Dari sudut pandang seorang power user mungkin akan sangat tidak setuju dengan judul tersebut, namun bagi seorang user biasa seperti saya tentunya akan berpikiran lain bila akan bermigrasi penuh di Linux.
Seorang power user menghabiskan sebagian besar waktu di depan komputer untuk mengotak-atik hal-hal (yang menurut awam aneh-aneh) seperti setting serverlah, bagaimana membuat firewall, bagaimana membangun repository, kompiling kernel, dan berjuta-juta how to lainnya.
Tapi seorang user biasa yang lebih banyak berkiprah di bidang ketik-mengetik, desain grafis, kemudian edit audio/video, dan hal-hal awam lainnya.
Nah disinilah mulai timbul kesulitan itu, contoh paling gampang adalah bagaimana susahnya kita (penulis -red) mengatur paper size pada CUPS sehingga sesuai dengan paper size yang ada pada aplikasi (tarohlah Ooo writer 2.0). Bagaimana bingungnya mencari letak menu-menu yang dikehendaki karena perbedaan struktur menu dari MS Office dengan Ooo. Bahkan hingga kini kita masih kesulitan untuk mencari aplikasi di linux yang setara dengan CorelDraw. Bagaimana jengkelnya kita saat mengetahui fungsi eyedroper pada Ooo draw ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya (pada corel kayaknya setara perintah bitmap color mask). Kemudian masalah dependency yang sampai sekarang belum terpecahkan dengan sempurna. Masalah tuntutan hardware yang luar biasa hanya untuk melihat keindahan KDE ,(walaupun dalam masalah keindahan dekstop, marilah kita jujur saja, linux tetap belum seindah windows dalam kondisi default –tentunya). Masalah implementasi GL pada driver VGA yang sampai sekarangpun katanya masih percobaan. Pernah pakai aplikasi webget pada SuSE 9.2? kalau anda perhatikan font pada beberapa menunya akan berukuran sangat ................raksasa! sehingga terlihat lugu (lucu tur wagu) dan justru menyulitkan pemakaiannya. Penulis hingga sekarang tidak pernah memakai evolution karena program ini selalu crash bila dipakai di KDE.
Terkadang sering kita jumpai program/aplikasi yang dbuat di linux sangat-sangat memihak kepada power user, hal itu sangat berbeda dengan windows dimana hampir setiap program ditekankan untuk kemudahan pemakaian bagi orang awam. Sehingga pada persyaratan minimal setiap distro disamping persyaratan hardware seharusnya juga dicantuman “membutuhkan user yang sudah berpengalaman minimal 10 tahun di linux”, supaya bisa memanfaatkan semua yang terdapat di distro tersebut.
yang lebih menyulitkan lagi adalah hadirnya distro yang beraneka ragam, (di www.toko.baliwae.com aja terdaftar hampir 42 distro.......... sangat luar biasa dan sangat...........membingungkan, ditambah beraneka ragamnya window manager yang ada (kalau bagi penulis hanya ada dua; KDE atau GNOME)
Gimana tidak walau sama-sama linux tapi bisa saja troubleshootingnya sangat jauh berbeda. Terkadang kita (penulis -red) bermimpi adakah distro linux yang memberikan kemudahan pemakaian seperti windows.
Kalau memang Linux bisa di costumize sedemikian rupa mengapa tidak ada satupun distro yang mengkostumize sehingga linux box nya menjadi semudah windows?, Apakah para maniak Linux menutup mata rapat-rapat terhadap windows sehingga tidak mau belajar dari windows?. Bisakah para programer itu merendahkan diri sedikit saja dan meniru habis semua yang ada di windows?
Adalah sangat indah bila tiba masanya kita semua mendapati linux (tetap dengan kekuatannya) namun semudah windows dengan semua aplikasinya.
nb. Penulis sendiri saat ini memakai SuSE 9.3 dengan dekstop KDE 3.3
Comments
dari sisi pandang mana?
sekali lagi ini pasti anda melihat dari sisi pandang anda. ratusan distro yang ada, sebenarnya ada kekhas-annya. Windows pun begitu, hanya saja tidak sebanyak Linux. Ada Windows XP pro dan home ada pula Windows 2003 server. Pasti ngaco jika orang mau pake buat user rumahan saja, pake windows 2003 server.
Linux pun begitu. Saya pemakai debian, masalah dependency hampir tidak pernah saya dapatkan lagi. Itu juga jarang saya dapatkan ketika menggunakan Mandrake. Saya kurang tahu dengan suse. Saya merasa tidak perlu tahu banyak tentang suse yg anda gunakan, karena saya sudah cukup dengan mandriva dan debian.
Aneh sekali anda ini, kekayaan distro justru malah bikin bingung. Seharusnya orang makin gembira dengan makin banyaknya pilihan. Apa perlu baca semua review tentang distro? Tidak perlu, ambil mana saja yang kira2 cocok, dan pakai, habis perkara. Kurang mudah, cari yg lebih mudah lagi.
Sekarang malah sudah marak linux LiveCD, inipun banyak macamnya, mau yg kaya atau yg sederhana atau yg untuk kebutuhan khusus, ada. Lebih dahsyat lagi semua free, open dan legal. Sepertinya anda belum mengenal Linux lebih dalam, dan keburu putus asa ketika mempelajarinya. Linux LiveCD malah tidak butuh waktu belajar apapun, apalgi kok instalasi. Kalau sekedar mau nonton film atau mendengarkan mp3 masak harus belajar install. Linux LiveCD cuma butuh boot and run.
KDE default ya...:) Saya termasuk yg tidak puas dengan tampilan Windows, hingga perlu mengubah tampilan dengan tool lain agar seindah Mac. Tapi KDE menyediakan banyak kemungkinan dan komunitasnya di www.kde-look.org membuat semua jadi mudah dan indah. Memang butuh resource agak lebih, tapi apa anda kira Windows tidak begitu jika kita ingin secentil Mac (sudahlah soal tampilan Mac memang paling ok, Windows atau apapun OS lain harus akui).
