Warnet saya telah melakukan migrasi full ke linux 3 bulan yang lalu dengan VectorLinux sebagai client dan redhat 9.0 sebagai servernya.
sebagai fasilitas chatting webcam saya telah menginstalasi GYach E disemua client. Masalahnya adalah setelah migrasi ini jujur aja pendapatan warnet turun drastis. dari Rp. 250.000 s.d 300.000 /hari hingga hanya 50.000 s.d 85.000,-/hari.
ini karena user lebih memilih warnet yang masih bertahan pada M$ Windows. sudah banyak trik yang saya lakukan untuk mengembalikan user sampai tutunin harga segala tapi tetap aja gak ada yang pakai. Karena memang saya harus akui sangat sulit merubah kebiasaan Netter yang telah lama dimanjakan oleh M$ Windows.
Mungkin kawan2 bisa memberikan solusi tentang hal ini, paling tidak trik-trik khususlah untuk bisa tetap bertahan dengan linux. Yang penting bisa menutupi BOP tiap bulannya ajalah.
Apakah saya harus paksakan warnet kembali ke M$ Windows setelah terlanjur cinta pada linux? Bingung nih....tolong dong..
Comments
re:pencerahan warnet berbasis linux
install aja aplikasi yang memungkinkan tampilan dari linux mirip dengan win.untuk downloadnya saya kurang tau.Dan juga sbenarnya netter itu sendiri tidak suka dari segi mananya linux yang jadi masalah pokok utamanya.
By:xcriptxer
Re: re:pencerahan warnet berbasis linux by xcript
dari segi namanya mas, kekekke...kadang user blom maen, blom apa-apa denger kata linux udah jengah duluan...
Mungkin sedikit triknya gini aja, idenya om xcriptxer bisa dicoba tuh pake icon yg kek windows (contoh: KDE XP: www.kde-look.org/content/show.php?content=1499) trus ga usah kasih tau user dulu bahwa osnya pake linux, ntar klo user dah selesai baru tanya, gmn rasanya pake linux....
- Zarathustra -
Keep Going dengan idea ini ok
Mas abi, coba gunakan ini: (untuk meramaikan warnetnya)
1. Tetap Beli 1 Software original windows XP Home edition Rp 800 ribu
sebagai server sharing, dan ini untuk terima:
a. Scanner
b. Printer Foto (ukuran R4) Pajang Fotonya di setiap sudut ok
c. Burning CDrom (CDRW) buat aja gratis
d. BlueTooth
2. untuk Clientnya, udah tepat, pakai si Vector Soho 5.0
tambahin aja Opera Browser,buat menu programnya seperti windows
XP (kmenuedit), terus masukkan program yang penting aja di menu
tersebut: Xchat(Mirc), Gimp(PhotoShop),Xmms (Mp3), Gyach (Y!M)etc
Jangan terlalu banyak menu (user bingung)
3. Pasang Sound CARD, supaya bisa denger music, dan si Gyach punya
bell, serta audiblenya bisa terdengar suaranya ok
4. Sementara ini ajarin user2 yang pakai internet, pasti deh mereka
seneng diperhatikan kebutuhannya (jangan kasih ke operator dulu)
5. Terakhir, kita tunggu aja SWEEPING dari Polisi, terhadap pesaing2
kita yang menggunakan windows bajakan. (Aku udah ndak Sabaran)
oh yah, aku kemarin dapat neon Box dari microsoft (beli 1 XP home edition), daftar di www.microsoft.com/indonesia, download registrasi
warnetnya, baru kirim ke Magenta JKT....ok
Sekarang aku gunakan Windows XP home, sebagai internet sharing, dan Clientnnya Pakai Linux Vector, terus ditambah Lampu Neon Box......
