kalian pernah denger IGOS?, yup.........kabar terbaru ternyata depertemen hukum dan HAM RI malah menamin kerjasama ama microsoft, so semua PC DepHUMHAM akan memakai PC windows dan sekalian sistem informasinya..(baca aja di situs resminya)...........
Depdiknas juga tidak kunjung mengesahkan kurikulum baru untuk SMA umum/kejuruan yang mengakomodasi linux........
Kenapa RI gak meniru Jerman yang dengan tegas memakai Linux sebagai OS resminya.
kalau gitu akan tertutup pintu untuk memasyarakatkan linux........kenapa? Toh secara umum yang dibutuhkan adalah kemampuan windowsnya (bayangkan aja ujian aja yang dipakai khan materi berbasis windows, birokrasi juga masih pakai windows).......
gimana tuh............
Comments
Indonesia
Karena para pejabat Indonesia tuch pada GapTek ( Gagap Teknologi ), lha wong pake Windows aja mpot-mpotan, masa udh mo ganti yg baru ...... Ya Takut-lah :))
Nambahin dikit
Pejabat-pejabat kita paling gak seneng kalo ada proyek yang gratisan... ( silahkan teruskan.. )
IGOS, kurang dukungan
Program IGOS nih kayak kurang dukungan deh. Kurang gencar juga. Ada gak sih program promosi/sosialisasi khusus dari kru IGOS pemerintahnya sendiri? sosialisasinya ya berupa seminar gratisan gituh. Iya sih, di pemerintah masih pake windows, saya juga bingung nih. Linux sih dipasang, tapi ga dipake. Buku-buku pelajaran emang masih berbasis windows, gimana kalo kru IGOS bikin buku pelajaran berbasis linux? Trus dibagiin pas acara seminar2...?
undrground
kalo begitu, komunitas harus bergerak underground lagi. anda2 di komunitas jangan2 juga minta bayaran kalo ada orang yang tanya2. :)
jangan maen tuding dulu lho. lihat diri sendiri. kalo komunitas tidak sukarela terjun ke sekolah2 / kantor2. mengadakan seminar / training gratis/ murah, gimana bisa pakenya? :)
Kita memang tidak bisa 100%
Kita memang tidak bisa 100% mengandalkan pemerintah untuk mensosialisasikan Open Source, komunitas harus ikut aktif. Kegiatan ini sebetulnya sudah dilakukan beberapa komunitas, hanya sayangnya tidak bisa berjalan secara kontinu, sehingga dampaknya kurang terasa. Hal ini sangat bisa dimaklumi, karena kegiatan ini lebih banyak dilakukan secara sukarela, sehingga tidak ada pendanaan yang kuat untuk melakukannya secara terus menerus.
Untuk mengatasi hal ini, kami dari PC Linux bekerjasama dengan media komputer dan kampus-kampus mencoba untuk mengadakan kegiatan pengenalan Linux secara kontinu sepanjang tahun 2006. Kegiatan ini kami namakan Roadshow Easy Linux 2006 yang nantinya dipusatkan di P. Jawa & Bali. Informasi detail Roadshow ini bisa didapat di http://www.pclinux.web.id/roadshow.html
Sebagian hasil dari kegiatan ini nantinya akan didonasikan untuk pembuatan CD Linux yang akan dibagikan secara GRATIS ke sekolah-sekolah serta untuk mendanai lebih lanjut kegiatan sosialisasi ini.
Jika Anda ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dan memenuhi kriteria berikut :
* mempunyai komitmen kuat untuk perkembangan Linux di Indonesia
* bersedia untuk bekerja secara full time
* bersedia melakukan perjalanan ke luar kota
* hobi ngoprex Linux
* diutamakan pernah menulis buku/artikel/tutorial Linux
kami mengundang Anda untuk bergabung dalam team Roadshow EZ Linux.