Soal Corel Draw, atau program ini da itu, ah itu soal waktu saja. Atau kadang-kadang karena anda belum menemukannya saja di distro anda. Memang butuh sedikit usaha untuk itu, tapi jika orang hanya ingin beli tanpa mau usaha keras pun bisa. Pilih saja distro2 komersial, linspire misalnya. Semua bisa mudah asal bayar. Bedanya, di Indonesia kita senang dan mudah cari bajakan windows atau program2 lain buat isinya. Ini khan cuma soal ketidakpedulian dan kemalasan saja, bukan soal OS ini lebih dari OS itu.
Saat ini desktop debian saya, secentil Mac, tapi tetap dengan kekuatannya. Untuk bakar CD/DVD saja, saya bisa pakai k3b, yg tidak kalah mudah dibanding Nero tapi yg ini open dan free. Anda mau pakai Nero? Bayarlah mahal atau bajaklah. Yang paling penting saya bebas dari gangguan virus,spyware, etc etc yg cuma saya dapati jika kerja di Windows dan terutama karena pakai outlook express.
Saya juga meng-customize distro tertentu jadi liveCD yg isinya hanya software2 yg saya butuhkan. Ketika datang ke tempat lain yang tidak ada hal2 tersebut. Saya cumu butuh PC dgn cdrom, selebihnya, adalah kesenangan karena lingkungan dan perangkat kerja yg saya bawa kemana-mana.
DAMN RIGHT...!!!
"Linux sulit mengalahkan Windows", agak2 skeptis yah.
cah4ngon was damn right, masyarakat kita cuma memandang OS dari "gampang pake" nya saja, sampai menutup mata dengan hal2 lain yg (justru) lebih penting.
Pernah dengan Lindows? Mirip tuh ma windows, sama2 bayar pula :))
setuju !!!
wah kayaknya saya harus setuju sama cah4ngon, pokoknya kalo mau berusaha pasti ada jalan soal kemudahan2 yg ditawarkan ama win memang asyik tapi saya rasa hanya soal waktu aza kedepan linux pasti bisa ,tinggal bagaimana kita memilih ,apakah kita mau yang bayar(mahal:saya tak kuat)atau yang free .saya baru dalam linux,tapi saya ingin bisa enjoy dengan linux,walaupun saya masih kesulitan disana -sini(baru sebulan )pokokke linux enak tenan
setuju !!!
wah kayaknya saya harus setuju sama cah4ngon, pokoknya kalo mau berusaha pasti ada jalan soal kemudahan2 yg ditawarkan ama win memang asyik tapi saya rasa hanya soal waktu aza kedepan linux pasti bisa ,tinggal bagaimana kita memilih ,apakah kita mau yang bayar(mahal:saya tak kuat)atau yang free .saya baru dalam linux,tapi saya ingin bisa enjoy dengan linux,walaupun saya masih kesulitan disana -sini(baru sebulan )pokokke linux enak tenan
Jangan Menutup mata
Ya, anda sekalian benar, kalau memang linux sangat powerfull, tapi justru disitulah kelemahan linux, kalo buat saya sendiri emang masalah seperti itu bisa diminimalisir (dengan bejibunnya HOW TO :) ), tapi perlu juga diingat bahwa mayoritas pemakai di indonesia kemampuan TI rendah dan gak punya cukup waktu untuk berusaha mencari, nah kalau kita semua ingin agar Linux merakyat, harusnya ada inisiatif untuk yah............sedikit membumikan linux.
Mengkostumize CD? wah om boro-boro mikirin hal itu, jangan menutup mata bahwa sebagian dari kita (jujur aja) mengkostumise windows aja kesusahan :) .
Masalah aplikasi, sebetulnya masyarakat awam gak terlalu butuh yang top-top kayak yang sering kita bicarakan, mereka hanya butuh aplikasi office !, nah sampai matipun kalau perjuangan memasyarakatkan Linux hanya dikonotasikan dengan FREE, hal itu kagak bakal mempan, harus mulai merubah pandangan bahwa Linux tidak hanya FREE namun juga simple, bukan ditaraf instalasi (awam kagak butuh itu) tapi simple di taraf operasi. pernahkah anda-anda yang mengoperasikan linux merasakan kemudahan operasi seperti di windows? (jujur aja saya gak pernah ;O ) bisakah anda mencetak dokumen dikertas non standard di OpenOffice2? (saya gak pernah bisa).
Selama ini saya sering mengikuti milist tentang linux, tapi hampir-hampir jarang yang membahas linux dalam penggunaan sehari-hari contoh; gimana sih caranya bikin label dan envelope di OpenOffice?, dll. Hampir semua dari kita (mungkin) mengoperasikan linux sebagai server inilah - server itulah.
Saya akui semua OS memiliki tujuan khusus sendiri-sendiri, dan itu harus agar mempunyai pangsa pasar yang tersegmentasi, tapi kalau linux tidak mengubah arah sesegera mungkin justru akan semakin ditinggalkan user biasa.
Sayapun enjoy mas ama suse saya (sudah pakai itu setahun yang lalu), cah4ngon pun betul bahwa tiap level user membutuhkan OS tersendiri, permasalahannya lalu Linux untuk level user seperti apa?
Apakah bagi orang-orang yang kelebihan waktu sehingga bisa mencari/mempelajari ini itu? Apakah bagi admin server aja? Apakah bagi orang yang suka belajar aja?
mas Linox udah jujur mengakui bahwa masyarakat kita maunya OS yang gampang pake! kenapa anda-anda yang bisa mengkostumize gak berpikiran seperti itu? BIKIN LINUX YANG GAMPANG PAKE.
Membawa dekstop anda kemanapun itu memang menyenangkan (but that sound little bit ego :) ) yang terpenting adalah bagaimana membuat suatu dekstop yang menyenangkan bagi semua orang. Kalau semua berpikiran yang "yang terpenting enak bagi gue" wah ya Linux gak bakalan bisa menggusur windows dari bumi tercinta ini.
Masalah K3B, jujur mas aplikasi ini memang bagus, stabil dan sangat cepat, namun ada kelemahan terbesar disana, dia akan menolah membakar VCD multitrack dengan metode copy biasa, tapi kalau dibakar dengan teknik clone, VCD hasil bakarannya justru gak bakalan terbaca (aneh khan, saya baru mengetahuinya setelah 1 tahun pake :) ).
