Ini adalah sebuah ilustrasi pendek tentang komputasi personal dan apa yang saya butuhkan untuk desktop kerja saya. Saya akan memulainya dari apa yang bisa saya bayangkan jika saya punya sebuah meja kerja tanpa sentuhan teknologi informasi, misalnya kondisi sekitar 20 tahun yang lalu.
Pada meja kerja saya setidaknya ada beberapa barang untuk mendukung pekerjaan dan keseharian saya di kantor, atau setidaknya apa yang terbayang akan ada di meja saya yaitu:
- Buku-buku catatan, tempat saya memeriksa jadwal harian, laporan keuangan pribadi, bahan presentasi, dan lain-lain yang butuh dicatat.
- Pigura foto, tempat saya meletakkan foto keluarga tersayang
- Koran,majalah atau jurnal-jurnal penting yang perlu saya baca
- Remote control Multimedia player
- Telepon/Fax/Mesin ketik elektronik
Yang standar paling tidak itulah yang akan ada di meja kerja saya. Sebenarnya saya ingin mengoptimasi konsep kerja nir-kertas (paperless work), tapi untuk beberapa hal kita toh ternyata tetap butuh printer/fax, meskipun ada banyak sekali konsep tersebut bisa diterapkan.
Untuk itu saya hanya membutuhkan, sebuah Multimedia Workstation, dengan speaker dan printer terhubung. Sistem operasi apa yang saya butuhkan? Saya pilih Linux daripada lainnya, dengan pertimbangan harga (jelas ah!) dan tantangannya.
Prosedur Instalasi
Saya pilih yang paling mudah saja. Saya dengar dari teman tentang LiveCD, maka saya pilih-pilih dulu liveCD Linux yang kira-kira menurut beberapa referensi di internet cukup lengkap. Saya ambil dua PCLinuxOS dan Knoppix. Sebab saya maunya lengkap tapi mudah instalasinya. Kemudia akhirnya saya pilih PCLinuxOS karena mudah instalasinya, dan ambil paket yang kurangnya pun mudah sekali dengan PC terhubung koneksi broadband. Keuntungan saya cuma koneksi broadband, dan ini menolong sekali untuk PC saya dengan spesifikasi agak berumur. Cuma butuh waktu kurang dari 1 jam untuk instalasi ternyata.
Setelah Linux terinstalasikan, dengan aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan, maka hasilnya adalah sebagai berikut:
- Office Suite
Untuk mengerjakan pekerjaan harian saya gunakan openoffice.org, suite pilihan yang makin bagus kinerjanya dari waktu ke waktu. Apakah pilihannya hanya itu? Tentu tidak, untuk wordprocessor, saya masih bisa abiword dibanding kword. Untuk spreadsheet saya masih bisa pilih gnumeric dibanding kspread. Orang bekerja dengan M$ Office dari Windows, tak akan bikin saya gusar, karena toh saya masih bisa bertukar data. Openoffice atau abiword membaca dengan baik dokumen .doc, sementara sebaliknya saya selalu mengirim orang dokumen-dokumen saya dengan mengekspor format openoffice ke format pdf. Format pdf saya dapatkan langsung dari openoffice.org tanpa saya perlu membeli adobe acrobat lagi.
- Personal Information Manager
Saya gunakan Kontact dari KDE. Kontact akan mengorganisasikan jadwal kerja, email dan catatan-catatan kecil saya dengan baik dan terintegrasi. Kontact sebenarnya menggabungkan personal information manager dengan Kmail (untuk email), knotes (untuk catatan-catatan kecil) dan membuat ringkasan (summary) dari aktivitas tiap-tiap aplikasi gabungan tersebut. Knotes berfungsi seperti kertas post-it, dengan warna meyala kuning, dan bisa saya tempelkan di bagian manapun dari desktop saya. Catatan-catatan kecil ini juga bagian penting dari keseharian saya, dan saya bisa mendapatkannya dengan mudah, membaca ringkasan apa saja dan kapan saya buat catatan itu di personal information manager saya. Saya sudah dapatkan jadwal tahunan tanggal merah dan libur kerja dari milis, maka semua saya isikan ke dalam Personal Information Manager saya tersebut. Tidak repot karena toh itu hanya pekerjaan setahun sekali dan ada banyak gunanya untuk mengatur jadwal saya yang lain selama setahun penuh. Dan itu bisa saya lakukan tanpa harus meletakkan Kalender meja atau melihat Kalender dinding.
- Baca Berita
Sarapan pagi saya adalah koran pagi, beberapa majalah mingguan dan jurnal-jurnal langganan saya. Di era internet, saya dayagunakan semua yang sudah ada di internet, karena semua koran, majalah dan jurnal-jurnal saya sudah ada di internet sekarang. Tapi dengan melimpahnya informasi, saya gunakan filter. Saya tidak punya waktu seharian hanya untuk membaca semua berita, maka saya harus mengorganisasi berita atau jurnal yang mau saya baca dengan prioritas dan pemilihan. Saya gunakan RSS (Realy Simple Syndication) Feed, dan untuk soal ini, saya cukup mengunjungi web agregator syndic8 atau newsisfree. Hasil pencarian RSS Feed itu saya kumpulkan dan organisasikan dengan aKregator atau Liferea. Jadi tiap pagi paling tidak saya bisa memilih dulu berita-berita yang mau saya baca dan mengunjungi situs-situs favorit saya, tanpa harus memeriksa halaman depannya (yang biasanya berjubel iklan), baca berita yang perlu dibaca, jurnal yang perlu dibaca. Kadang sebuah headline malah sudah cukup memberi saya informasi tanpa saya perlu membaca isi beritanya saat itu juga. aKregator membuatnya jadi mudah karena berita yang saya baca langsung bisa saya browse disitu juga sebagai tab-tab baru (dengan menggunakan engine Konqueror), hanya kalau perlu saja saya gunakan eksternal browser (misalnya Firefox atau Opera).