Silakan menghubungi kami di alamat berikut ini :
revolinux[at]gmail.com
Roadshow EZ Linux 2006
http://www.pclinux.web.id/roadshow.html
Harus dg Itikat Baik
...,yang saya baca di berbagai media tentang blue print IT di Indonesia, pemerintah menggandeng Microsoft sebagai partner utama, sehingga dapat dipastikan 90 % teknologi IT kita akan mengikuti Microsoft.Ini adalah kenyataan bahwa pemerintah tidak ada kesungguhan untuk mengentaskan pembajakan.Terlebih lagi jajaran pemerintahan tidak terbebas dari barang bajakan.jika lisensi mereka punya,belum tentu dengan lisensi yang lain seperti Norton Antivirus, CorelDraw ataupun yang lainnya. Saya pahami tidak ada insan yg tidak memerlukan kesejahteraan. Uang hanya salah satu bagian dari sejahtera,.....maka dari itu kalau kita tdk bisa memberikan secara gratis,.....kita buat saja pelatihan dengan biaya terjangkau. tetapi yang perlu kita ingat,...buatlah pelatihan dengan itikat yang baik dan berbagi ilmu,....itu yang terpenting.
Di sisi lain harus ada juga yang memperhatikan kebijakan pemeritah,...memberi masukan dan lain sebagainya,....sehingga keterkaitan komunitas dengan pemerintah dapat baik dan berjalan bersama.
ada bentrok kepentingan
sebenarnya itu bisa kita lakukan, tapi ada bentrok kepentingan antara kantong yang tidak boleh kosong dan itikat baik untuk membagi ilmu. bayangkan saja, bila anda menguasai linux dan memutuskan untuk membuka kursus linux. berapa penghasilan tambahan yang bisa anda peroleh? cukup banyak kan? dari iklan - iklan yang ada di majalah2 dan koran, kursus linux pemula (pengenalan KDE / gnome) saja berharga 300.000 untuk beberapa pertemuan. kalo gratis? saya kira komunitas memang harus banyak berkorban. harus rela bersusah susah. jalan terbaik adalah menggandeng dinas/instasi/lembaga pendidikan seperti sekolah.
membuat generasi baru untuk ber-open source jauh lebih mudah dan efektif daripada membuat orangorang tua untuk ber-opensource.
coba untuk masuk bukan saja ke kampus, tapi juga ke sekolah, tidak hanya SMA tapi juga SD, SMP. tampilkan program2 edukasi yang ada di linux, pasti itu akan banyak membantu.
Mau kenalin gimana?
Mas mas yang terhormat semua
Saya sudah mencoba mencoba memperkenalkan linux ke semua orang terutama sekolah (tempat dimana manusia dididik).
Tapi setiap saya memperkenalkan linux, menerangkan semua keunggulannya, ujung-ujungnya yang dikhawatirkan sama mereka adalah, masalah kurikulum (trus manfaat kita ngenalin linux sih buat apa? kalo gak ada di kurikulum ......) eneg gak dapat jawaban kayak gitu?
coba deh buat mas revolinux datang aja kesini (sampang) bikin acara kayak gitu, kita lihat bareng-bareng kayak apa sih animo masyarakat terutama sekolah.
duh INDONESIA
saya yg merupakan pemakai linux di tingkat pelajar SMA cukup menyesalkan terhadap sikap sekolah yg tidak mau memakai sofware opensource.para siswa juga tak pernah mau memakai linux, mereka sudah terlalu asyik dgn yg namanya membajak membajak dan membajak.mereka bilang kalo pake linux itu gk asyik soalnya kita perlu belajar hal yg baru.mungkin ini adalah mental kebanyakan warga indonesia yg menikmati pembajakan dan tidak mau menghargai perjuangan stallman dan kawan2.
SETUJU .... BUKTINYA BUAT WINBI MIRRORNYA SEDIKIT
coba aja bayangin dari segitu banyaknya situs-situs kabupaten yang udah berdiri sendiri dengan domain go.id , nyatanya buat nyangsrangin winbinya aja harus orang komunitas emang anggarannya di kemanain tuh dimakan virus brontox .... sukurin makanya jangan percaya microsoft ..... tapi good juga kalo udah berani ke sekolah .... cuma kenapa pelatihannya sedikit banget banyakan pesan sponsor dari microsoft .... inget lho bill gates punya pasar cuma di Indonesia , kalo indonesia udah pake oPen source dijamin bill gates bakal jadi manusia termiskin .... udah gitu Gcc ,G7 fortran dan fasilitas yang punya GNU diambil ama dia , padahal jelas-jelas GNU ya GPL public licence , kenapa harus dicaplok juga .....
kurikulum?