Ok kita semua setuju bahwa LINUX hebat, stabil, banyak pilihan, Cepat (dengan catatan tertentu), dan so powerfull ............... eit jangan gembira dulu.........coba tanyakan orang yang awam komputer (hanya bisa ngoperasiin aja) mudah mana windows ama linux?
This is the most important to our poeple.........OS that work so easy, just like VCD.. :)
it's your turn, dude...
Nah, giliran anda membantu bikin Linux lebih mudah. Apa yg saya lakukan memang baru buat saya sendiri. Tapi beberapa sudah menggunakannya dan enjoy dgn cara saya. Ah tapi itu kecil saja. Biar saja, anda bilang begitu. Saya muai saja dari apa yang saya bisa, dari yang kecil2 saja dan sudah saya mulai sat ini juga.
Anyway, saya juga masih pakai Windows, tapi saya pakai dia (instead of visio), openoffice (instead of ms office), firebird (instead of ms access/sql server), and web based application (instead of windows-based app). and I fee just fine, just fine....
Wah, anda jgn meremehkan orang awam, mas. Banyak kok yg tertarik.Dalam beberapa event, saya sampai heran-heran sendiri. Malah ada minimarket dan supermarket besar sudah menggunakan linux-based utk POS-nya. Apa bedanya buat kasir? nothing, wong kerjanya cuma masukin barang dan ngitung duitnya. Ya toh?
Anda sendiri pengguna linux, tai tidak punya kepercayaan dengan barang yg anda gunakan. jadi gimana orang lain yg belum pakai bisa percaya bahwa Linux itu ok2 saja utk banyak hal. Jadi bukan pada praduga orang, tapi prasangka anda sendiri. Anda percaya dulu tentang suatu hal, lakukan sesuatu baru meyakinkan orang utk percaya. Tanpa dimulai dari anda, orang akan punya prasangka dan ketakutan yang lebih hebat dari anda, bukankah mereka melihat anda sebagai orang IT literate?
Merdekakan pikiran anda dulu, baru berpikir memerdekakan orang lain.... Tapi ini cuma saran. Keprihatinan anda sih patut dihargai. Saya sadar dan sebagai anggota komunitas, saya merasa ikut terpanggil dgn apa yang saya punya saja, nothing special.
it's your turn, dude...
Nah, giliran anda membantu bikin Linux lebih mudah. Apa yg saya lakukan memang baru buat saya sendiri. Tapi beberapa sudah menggunakannya dan enjoy dgn cara saya. Ah tapi itu kecil saja. Biar saja, anda bilang begitu. Saya muai saja dari apa yang saya bisa, dari yang kecil2 saja dan sudah saya mulai sat ini juga.
Anyway, saya juga masih pakai Windows, tapi saya pakai dia (instead of visio), openoffice (instead of ms office), firebird (instead of ms access/sql server), and web based application (instead of windows-based app). and I fee just fine, just fine....
Wah, anda jgn meremehkan orang awam, mas. Banyak kok yg tertarik.Dalam beberapa event, saya sampai heran-heran sendiri. Malah ada minimarket dan supermarket besar sudah menggunakan linux-based utk POS-nya. Apa bedanya buat kasir? nothing, wong kerjanya cuma masukin barang dan ngitung duitnya. Ya toh?
Anda sendiri pengguna linux, tai tidak punya kepercayaan dengan barang yg anda gunakan. jadi gimana orang lain yg belum pakai bisa percaya bahwa Linux itu ok2 saja utk banyak hal. Jadi bukan pada praduga orang, tapi prasangka anda sendiri. Anda percaya dulu tentang suatu hal, lakukan sesuatu baru meyakinkan orang utk percaya. Tanpa dimulai dari anda, orang akan punya prasangka dan ketakutan yang lebih hebat dari anda, bukankah mereka melihat anda sebagai orang IT literate?
Merdekakan pikiran anda dulu, baru berpikir memerdekakan orang lain.... Tapi ini cuma saran. Keprihatinan anda sih patut dihargai. Saya sadar dan sebagai anggota komunitas, saya merasa ikut terpanggil dgn apa yang saya punya saja, nothing special.
Windows....? ahhhhhh Banyak VIRUSnya
2 Produk sama-sama bagus, antar Windows, dan Linux, tapi itu tadi lhooo:
WINDOWS.................?ahhhhhhhhhhhh Banyak Virusnya.
Makanya saya pindah ke Linux, dari segi sekuritas OK, tapi ndak kalah juga kok Oppen Officenya 2.0, saya suka juga, tapi itu semua kembali
kepada anda, mau coba yang baru, or pakai yang lama
mau mobil yang baru, or mobil yang lama
mau pacar yang baru, or pacar yang lama
Mau LINUX..........? or Windows........?
Semua diatas itu pilihan...........jangan dibuat pusing2
jalanin aja Deh, baru terasa hebatnya ok
linux justru lebih disukai oleh orang awam
ni hao all ...
saya setuju banget sama mas Arie Widjaja, yah ... mau pake windows, mau pake linux, semua sama bagusnya. semua os ada keunggulan masing².
buat mas Adnan Adhy Kurniawan, yah keluhan anda ada benarnya, bahwa harusnya ada upaya utk 'membumikan linux' shg linux pun dikenal di masyarakat indonesia yg katanya masih rendah IT-nya ya ? kalo saya sih spt mas cah4ngon, seharusnya dari kita sendiri yg mulai secara kecil²an membiasakan pake linux, yah meskipun tidak pakar, tp yg penting kan mulai belajar dan lama² mulai terbiasa juga.
saya ini seorang newbie. dahulu saya juga terbiasa pakai windows saja, itu pun juga tidak mahir. tetapi sdh hampir setahun ini saya belajar memakai linux. kemudian saya nekat memakai linux sbg os warnet. 1 bulan pertama saya bangkrut total. mengapa ? krn para pelanggan bingung, gak pernah sentuh linux sama sekali. saya muter otak, bgmn caranya bisa buat linux menjadi friendly ? saya membuat promosi linux, memilih distro yg sekiranya paling friendly (buat para user), merombak interior warnet, saya berusaha membuat orang² berpikir bahwa jika mereka memakai linux, gengsi-nya menjadi naik dan bahwa linux itu bagus. bulan ke-2, omset mulai naik, udah bisa ngongkosin operasional. bulan ke-3 yg buat saya melongo, karena omset saya tiba² melejit, krn orang² rupanya sdh mulai merasakan enaknya pake linux !
