FUD (Fear, Uncertainly, and Doubt), itulah yang katanya menjadi senjata bagi para pengusaha perangkat lunak propriety agar orang lebih memilih menggunakan produk mereka dibanding produk open source. Tetapi jujur itulah yang ada dalam benak saya sebagai user rumahan ketika mulai menggunakan distrobusi Linux sebagai sistem operasi bagi komputer saya. Bahkan sebelum saya tahu kalau ada istilah seperti itu, sampai akhirnya mendapati situs untuk mempelajari cara menggunakan OS ini.
Kalau dulu saya anggap FUD adalah hal yang wajar bagi pengguna seperti saya, dan saya merasa kalau ini adalah gangguan terbesar selama menggunakan distrobusi open source. Tapi setelah terbiasa dengan distrobusi yang saya gunakan, gangguan itu hilang dan malah saya merasa diuntungkan dengan adanya produk open source. Sekarang kalau ada orang tanya tentang FUD mungkin saya jawab: FUD? Sudah lupa tuh!
-- Kabuurrrrrrr --
Comments
FUD ?
Emang kenyataannya begitu kan ?
Untuk pengguna enterprise, FUD lebih menakutkan daripada kenyataan produk proprietary yg mereka beli mahal tapi masih banyak bug.
Buat pengguna rumahan nggak masalah pake produk open source. Kalo ada error tinggal install ulang / ganti produk lain. Kalo corporate/enterprise ? masa juga install ulang ? berapa biayanya ? trus berapa banyak waktu yang terbuang ?
re : FUD ?
buat saya untuk penggunaan enterprise justru lebih enak dengan opensource.ga perlu takut loh dgn FUD, mungkin kita manjadi takut karena ada keterbatasan kita akan ilmu pengetahuan opensource yang kita gunakan. kalau kita paham akan yang kita gunakan ga harus install 2x ulang lagi :)