- Multimedia Player
Untuk memutar mp3/ogg saya gunakan xmms atau amarok, sementara cd music saya gunakan kscd atau gcd. Itu bukan hal terlalu bermasalah, karena saya toh bisa gunakan xmms juga buat memutar cd music, file mid atau wav. Jika ada video file, vcd atau dvd yang perlu saya lihat, saya akan gunakan mplayer atau xine.
- Telepon/Fax/Printer
Jika sebuah dokumen telah selesai saya ketik atau kerjakan, saya bisa melakukan proses berikutnya, membuatnya jadi pdf baru mengirimkannya ke teman saya atau langsung mengirimnya ke fax, tanpa perlu mesin fax karena PC saya sudah berisi fax/modem internal terinstall. Untuk berhubungan dengan teman saya, saya gunakan banyak kanal: yahoo messenger, aim, icq atau msn (meski jarang teman msn saya). Ada juga jabber server yang bisa saya pasang sendiri, tapi rasanya teman saya lebih banyak menggunakan icq atau yahoo messenger, dan saya gunakan Gaim daripada Kopete (artinya saya punya pilihan untuk instant messenger client). Karena koneksi internet saya pita-luas (broadband), maka saya bisa agak leluasa jika mau kontak teman saya ala voip dengan Skype. Dengan kualitasnya lebih bagus daripada voicechat Yahoo, dan saya cuma perlu headset dengan microphone. Sedangkan jika perlu teleconference saya bisa gunakan GnomeMeeting. Tidak ada yang istimewa dengan printer, selain driver-nya. Saya cuma perlu mencari printer yang drivernya sudah tersedia di Linux, dan itu bukan hal yang sulit didapatkan, INKjet dan Laser Printer saya bisa bekerja dengan baik, itu sudah cukup buat saya.
- Desktop Multifungsi
Karena waktu saya padat dengan kerja, sering saya tidak sempat membuka satu-satu semua aplikasi yang saya butuhkan. Maka saya membuat prioritas lagi dengan meletakkan hal-hal penting di desktop kerja saya. Jadi begitu komputer saya hidupkan dan saya sudah login ke desktop, maka segera apa saja yang menjadi prioritas dan apa yang saya perlu tahu sudah ada di desktop kerja saja. Untuk itulah saya perlu Karamba. Dengan Karamba saya bisa meletakkan pigura foto keluarga di desktop kerja saya, jadi di sela-sela waktu kerja saya bisa show desktop dan membasuh kangen pada keluarga dengan foto di desktop, tanpa perlu membuka aplikasi image viewer lagi. Pada desktop juga saya pasang Kalender dan RSS Feed yang paling penting buat saya. RSS Feed lainnya saya pasang sebagai applet berjalan dengan Knewsticker, sehingga semua berita dari kanal-kanal berita/jurnal yang perlu saya baca, akan berderet sebagai teks berjalan di desktop saya.
- Backup Data dan Portabilitas
Untuk backup data, atau jika membuat data siap digunakan dan portabel saya biasa gunakan cd, sementara data pribadi saya letakkan di usb flashdrive. Saya kumpulkan semua data, dan membakarnya di Combodrive saya dengan K3B, mudah dan cepat. Itu juga berlaku untuk foto-foto yang saya download dari Kamera Digital saya. Semua bisa saya atur dengan Digikam. Karena saya kurang mengerti programming, foto-foto tersebut saya upload saja ke galeri-galeri bebas bayar yang tersedia di internet. Tapi kemudian saya bikin situs web sendiri, dan menemukan instalasi galeri mudah, maka semua saya pindahkan ke situs web pribadi saya.
- Ebook
Ini adalah tambahan saja. Perkembangan jaman membuat banyak buku bisa dibawa kemana-mana, maka saya selalu membawa beberapa ebook di dalam perangkat portabel saya (usb flash, cd, pda atau notebook). Ada beberapa format yang populer, tapi saya pilih pdf daripada chm. Meski demikian chm tetap bisa saya baca dengan Gnochm daripada dengan xchm. Tidak ada bedanya dengan pdf yang bisa saya baca dengan Adobe Reader daripada dengan Kghostview atau xpdf.
Nah, siapa bilang Linux tak siap sebagai desktop? Instalasi sulit? Sudah begitu banyak liveCD, atau bahkan sekarang sudah liveDVD. LiveDVD Linux seperti Knoppix 4.0 Maxi, yang membuat kita seolah sedang membawa mirror debian berjalan dengan itu, terbayang 4 GB OS dengan aplikasinya terpasang dan bisa di remaster sebagaimanapun yang kita butuhkan. Saya cuma butuh waktu belajar yang tidak lama, hanya untuk pakai semua itu. Sekarang setelah beberapa waktu, saya sudah lebih seimbang dan merasa bebas (setidaknya dari ketergantungan dan kemalasan). Apakah software berbayar saya tinggalkan sepenuhnya? Ternyata belum, tapi tidak semua perlu saya beli untuk isinya meski juga tidak perlu membajak, karena opensource software (OSS) yang saya butuhkan juga banyak yang tersedia di atas sistem operasi berbayar saya.
Recent comments
3 days 11 hours ago
3 days 13 hours ago
4 days 4 hours ago
4 days 4 hours ago
4 days 4 hours ago
4 days 4 hours ago
4 days 5 hours ago
4 days 5 hours ago
4 days 9 hours ago
4 days 16 hours ago