dari pengalaman tadi, saya belajar, bahwa jangan sekali² kita meremehkan orang awam, yg mungkin di rumah mereka hanya tersedia os windows saja, ternyata orang² sama spt para linuxer juga, mereka bisa belajar memakai linux, asalkan kita mau luangkan waktu buat ajarin mereka, kalo saya bilang, spt pake hp baru, pada mulanya rada gak familiar, lama² kan lancar juga make-nya ya ?
buat para rekan owner warnet linux, jika warnet windows saja butuh kerja keras buat sukses, terlebih lagi, warnet linux harus extra kerja keras buat berhasil, tp jika anda berhasil membuat para pelanggan anda betah, maka anda akan mendapat kepuasan tiada terkira. pengalaman saya , sejak make os linux selama setahun ini, malah membuat rejeki saya bertambah, omsetnya lebih besar, naik secara drastis, dan saya merasa puas dan senang sekali, melihat para pelanggan saya lebih memilih linux. pendapat pakai linux buat warnet bangkrut, itu sungguh tidak benar. menurut saya, linux justru buat warnet semakin rame kok :)
Re: Say yes 2 Nux
Linux susah menyaingi Windows? Hmm...mungkin kasus ini cuma kek masalah AMD susah nyaingin Intel, hal ini mungkin cuma karena kemakan merk aje kali yee, tapi klo dah nyicipin nikmatinya...hmmm...ga kebayang rasanya :)
Kendala tuk warneter yg merasa linux membuat pendapatan berkurang mungkin perlu melihat lebih dalam lagi apa benar karena linux pendapatan mereka berkurang, bisa aja karena tutupnya wnet akibat waktu migrasi yg terlalu lama yg membuat pengunjung yg tadinya mo maen mengira wnet kita tutup beneran jadi cari alternatif wnet lain, selain itu mungkin juga faktor operator yg kurang 'user friendly' yg ngerasa dirinya sendiri kurang paham akan os yg baru diinstall ditempatnya sehingga klo ada user yg nanya2 keburu bete duluan deh, atau juga faktor lainnya. 1 Hal yg perlu diperhatikan warneter yg memigrasikan wnetnya ke linux, cobalah untuk mempromosikan kembali wnetnya (give the best reason for your user, why you must use nux for your system & kenapa mereka harus membiasakan diri menggunakan linux) dan be more user friendly.
- Zarathustra -
Linux Asik?..............
Pendapat teman-teman semua betul sekali, Linux memang (sebagai sebuah OS) memiliki karakteristik unik yang gak bakalan dimiliki OS yang lain demikian juga sebaliknya.
Kalau masalah internet, wah linux emang luar biasa, windows XP yang sudah ditune abis aja kagak bisa ngalahin kecepatan akses linux yang fresh from the oven :) pake dial up. (trust me, udah tak coba ).
Say yes 2 nux benar sekali, linux dan windows hampir sama kayak AMD dan intel atau yang lebih sederhana antara honda dan sepeda motor. (saya sampai sekarang masih pake AMD) nah menurut teman-teman semua gimana caranya supaya Linux dapat lebih mudah dikenalkan, terutama untuk orang awam?
Jujur aja di tempat tinggalku (4 kecamatan) baru aku aja yang pake linux, mau ngajak orang untuk ikut pake susahnya setengah mati, kendalanya antara lain
1. Hardware yang gak memadai (terutama VGA yg kebanyakan onboard)
2. Istilah yang dipakai berbeda dengan windows (menurut mereka)
3. Buku/panduan yang ada rata-rata mengulas tentang server dan jaringan jarang yang mengulas Linux sebagai Dekstop biasa.
Gimana menurut teman-teman semua? ada gak jawabannya?
cara ngenalin istilah² os linux kepada user awam
mas Adnan Adhy Kurniawan ini senasib dg saya. sendirian tiada temen ngelola warnet linux. tapi jangan putus asa, karena setiap usaha pasti ada hasilnya. gak ada orang rajin yg gak berhasil, cepat atau lambat, pasti ada hasil.
karena saya bukan seorang teknisi, mungkin kendala no 1 saya tidak berani berkomentar, takut salah. saya hanya ingin berbagi tips utk kendala no 2 atau no 3 yg mas Adnan Adhy Kurniawan keluhkan. saya sudah mencobanya selama berbulan² dan hasilnya cukup menggembirakan, membuat user² lebih gampang memahami linux yg ada di warnet kita. dan kita pun bisa hemat energi, tidak perlu berbicara banyak bla bla bla ... utk menjelaskan linux.
saya membuat suatu panduan sederhana ttg linux. 1 lembar bolak balik lalu di laminating. jika ada pelanggan baru, selalu saya berikan kpd user tsb. spy usernya gak bengong pas di depan komputer. panduan sederhana saya bisa anda lihat di url di bawah ini :
http://img383.imageshack.us/img383/4913/xandrostutorial9gp.jpg
http://img365.imageshack.us/img365/1082/gaimtutorial7gk.jpg
kemudian saya juga membuat panduan singkat tentang email dari cara membuatnya sampai cara mengirim file, dsb. sehingga jika ada user awam pun tidak ada alasan bagi mereka tidak bisa gunakan linux, karena setiap kali mereka mengeluh tidak bisa / tidak familiar, saya selalu bilang, 'ah pertamanya saja mas yg rada bingung, tapi lama² pasti bisa juga, kapan hari saya sudah uji coba sama anak² smp yg sama gak bisanya, akhirnya mereka bisa juga, masa mas-nya kalah sih sama anak² smp ?' biasanya sih mas-nya akan penasaran kemudian besok² balik lagi ke warnet kita utk mempermahir ilmu linuxnya :)
Mau Linux maju, ikutin acara ini ...
Sebelumnya salut buat Elenaaa, cewek yang keaktifan dan kreativitasnya melebihi cowok. Tidak kenal putus asa mensosialisasikan Linux pada pelanggannya sekalipun banyak halangan (nyangkut urusan perut sich :).