Lumayan rame kok
Twins Net (LEGOS....Linux mix with Microsoft)
Dukuh Kupang 25/2a
Surabaya
KEEP MOVING, Good LUCK
RE: Pencerahan buat warnet
Saya punya pengalaman tersendiri di daerah, sejak pertama kali saya menawarkan migrasi ke linux dengan pemilik warnet, Saya selalu menekankan bahwa sesuatu yang dirasa aneh dan sulit bagi user akan membawa dampak warnet bisa di tinggalkan oleh user sehingga cara/solusi yang bisa di lakukan adalah membuat linux tampil dengan gaya M$, maksudnya adalah kemudahan/kemanjaan yang di tawarkan adalah mirip dengan M$. Sebagai solusi termudah saya menggunakan Xandros 3.0 yang dari awal di buat memang idenya cocok dengan keingianan saya. Mengapa Xandros? salah satunya bila diperhatikan aplikasi Xandros Manager/File Manager yang di tawarkan mirip dengan explorer M$. Untuk aplikasi chatting saya tetap menggunakan MiRC dengan emulator wine, untuk aplikasi YM saya install yang untuk Linux. Untuk browser saya install firefox yang sudah cukup populer bagi pengguna windows dan linux. Tinggal mengatur nama2 icon yang bisa mengarahkan user, misal nama "firefox" di ganti dengan "Browser Internet" dsb. Tombol start menu dan sususan menu dah mirip M$ jadi user nggak banyak nanya dan sampai sekarang warnet tsb tetap mendapatkan pemasukan antara 200-300rb sehari. Tidak ada penurunan, kuncinya adalah pelajari karakteristik user secara umum. Setelah 2 bulan YM saya ganti dengan GAIM dan nampaknya user jadi semakin enjoy dan tahu kelebihan GAIM meski untuk webcam dan voice belum di support (kecuali gaim-vv). Jadi jangan memaksakan user yang sudah terbiasa dengan M$ untuk beradaptasi dengan linux karna itu akan sangat sulit tapi triknya adalah adaptasikan secara bertahap caranya adalah seperti yang saya sampaikan di atas. It just a tricks. Mudah2an ide saya bermanfaat.
Salam
DNF
Mas Zarathustra, tolongin
Saya pengin bisa install vector SOHO dengan tampilan XP seperti yang mas Zarathustra jelaskan. Mohon diajari gimana caranya install. Betul sih dengan skin/tampilan XP user warnet tidak kaget dengan pergantian windows ke linux, taunya dah browsing dan ternyata sama saja bahkan terasa lebih cepet aksesnya :)
thanks be4
Re: Linux tampilan XP
Mas jokowi download iconnya dari link yg saya udah kasih diatas klo di VL ntar pake root tinggal extract folder iconnya (kde_xp) ke /opt/kde/share/icon/ klo ga salah (sorry lagi di notebook jadi ga isa liat folder persisnya) abis itu tinggal ganti via control center aja. Tampilannya ntar kira-kira kek gini http://photobucket.com/albums/b92/guestadm/ (saya sendiri lebih menyarankan mas jokowi ganti start buttonnya dan beberapa icon seperti ie, word, excel, dan beberapa icon lainnya karena klo diurut-urut sedikit bermasalah dengan hak cipta (tapi masa iya seh polisi masalahin sampe ke urusan icon segala), mungkin bisa seperti start button di skrinsut ini http://photobucket.com/albums/b92/guestadm/ragnarok/ )
- Zarathustra -
Persiapan Migrasi jangan terlalu mendadak
Sejak pertama saya kenal Linux(1999), saya sudah punya firasat kalau inilah sistem operasi masa depan, walau saya tidak menggunakannya waktu itu, tapi saya terus memikirkan apa yang bisa dilakukan sebelum Linux menjadi kewajiban(karena aku nggak pengen beli lisensi ms), secara berkala saya mencari cd-cd dan informasi di internet tentang apa yang biasa disertakan di OS Linux kemudian mencari aplikasi yang sama di windows, seperti Mozilla, firefox, gaim, xchat, openoffice, abiword, nah aplikasi2 ini selain ada di linux juga ada hampir di semua sistem operasi PC seperti win, lin, solaris, bsd, beos, dll.
Jadi karena dari awal sudah memikirkan akan mengarah kemana nanti os yang dipakai ke depan, jadi sejak mozilla saya sudah biasakan user untuk menggunakan itu, sampai keluar firefox(dulu firebird) saya ganti mozilla dengan firefox karena lebih ringan dan lebih gesit, Opera hanya opsional(karena firefox gak bisa buka 17tahun.com :P, dan ada bannernya), mirc juga tidak saya biasakan untuk user, xchat untuk windows kan ada, dan untuk mengetik saya sangat menyarankan abiword(ms word tidak diinstall, sedangkan openoffice berat walau diinstall tp tak disarankan), dan wallpaper juga selalu saya pakai yang berbau linux.