saya adalah seorang guru di sebuah smp dan tahun ini juga akan mengajar sma juga(sekolah baru). sejak tahun kemarin kami sepakat untuk menggunakan linux sebagai pembelajaran, dan hari ini saya dan teman - teman sempat merancang kurikulum kami sendiri. kami sepakat untuk menggunakan baik windows maupun linux, dengan dasar pemikiran bahwa mereka juga harus bisa keduanya. (sanggup berpikir global, tidak hanya M$ tapi juga GNU)
grade 7 : Office dengan OpenOffice (GNU)
grade 8 : Grafis design dengan Photoshop, corel (M$)
grade 9 : HTML dan web design (pemula) (GNU)
grade 10 : macromedia flash (M$) dan pascal (mungkin dengan free pascal)
grade 11 : GUI programming dengan borland delphi (M$), PHP programming (GNU)
grade 12 : aplikasi materi programming sistem penilaian (terserah menggunakan apa), aplikasi materi web design (komplit, seprofesional mungkin)
mungkin ini bisa dijadikan patokan untuk teman2 yang emncoba masuk ke pendidikan.
bagaimana dengan pelatihan(workshop)
mas itanium..... (atau mbak) ?
bagimana dengan pelatihan (workshop) untuk siswa-siswi,karena biasanya disamping pelajaran wajib (sesuai dengan kurikulum),tentu harus ada pelatihan juga kan .....?
Mau pinter dari mana kalo kursusnya MAHAL?
Meskipun Linux-nya gratis tapi kursusnya Mahalnya kayak emas permata. Example linuxindo ato NF. Coba kalo kita mo kursus MSOFFICE nya Kang Gates 75 rebu juga dapet di iklan Koran Pos Kota.
Ya kalo mo dibilang jangan cuman cuap-cuap doang sih sebaiknya sebagai orang yang tahu linux mbok ya buat workshop gratisan ato gocapan ato cepekan paling mahal buat sharing Linux sampe jadi advance user yang familiar ama linux.
Aku aja pernah putus asa pake linux karena ribet seting sini, seting sono ato malah harus pake shell dsb. Semua karena kebodohanku about linux. Sekarang sih bertahan di PCLinuxOS, karena gampang.
Kalo pake Linux yang
Kalo pake Linux yang notabene murah, justru pejabat bakal berkurang pemasukan dari kongkalikongnya didalam tender...Makanya gak jadi mulu
Yang penting enak
Kalo gua sih gak peduli IGOS jalan apa kagak. Yang penting kita-kita harus terus bersemangat untuk memasyarakatkan OpenSource walau gak ada dukungan pemerintah. Toh, dari dulu juga kayak gitu.. bener gak?
-- Linux is FUN --
Siapa bilang pejabat pake Linux=Rugi?
Siapa yang bilang kalo pejabat pake Linux = rugi??
Justru kesempatan korupsi lebih besar, karena biaya-biaya kursus lebih mudah di-mark-up tanpa kentara, dibandingkan harga software yang mudah di-cek di vendor.
Makanya, Bapak-bapak/Ibu-ibu Pejabat, silahkan Bapak/Ibu pake Linux.
Nggak bakalan rugi, he he . . .
(Maaf ya, tulisan ini ditujukan buat pejabat yang merasa tidak bisa korupsi kalo pake Linux.
Buat Bapak/Ibu pejabat nyang pikirannya lurus: monggo Pak/Ibu pake Linux karena halal. Gitu lho!)
TIDAK tonji tou wa
hi...
saya rasa pemerintah saat ne da jarang alias mulai beralih ke linux...buktinya da banyak server pemerintah dan tempat-tempat meeting tuk bahas anggaran duit da pake linux...he.he. saya liat di kantor nya omnya teman saya yang punya teman pake OS linux...
masalah Game
menurut saya yang menyebabkan generasi muda kita enggan memakai linux adalah karena minimnya game yang ada di linux. itu pengalaman saya saat masih muda
Popularitas Linux di SMPku
Kurasa popularitas Linux dipengaruhi warnet (untuk SMP). Mengapa? Mereka para temanku membahas game online terus. Mereka tidak tahu dan mengerti yang kubicarakan. Bahkan nama nama Linux tidak ada yang tahu. Paling cuma 11 orang yang tahu. Itupun cuma namanya saja dari aku.
di pasuruan, lebih parah
Hail IGOS, Hack LINUX!!!
hai drakexperado. aq seorang siswa sma, yang tau linux 2 tahun yg lalu. temen2ku klo q.omongin soal linux pada tulalit.