Buat lain-lainnya, ayo kita ikut aktif mensosialisasikan Linux. Sekalipun Linux saat ini masih banyak kekurangan (harap dimaklumin, desktop Linux usianya belum selama Windows), tapi seiring dengan bertambahnya waktu, desktop Linux suatu saat pasti akan semakin indah dan semakin mudah untuk dipergunakan.
Sambil menunggu waktu ini tiba, kita bisa ikut berpartisipasi memperkenalkan Linux pada lingkungan sekitar kita. Dan jika kalian ingin aktif di tingkat yang lebih besar, bisa bergabung dengan team kami yang akan mengadakan sosialisasi Linux melalui acara "Roadshow EZ Linux 2006". Dimanapun tempat tinggal kalian, semuanya bisa ikut aktif di acara ini (ada peran sebagai Komunikator, Koordinator, dan Instruktur).
Sebagai informasi, acara ini sudah mendapat dukungan dari hampir semua media massa IT (CHIP, InfoKomputer, InfoLinux, PC Plus, PC Media, PC Mild, Komputek, Computer Easy, BisKom). Dan sebagian pemasukan dari Roadshow ini nantinya akan didonasikan pada pengguna komputer di seluruh Indonesia dengan cara membagikan CD Linux secara gratis (Distro yang akan dibagikan adalah Kubuntu, sepupunya Ubuntu).
Jadi, mulai sekarang kurangilah aktivitas yang kurang bermanfaat di situs ini, dan mulailah Be LINUX ACTIVIST ...!
Linux itu mudah
saya pasang linux untuk Lab. Komputer di sekolah saya (SMP) dan rata - rata anak - anak hanya mengeluh 3 bulan pertama. Anak - anak yang kelas 1 SMP malah ngga mengeluh sama sekali karena itu pengalaman pertama mereka dengan komputer. Pemakaian openofficejuga bukan masalah buat mereka, malah banyak yang berkata seperti ini , "kalo di openoffice bisa buat gini ya? saya kok ngga nemuin di excel? caranya gimana kalo di excel?"
pernah juga materi dasar tentang perintah shell diberikan. Sejak itu, mereka lebih banyak protes kenapa command prompt nyawindows lebih susah.
Nah..lho.. sebenarnya yang mana yang lebih mudah?
ini hanya masalah kebiasaan saja. Biasalah, barang baru, semua orang takut pake, takut rusak, takut repot. tapi sebenarnya sama - sama mudah.
Buat kita semua, anda bermigrasi ke linux sebenarnya untuk apa? kalo memang terganjal lisensi, maka bulatkan hati untuk tidak berpaling lagi ke windows. kalo terus membandingkan Linux vs Windows, ya ngga selesai - selesai. masing - masing punya kelebihan dan kekurangan sendiri.
Ini perkembangan Linux di MSN Messanger (Top Banget)
Coba Situs ini:
http://amsn.sourceforge.net/
ini khusus yang suka MSN Messanger
aMSN is a free open source MSN Messenger clone, with features such as:
aMSN is a free open source MSN Messenger clone, with features such as:
* Display pictures
* Custom emoticons
* Multi-language support ( 40 languages currently supported)
* Webcam support
* Sign in to more than one account at once
* Full-speed File transfers
* Group support
* Normal, and animated emoticons with sounds
* Chat logs
* Timestamping
* Event alarms
* Conferencing support
* Tabbed chat windows
LINUX UNTUK WARNET TOP LAH
SAYA MEMBER LINUX BARU,SAYA MEMPUNYAI WARNET DENGAN SISTEM LINUX,MENGAPA SAYA PILIH LINUX VECTOR PADAHAL ORANG SDH TERBIASA DENGAN WINDOWS.
CARANYA PENAMPILAN LINUX KITA BUAT SERUPA DENGAN WINDOWS (BUNGLON)AGAR ORG TDK BINGUNG,SETELAH ITU KITA PANDU MENJELASKAN BAGAI MANA PENGOPERASIANNYA DAN SAYA SELALU MENJELASKAN KEUNGGULAN PEMAKAIAN LINUX YAITU BEBAS VIRUS,AKSES BROWSING LEBIH CEPAT.KEBANYAKAN PELANGGAN SAYA DARI PEMAKAI WINDOWS.SEKARANG PAKAI LINUX DI WARNET SAYA.BAGI PEMAKAI INTERNET PILIH SOFWER YANG BEBAS VIRUS.ANDA DAPAT MENCOBA DI INTERNET SAYA: TWINS INTERNET ALAMAT DARMO PERMAI TIMUR I - 26 (031)70461306 SURABAYA FASILITAS= USB PLASH,SCANNER,PRINTER WARNA,SOFWER LINUX VEXTOR,HEAD SEAT,CD-RW,INSTALASI INTERNET LAPTOP,PROVIDER POWERD BY SPEEDY
FULL AC
LINUX UNTUK WARNET TOP LAH
SAYA MEMBER LINUX BARU,SAYA MEMPUNYAI WARNET DENGAN SISTEM LINUX,MENGAPA SAYA PILIH LINUX VECTOR PADAHAL ORANG SDH TERBIASA DENGAN WINDOWS.
CARANYA PENAMPILAN LINUX KITA BUAT SERUPA DENGAN WINDOWS (BUNGLON)AGAR ORG TDK BINGUNG,SETELAH ITU KITA PANDU MENJELASKAN BAGAI MANA PENGOPERASIANNYA DAN SAYA SELALU MENJELASKAN KEUNGGULAN PEMAKAIAN LINUX YAITU BEBAS VIRUS,AKSES BROWSING LEBIH CEPAT.KEBANYAKAN PELANGGAN SAYA DARI PEMAKAI WINDOWS.SEKARANG PAKAI LINUX DI WARNET SAYA.BAGI PEMAKAI INTERNET PILIH SOFWER YANG BEBAS VIRUS.ANDA DAPAT MENCOBA DI INTERNET SAYA: TWINS INTERNET ALAMAT DARMO PERMAI TIMUR I - 26 (031)70461306 SURABAYA FASILITAS= USB PLASH,SCANNER,PRINTER WARNA,SOFWER LINUX VEXTOR,HEAD SEAT,FULL AC
Kakak Adik, Pakai Linux
Nama Warnetnya ".....TWINS......"
- Dukuh Kupang 25/2A
- Darmo Permai Timur I-26
(Surabaya)
Power by SPEEDY
Semakin banyak nih yang pakai Linux
Lihat perkembangannya di Warnet TWINS ok
Solusi .. Solusi !!!