Tapi, mungkin semua ini saya bisa terapkan ke user karena memang di kotaku warnet masih sangat jarang, tapi kalau warnet-warnet yang dikota dengan warnetnya yang banyak mungkin bisa saja sih asal bisa menjalin komunikasi antar pengelola warnet untuk standarisasi.
Nah sekarang warnetku sudah menggunakan linux, userku tidak kaget dengan apa yang mau diklik untuk browsing, chating, dan mengetik(membuka dokumen word). soal tampilan, tidak harus mirip betul, seperti tombol start misalnya, userku dari dulu tidak dibiasakan untuk mencari program dari tombol start :) semua yang sering digunakan langsung ambil dari desktop.
nanti disambung, flu nih
|/\|--Pasid.Linux.or.id--|/\|--KPLI Padangsidimpuan--|/\|
Mungkin waktu yang memaksa mendadak
Kalau sekarang ini mungkin tidak tepat lagi untuk menerapkan seperti yang telah saya utarakan di atas. Bisa jadi karena desakan sweeping, atau mungkin perasaan berdosa telah membajak bisa juga karena sudah kepingin migrasi tapi tak teringat seperti yang telah saya buat :), atau mungkin memang baru buka warnet dan pengennya linux.
Kalau sudah begini kasusnya, seperti yang telah dikisahkan dari pengalaman Dani Firman Syah di atas saya rasa bisa membantu, karena tak sempat lagi untuk berwindows, ya berusahalah untuk mengingat-ingat seperti apa tampilan windows dan berusahalah untuk membuat linux anda semirip windows. Seperti Dani Firman Syah menggunakan Xandros 3.0 (walau mungkin ada masalah di lisensi ya), tak apa, masih ada yang lain seperti FreeSpire(linspire/dulu lindows yang gratis) atau menggunakan distro yang dibuat oleh Dani Firman Syah sendiri :).
Yang menjadi masalah bagi user seperti hanyalah tampilan dan penamaan, misal untuk browsing yang selama ini tangan user selalu otomatis ngeklik dua kali ikon Internet Explorer, ya buat lah ikon Firefox dan naanya menjadi seperti itu. Kalau sudah dibuka toh user akan tetep browsing, dan menurut pengalaman saya, firefox memang jauh lebih enak ketimbang IE, nah pas user merasakan perbedaan ini lah kita bisa jelaskan kalau yang enak itu memang bukan IE beneran, tapi Mozilla Firefox. Setelah kira kira user sudah mulai tahu kalau yang enak itu firefox mulailah untuk membuat ikon firefox di desktop, tapi ikon IE biarkan saja dulu, sambil tetap menyarankan user membukan firefox, pelan-pelan saja. Beberapa bulan kemudian mungkin user sudah mulai mengenal betul Firefox, coba dihilangkan ikon IE dibeberapa komputer(kalau clientnnya banyak).
Nah tadi kita bicara firefox, untuk chatingnya juga bisa menerapkan seperti yang diatas. Dan menurut pengalaman saya juga, user yang menggunakan X-chat mengatakan xchat memang lebih mudah dan lebih simple ketimbang mirc yang sekarang ini. Ini menurut pengalaman ya soalnya dulu juga saya menyediakan mirc kok. Ya user tentunya harus diajari donk. untuk tampilan dan interface xchat bisa kok dibuat seperti mirc, misal untuk membukan dialog message tidak perlu klik kanan lagi, cukup double klik aja di nick yang bersangkutan. dan untuk pengganti menu favorite di chat bisa menggunakan menu Server(kalau rajin bisa ubah di source codenya) di menu server kan ada menu Edit This Menu... nah pelajari lah.
Untuk Y!M, kalau ini memang harus dengan ketelitian dan kesabaran untuk membantu user menggunakan yang tidak biasa, dan jauh berbeda dengan apa yang sering mereka gunakan, sabar aja dan berjuang lah, userku malah lebih suka pake GYach-E/Gaim-VV kok sekarang.
