apa lagi. Gimana nih?