Untuk mas Adnan yg seorang Penulis, linux mungkin memang sangat kurang dalam hal office (saya akui itu), selain itu Fantastis. Nah untuk orang-orang model Anda yg seorang Penulis bisa mengintegrasikan M$ Office (kepunyaan si Bill Gates) sementara menunggu aplikasi Office Linux sampai sempurna. Install M$ Office menggunakan Crossover (anda bisa cari sendiri atau kirim email ke : routerer_s@yahoo.co.id, via email)
Hmm, pingin nimbrung
Halo, saya masih sangat newbie dalam perlinuxan, tapi masih terus belajar lewat forum, thread milis dan majalah-majalah yang ada. Terus terang setelah mengikuti beberapa blog ini, saya pengin ikut nimbrung dikit.
Saya setuju dengan pak Adnan dan bu Elenaa untuk urusan belajar yang susah (baca: man page bukan sesuatu yang gampang buat seorang yang just user kayak saya) saat ini saya sedang belajar lewat buku suse for dummies.
Menurut saya, kalo mau Linux "membumi" maka pertanyaan pak Itanium lah yang paling tepat, "mengapa kita mau pakai Linux?"
Dari yang saya tahu, banyak yang pindah linux gara-gara masalah HAKI/ Lisensi dan gembar-gembornya adalah Linux lebih murah (hampir gratis malah). Nah disinilah masalahnya. Kalo orang/badan pindah karena diobrak-abrik BSA + diembel-embeli MURAH dan kemudian setelah diinstal dan mencoba ternyata susah dan belajar sana-sini tertabrak tabrak (karena belum terbiasa), jadilah orang/badan tersebut mundur kebelakang dan mengatakan LINUX SUSAH. Mohon dipahami bahwa ini adalah sesuatu yang nyata dan telah terjadi. Bila yang migrasi itu badan usaha, tidak mudah untuk meluangkan waktu mereka untuk "belajar" Linux, lebih baik mereka beli lisensi, waktu kerja ga terganggu (untuk kelas UKM terutama, kalo yang ada EDP lebih enak, meski tidak lebih mudah).
Bagi user rumahan, sebagian tidak ingin susah belajar lagi (bukan masalah mental saja sebenarnya) karena lebih baik mempelajari penggunaan Windows lebih baik, sebagian lagi memang mau belajar hal-hal baru tapi seberapa banyak ??
Saya pribadi terpaksa beli Lisensi Windows, mengapa? karena kalo saya sontak blak pindah ke Linux padahal masih harus melakukan penyesuaian yang bisa dibilang sangat tidak mudah, saya sudah 4 bulan lebih berjuang dengan SUSE 9.3 dan hanya bisa menggunakan OOo nya itupun minim sekali karena hasil .odt tidak bisa disync ke Palm saya, dan setelah dirubah ke .DOC masih juga tidak dikenali oleh datavis di palm, modem saya juga masih belum bisa dikonfigurasi sampai sekarang.
Nah hal-hal seperi ini bagi orang yang "tidak mau" belajar (bisa jadi karena waktu mereka terbatas--tidak semua karena mental jelek) jelas merupakan pukulan telak, dan malas untuk melirik kembali. Hal yang saya lakukan adalah membeli lisensi asli dan kemudian menginstall linux (dual boot) jadi pada saat ada waktu senggang saya belajar, tapi pekerjaan yang butuh applikasi window tidak terbengkalai dengan alasan "belajar" -- kerja jalan, belajar jalan -- tapi sampai berapa lama ??, saat ini saja sudah 1 bulan persis saya tidak ngeboot linux saya karena terlalu banyak urusan. Nah hitung saja waktu 4 bulan yang perlu dipakai untuk belajar ini biayanya berapa ?? tidak murah sama sekali.
Kalau sudah bisa, murahlah Linux, tapi kalo untuk belajar saja butuh waktu katakanlah 6 bulan untuk sekedar "bisa" (cn; kasus saya) itu biaya yang mahal sekali, lebih murah beli lisensi untuk jangka panjangnya. Sekali lagi pertanyaannya adalah "mengapa kita mau pindah ke LINUX?" Bila jawabannya cuma MURAH ya lebih baik jangan pindah. Saya sendiri mencoba pindah ke Linux karena saya tidak ingin direpoti masalah HAKI dan juga ingin mempelajari sesuatu yang baru dan bebas dan jangka panjang tujuan saya adalah menghindari pembajakan, bagaimanapun pembajakan itu tidak bermoral.
Jujur saja, beberapa komunitas yang milisnya saya lihat di archive juga tidak begitu ramah terhadap para newbie, saya memberanikan diri menulis di sini karena saya amati thread ini lebih ramah. Kalo tidak saya juga ga bakalan nulis deh. Kesan saya terhadap komunitas linux itu eksklusif sekali, bahkan ada yang saya tanya dimana biasanya mereka berkumpul aja ga dijawab sama sekali. :(, trus gimana LINUX mau membumi ??
tanya kenapa ???
menurut saya GNU/Linux dan Open source lainnya memang dibuat bukan untuk menyaingi Windows atau software proprietary lainnya tetapi sebagai alternatif dimana kita bisa memperoleh kebebasan dalam menggunakan, mengembangkan ataupun membuat program dengan source yang ada dengan semangat saling berbagi dan saling membantu. g bukan programmer yang memerlukan akses ke source atau hacker yang senang bermain di lingkungan TUI dll tapi yang jelas g bisa dan mau belajar mengetik, browsing, nge-print, denger lagu, puter film, main game dan kegiatan2 lain yg memerlukan komputer dengan menggunakan GNU/Linux, namun itu semua bisa g lakukan dengan bantuan teman2 dan komunitas pengguna dan penggemar GNU/Linux dan FLOSS baik di dunia maya maupun di dunia nyata :D.
Jadi sekarang pertanyaannya kenapa nggak' make/belajar menggunakan GNU/Linux ???