Tapi semua berpulang ke Tuhan yang membagi rejekinya, kita tinggal menjemput kok, juga ke pemilik/operator/sysadminnya warnet sendiri. Yang paling utama memang di pihak warnet lah yang harus berusaha keras dulu untuk memahami systemnya sendiri, baik dia menggunakan linux atau windows sama saja kok, banyak warnet yang saya lihat tutup karena memang dari pengelolanya yang tidak bisa memberikan solusi kepada usernya dikala user mendapat masalah ketika menggunakan komputer di warnet itu. Jangan berhentilah belajar dan kembangkan terus pengetahuan, dan memang kita harus benar-benar menguasai system kita,(kalau di windows nggak bakalan terkuasai deh, yakin). nah sebagai contoh, misal user dapat masalah, seperti tidak bisa membuka dokument wordnya, nah yang paling perlu itukan isinya, misal isinya berita dan kemungkinan besar filenya rusah separoh jelas program pembukanya seperti wordpad, abiword jelas tidak bisa, kalau saya akan mencoba membukannya dengan menggunakan notepad kalau di windows setelah terbuka kopi paste isi texnya saja, selesai user senang. nah kalau di linux saya gunakan cat file-anu.doc >anu.txt, nah dari sini bisa dibuka dengan abiword lalu buang karakter aneh yang ngikut. dan masalah-masalah aneh sangat sering dijumpai, contoh lain, kalau user mengattachment filenya dan terlalu lama mengetikkan message, biasanya yahoo akan meminta remove dan reattach kembali, nah walau user yang inggrisnya fasih masih sering kelabakan dan menjerit-jerit ketika ada pesan error :P. atau contoh lain ketika user mengattachment file gambar yang kebesaran misalnya untuk photo di berita, dan waktu attachment ERROR besar dari squid :) kebesaran filenya, ya kita harus bisa bantu user untuk mengecilkan gambarnya misl dari 1024x768px diturunin ke 640x480px dengan kompresi 75% kan lebih ringan dan cepat. masih banyak lagi kok.
Dan yang membuat user itu bertahan dan bertambah ke warnet kita bukan melulu dilihat dari sudut OS apa yang dipakai, tapi kesiapan pengelola untuk bisa membantu user dengan berbagai masalah yang dihadapi ketika menggunakan warnet kita. dan masih banyak trik dan tips untuk itu. seperti menyediakan file server(saya menggunakan samba tapi kalau memang dari awal cobalah gunakan FTP) untuk menyimpan file-file gambar dan hasil download user agar mereka tidak kehilangan apa yang telah selama ini mereka dapatkan(misal hilang karena install ulang).
nanti disambung lagi, ada yang mau lihat printernya.
|/\|--Pasid.Linux.or.id--|/\|--KPLI Padangsidimpuan--|/\|
Kalau memungkinkan Investasi lagi
Sekarang ini, berwarnet dengan system operasi dan software-softwarenya berlisensi yang legal sepertinya sudah menjadi kewajiban dan mengharuskan kesadaran sendiri bagi pelaku usahanya. Nah berwarnet ini tidak bisa dikatakan tidak sebagai bentuk usaha, yang namanya usaha/perusahaan tentu sudah wajib pula dengan yang namanya Modal, untuk berusaha kita harus punya modal, modal pengetahuan, modal uang, modal ijin, dan modal-modal yang lain. Jika anda termasuk orang yang tidak mau pusing dan termasuk juga orang yang "PUTUS ASA" dan menyerah untuk mengeluarkan sejumah dollar untuk membayar lisensi windows, ya, siapa yang melarang?, tidak ada. tapi kalau anda termasuk orang yang pantang menyerah dan punya otak lebih encer sedikit dari golongan putus asa, mungkin tidak ingin untuk menyumbang uang ke perusahaan yang dimiliki oleh orang terkaya di bumi. kenapa saya katakan menyumbang? ya karena memang produk yang mereka jual itu tidak bakalan habis atau berkurang, walau anda membayar lisensinya sebanyak jumlah atom yang ada di jagat ini(bahasa gampangnya "Penghabisan angka"). Saya rasa lebih baik anda membayar dengan yang tidak akan terbeli walau dihargai se"peghabisan angka" untuk produk yang serupa, seperti menyumbangkan pikiran/ilmu anda dan ide yang membangun untuk proyek2 opensource(produk serupa).
dari itu, cobalah berpikir kembali, membenarkan kalau yang namanya berusaha memang membutuhkan modal. Modal uang untuk investasi memang perlu, tapi jangan telalu dipaksakan, nanti malah mengganggu kesehatan, karena kesehatan itu masih yang lebih mahal lagi.