CMIIW
You'll never know until you tried
KeroppiX
re:tanya kenapa
tak dipungkiri emang dalam satu sisi emang linux susah ,tapi itu karena kita belum belajar,dan itu butuh proses. bung doraemon juga betul tapi kita juga harus adil.maksud saya begini kita bisa makai windows,dulu itupun bukan mudah ( susah juga khan )kita harus kursus komputer,beli buku,praktek di rumah (kalo kita punya komputer dirumah) tanya orang2 yang lebih tahu,dll. jadi kalo kita sekarang mengulang apa2 yang dulu kita pernah lakukan(untuk belajar linux) kenapa harus marah.satu hal lagi emang dibeberapa bagian masih kurang (di sebagin lagi malah lebih hebat)linux itu tinggal waaktu untuk bisa bisa di sejajarkan dengan o/s lain. ingat linux itu dari komunitas (bukan perusahaan macam microsoft)jadi memang beda banyak .lalu kita bisa bertanya kenapa kita harus bisa linux cepat tanpa mau lewat proses yang dulu juga pernah kita lakukan untuk belajar win .TANYA KENAPA?
Kenapa ?? karena ......
Yup, KeroppiX betul sekali bahwa GNU/Linux dan juga O/S opensource lain tidak ditujukan untuk menggantikan windows, tapi untuk menyediakan alternatif lain dan bung heddot_boy juga betul bahwa kita mesti investasi waktu untuk belajar linux, cuma sepertinya salah menangkap maksud tulisan saya diatas ^_^, sorry kalo mungkin penyampaiannya kurang tepat sehingga dikira marah atau tidak mau belajar dan "trolling" di forum, bukan itu maksud saya.
Saya cuma mau menunjukkan sisi lain yang mungkin belum tereksplorasi oleh komunitas linux. Bukankah pada dasarnya komunitas linux ingin produk linux memasyarakat ??, mungkin hal yang saya tunjukkan sudah ditunjukkan oleh orang lain (Pak Adnan misalnya), tapi seringkali, sangat sering (coba cek di milis,thread milis atau forum-forum yang banyak beredar di net) masalah itu di "cut" atau di"blok" atau "dijawab" dengan "tidak sopan" (sekalilagi saya suka thread ini karena penulis-penulisnya jauuuhh lebih sopan dan ramah dari "tempat lain", jadi saya berani nulis ^_^, kalo ga saya udah bilang, ga bakalan deh berani)
IMHO, masalahnya bukan pertanyaan "kenapa kok tidak mau meluangkan waktu untuk belajar linux??" tetapi justru pertanyaan "kenapa kok mau menggunakan linux ??" --- "apa untung ruginya / kelebihan kekurangannya ?" (saya secara pribadi punya alasan sendiri kok mencoba linux dan bermain-main dengan linux) --- nah 2 pertanyaan itulah yang saya rasa harus ditekankan oleh komunitas linux. Kalo masyarakat mengetahui "kenapanya" maka pasti mereka akan mencari sendiri (hukum alam kok itu), cek aja blognya Elenaa :).
Selain itu, mungkin yang berbeda disini adalah sudut pandang yang saya pakai. Jawaban keropixx dan heddot_boy cenderung menekankan pada “kenapa tidak mau belajar”, atau lebih ke urusan “mempelajari” linux. Sudut pandang yang saya pakai disini adalah segi realita di dunia bisnis yang kebetulan sudah sering saya temui (baca lagi tulisan saya sebelumnya). Untuk gampangnya begini nih (ini kejadian nyata tapi nama saya samarkan ok)
1 : Perusahaan A memiliki software custom yang dipesan seharga 1 Milyar, baru dipakai 2 tahun sebelum kasus HAKI ini melanda Indonesia gila-gilaan, tahun kemarin (2005) mereka coba untuk migrasi ke Linux, apa yang dihadapi ?? pertama, apakah software custom mereka bisa tetap dipakai di Linux? Ternyata tidak bisa…. Kedua kalo bisa (dengan modifikasi atau apalah namanya) berapa lama software tersebut bisa digunakan lagi tanpa terlalu mengganggu proses kerja mereka ? kalo 1-3 minggu mungkin masih ok, tapi kalau 3 bulan paling tidak, ya jelas tidak mungkin untuk perusahaan A pindah ke Linux karena hal itu sangat mahal, bayangkan 1 Milyar hanya terpakai 2 tahun dan harus ganti lagi karena ga bisa diporting ke Linux, dan kalo tetap mau pakai linux apa harus buat program lagi 1 M lagi ?? . Karena itu mereka tetap beli lisensi asli. Nah tidak ada hubungannya dengan mau belajar atau tidak kan?, tapi segi kelancaran melakukan bisnis.
2. Salah satu perusahaan besar di Indonesia sudah membuat proyeksi dan rencana migrasi ke Linux, akan tetapi akhirnya ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan dan mereka akhirnya membeli lisensi juga dari microsoft. Kenapa? Karena dalam proses migrasi ini Linuxnya memang murah (bisa download atau beli di GLX dan bisa dicopy untuk semua unit yang ada), tapi ongkosnya berpindah ke lembur EDP/MIS, training karyawan dan banyak ongkos imbuhan lain yang ternyata jauh lebih besar (supaya proses migrasi tidak sampai mengganggu proses kerja sehari-hari) daripada mereka beli lisensi, so mereka beli lisensi dan berhenti coba linux. Secara jangka panjang lebih murah bagi operasional bisnisnya. Nah, lagi-lagi pertimbangan kelancaran bisnis (baca lebih lanjut : alokasi biaya versus waktu)
Itu tadi contoh nyata di dunia nyata pula dan hanya 2 dari banyak yang saya tahu. Tempat saya sendiri meskipun hanya punya 5 unit komputer, belumlah berlaih/migrasi karena masih belajar, yang kita lakukan beli lisensi dulu, supaya kerja ga terganggu. Nah point yang saya maksud adalah, kalau mau memasyarakatkan linux masalah-masalah yang nyata inilah yang harus dijawab oleh komunitas, bukan sekedar menyodorkan fakta bahwa Linux murah, bebas dicopy (tidak bertentangan dengan HAKI) dan seabreg kelebihannya (hal yang paling sering dijadikan ujung tombak oleh komunitas linux di Indonesia). Karena bukan hal itu yang dicari di dunia bisnis (oh iya, ada juga aplikasi2 yang sampai saat ini masih harus pakai windows, mau tidak mau).
Saya sendiri tetap belajar linux sama seperti saya belajar windows dan dos jaman dulu, sekali lagi tulisan ini bukan tentang saya tidak mau belajar, tapi mencoba untuk menunjukkan sisi yang lain yang sangat sering tidak diperhatikan oleh komunitas linux, sebagai anggota komunitas , saya juga ingin berguna, salah satunya menunjukkan poin yang mungkin terbengkalai ini.
Salam, semoga bermanfaat bagi komunitas
Kenapa ?? karena ......
Yup, KeroppiX betul sekali bahwa GNU/Linux dan juga O/S opensource lain tidak ditujukan untuk menggantikan windows, tapi untuk menyediakan alternatif lain dan bung heddot_boy juga betul bahwa kita mesti investasi waktu untuk belajar linux, cuma sepertinya salah menangkap maksud tulisan saya diatas ^_^, sorry kalo mungkin penyampaiannya kurang tepat sehingga dikira marah atau tidak mau belajar dan "trolling" di forum, bukan itu maksud saya.
Saya cuma mau menunjukkan sisi lain yang mungkin belum tereksplorasi oleh komunitas linux. Bukankah pada dasarnya komunitas linux ingin produk linux memasyarakat ??, mungkin hal yang saya tunjukkan sudah ditunjukkan oleh orang lain (Pak Adnan misalnya), tapi seringkali, sangat sering (coba cek di milis,thread milis atau forum-forum yang banyak beredar di net) masalah itu di "cut" atau di"blok" atau "dijawab" dengan "tidak sopan" (sekalilagi saya suka thread ini karena penulis-penulisnya jauuuhh lebih sopan dan ramah dari "tempat lain", jadi saya berani nulis ^_^, kalo ga saya udah bilang, ga bakalan deh berani)
IMHO, masalahnya bukan pertanyaan "kenapa kok tidak mau meluangkan waktu untuk belajar linux??" tetapi justru pertanyaan "kenapa kok mau menggunakan linux ??" --- "apa untung ruginya / kelebihan kekurangannya ?" (saya secara pribadi punya alasan sendiri kok mencoba linux dan bermain-main dengan linux) --- nah 2 pertanyaan itulah yang saya rasa harus ditekankan oleh komunitas linux. Kalo masyarakat mengetahui "kenapanya" maka pasti mereka akan mencari sendiri (hukum alam kok itu), cek aja blognya Elenaa :).
Selain itu, mungkin yang berbeda disini adalah sudut pandang yang saya pakai. Jawaban keropixx dan heddot_boy cenderung menekankan pada “kenapa tidak mau belajar”, atau lebih ke urusan “mempelajari” linux. Sudut pandang yang saya pakai disini adalah segi realita di dunia bisnis yang kebetulan sudah sering saya temui (baca lagi tulisan saya sebelumnya). Untuk gampangnya begini nih (ini kejadian nyata tapi nama saya samarkan ok)
1 : Perusahaan A memiliki software custom yang dipesan seharga 1 Milyar, baru dipakai 2 tahun sebelum kasus HAKI ini melanda Indonesia gila-gilaan, tahun kemarin (2005) mereka coba untuk migrasi ke Linux, apa yang dihadapi ?? pertama, apakah software custom mereka bisa tetap dipakai di Linux? Ternyata tidak bisa…. Kedua kalo bisa (dengan modifikasi atau apalah namanya) berapa lama software tersebut bisa digunakan lagi tanpa terlalu mengganggu proses kerja mereka ? kalo 1-3 minggu mungkin masih ok, tapi kalau 3 bulan paling tidak, ya jelas tidak mungkin untuk perusahaan A pindah ke Linux karena hal itu sangat mahal, bayangkan 1 Milyar hanya terpakai 2 tahun dan harus ganti lagi karena ga bisa diporting ke Linux, dan kalo tetap mau pakai linux apa harus buat program lagi 1 M lagi ?? . Karena itu mereka tetap beli lisensi asli. Nah tidak ada hubungannya dengan mau belajar atau tidak kan?, tapi segi kelancaran melakukan bisnis.
2. Salah satu perusahaan besar di Indonesia sudah membuat proyeksi dan rencana migrasi ke Linux, akan tetapi akhirnya ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan dan mereka akhirnya membeli lisensi juga dari microsoft. Kenapa? Karena dalam proses migrasi ini Linuxnya memang murah (bisa download atau beli di GLX dan bisa dicopy untuk semua unit yang ada), tapi ongkosnya berpindah ke lembur EDP/MIS, training karyawan dan banyak ongkos imbuhan lain yang ternyata jauh lebih besar (supaya proses migrasi tidak sampai mengganggu proses kerja sehari-hari) daripada mereka beli lisensi, so mereka beli lisensi dan berhenti coba linux. Secara jangka panjang lebih murah bagi operasional bisnisnya. Nah, lagi-lagi pertimbangan kelancaran bisnis (baca lebih lanjut : alokasi biaya versus waktu)
Itu tadi contoh nyata di dunia nyata pula dan hanya 2 dari banyak yang saya tahu. Tempat saya sendiri meskipun hanya punya 5 unit komputer, belumlah berlaih/migrasi karena masih belajar, yang kita lakukan beli lisensi dulu, supaya kerja ga terganggu. Nah point yang saya maksud adalah, kalau mau memasyarakatkan linux masalah-masalah yang nyata inilah yang harus dijawab oleh komunitas, bukan sekedar menyodorkan fakta bahwa Linux murah, bebas dicopy (tidak bertentangan dengan HAKI) dan seabreg kelebihannya (hal yang paling sering dijadikan ujung tombak oleh komunitas linux di Indonesia). Karena bukan hal itu yang dicari di dunia bisnis (oh iya, ada juga aplikasi2 yang sampai saat ini masih harus pakai windows, mau tidak mau).
Saya sendiri tetap belajar linux sama seperti saya belajar windows dan dos jaman dulu, sekali lagi tulisan ini bukan tentang saya tidak mau belajar, tapi mencoba untuk menunjukkan sisi yang lain yang sangat sering tidak diperhatikan oleh komunitas linux, sebagai anggota komunitas , saya juga ingin berguna, salah satunya menunjukkan poin yang mungkin terbengkalai ini.
Salam, semoga bermanfaat bagi komunitas