Perkembangan Linux yang begitu pesat dan meninggalkan jauh teman-teman OS lain membuat apa yang dibutuhkan oleh linux juga mau tak mau harus mengikuti, seperti kebutuhan hardware yang lebih besar modalnya, keenceran otak yang lebih, kesabaran mempelajarinya juga butuh lebih baik lagi dll. Apalagi anda yang ingin untuk menggunakan distro dengan versi yang terbaru. sepertinya anda harus siap untuk menyelaraskan dengan semua yang anda miliki(hardware dan pengelolanya). Mengganti CPU anda ke yang lebih tinggi harus dipikirkan, itung-itung akan menambah predikat warnet anda juga, dari menggunakan pentium II ke pentium 4 misalnya :). Memang harus tetap ada pegorbanan lah, tapi dibalik itu ambillah hikmahnya.
Ganti komputer ke yang lebih tinggi, gunakan linux sebagai subsidi silang pengganti investasi untuk software dan OS berbayar, keuntungannya lebih banyak, karena kebanyak OS terbuka merilis versi terbaru lebih cepat dari yang tertutup dan berbayar. contoh ya, misalnya anda mengupgrade komputer ke pentium 4 toh kalau pakai windows tetap akan sama ketika anda menggunakan pentium 3 tetep windowsnya sama, karena versi terbaru belum keluar, coba dengan linux lah misalnya, anda ganti ke pentium 4 nah anda sudah bisa melangkah dari fedora core 2 ke fedora core 4 lah misalnya lagi. :)
Tapi kalau anda jeli berhitung, tidak ada ruginya kok investasi lagi, toh semua ini untuk perbaikan dan kebaikan usaha warnet anda. Untuk upgrade kan tidak harus dengan yang baru.
|/\|--Pasid.Linux.or.id--|/\|--KPLI Padangsidimpuan--|/\|
Migrasi ke Linux kalah? bagaimana kalau Migrasikan Warnetnya.
Persaingan antar warnet yang semakin ketat di kota yang populasi warnetnya juga semakin rapat dan warnet anda yang migrasi ke System Operasi Linux juga semakin lemah untuk bersaing, mungkin anda sudah waktunya untuk memikirkan migrasi warnetnya, kembali merintis dan bersakit-sakit kembali mungkin lebih baik untuk mereka yang ingin menjadi nomor 1 daripada bersakit lama-lama mati juga.
Di Indonesia ini masih banyak kota-kota setingkat ibukota kabupaten yang belum ada warnetnya, kenapa anda tidak berpikir untuk lebih baik memigrasikan warnet anda?. di tempat baru dan perawan mungkin akan lebih mudah untuk menjadi nomor 1, kenapa? karena walau sehancur apa pun warnet anda kalau anda sendirian di kota itu ya tetap nomor 1, ya kan? dan mengajari orang yang belum pernah menggunakan akan lebih mudah daripada merubah kebiasaan orang yang telah menggunakan sesuatu yang serupa. Kebiasaan dan kecintaan orang terhadap system operasi windows tidak seperti membalikkan telapak tangan ketika anda ingin merubah kecintaan dan kebiasaan mereka ke linux. di tempat baru dan anda sebagai perintisnya mungkin akan lebih diterima dan tidak akan banyak yang membanding-bandingkan. Ketika mereka ingin mengenal internet lah misalnya, anda bisa mengatakan tanpa sungkan "Inilah Internet" tanpa harus memberitahukan kalau ini lah Linux, dan soal harga anda lebih bisa menentukan, seperti di kota saya, harga masih bertahan di Rp. 6.000/jam(1000/10menit). Untuk pertama mungkin kotanya kampung halaman anda bisa menjadi lirikan pertama, karena pendekatan sosial mungkin akan lebih mudah daripada di kota yang baru anda kenal dan anda belum mengenal karakter orang-orang setempat.
|/\|--Pasid.Linux.or.id--|/\|--KPLI Padangsidimpuan--|/\|
Ini pencerahan, kalau belum puas bisa ditambah 100 halaman lagi
masih mau pencerahan lagi?
|/\|--Pasid.Linux.or.id--|/\|--KPLI Padangsidimpuan--|/\|
:)
Iya.. sepertinya ada yang kurang..
Ada referensi program billing yang bisa di pakai ???
QurNain