Dual Boot SuSE 10.0 dengan Xandros 3.0.2

Baru-baru ini saya sengaja men-dual boot-kan komputer saya dengan Xandros dan SUSE. Alasannya saya mengalami kesulitan dalam memutar beberapa format audio & video di SUSE 10.0 (terutama video MPEG, WMV, AVI,dan WMA), dan beberapa format audio dan video tersebut bisa saya nikmati di Xandros (dengan tambahan sedikit waktu untuk mengkonfigurasi SC tentunya) sementara saya agak malas men-download plugin-plugin dan codec dari internet. Maklum koneksi internet disini kadang cukup lambat. So, akhirnya petualangan pun dimulai.

Pertama saya menginstal Xandros terlebih dulu baru menginstal SUSE, karena saya berpikir pasti akan lebih mudah mengatur dual booting di SUSE (Sebelumnya tentu saja saya sedikit merombak partisi HD dan mem-backup data). Setelah SUSE 10.0 sukses terinstal, saya pun mencoba melakukan perombakan bootloader LILO di SUSE dengan YAST. Namun hasilnya justru diluar dugaan, GAGAL. dengan tanpa patah semangat saya pun mencoba mengganti bootloader SUSE dengan GRUB, dan saya masukkan parameter kernel dan ramdisk. Hasilnya instalasi GRUB berhasil, tapi sayang saya GAGAL loading ke Xandros.

Sedikit bingung, tapi tetap penasaran, saya mulai membaca berbagai referensi, (baik yg membahas SUSE maupun distro lainnya), tentang cara melakukan dual booting sesama Linux, saya akhirnya tahu bahwa saya harus terlebih dahulu melihat konfigurasi bootloader pada Xandros. Karena Xandros menggunakan LILO , saya melakukan mounting partisi Xandros, kemudian saya kembalikan bootloader SUSE ke LILO.

Saya pun sempat mencoba konfigurasi LILO secara manual namun sekali lagi gagal. Akhirnya saya pun kembali menggunakan YAST, ternyata kali ini BERHASIL. Saya pun berhasil loading ke Xandros.

Usut punya usut ternyata pada awal-awal saya gagal melakukan konfigurasi ulang LILO karena ada beberapa parameter di file /etc/lilo.conf di Xandros yang belum saya masukkan (karena belum saya lihat) saat mengkonfigurasi dengan YaST. selain itu tampaknya saya agak nekat waktu menggunakan GRUB di SUSE, padahal Xandros menggunakan LILO. Saya sendiri tidak tahu apakah memang harus menggunakan bootloader yg sama atau tidak (yang jelas saya gagal waktu menggunakan bootloader yg berbeda).

Kini saya pun bisa menikmati Baik Xandros maupun SuSe, yang saya gunakan sesuai kebutuhan. Di mana Xandros lebih banyak saya gunakan untuk keperluan multimedia dan keperluan yg agak ringan. Selain tentu saja jika
ada saudara atau kerabat yg ingin meminjas komputer, akan saya sarankan untuk menggunakan Xandros yg lebih mirip MS Windows.

Comments

Comment viewing options

Select your preferred way to display the comments and click "Save settings" to activate your changes.

Gak masalah mau pake GRUB atau LILO

Kalo menurut pengalaman saya, GRUB (di Ubuntu) gak pernah gagal mendeteksi OS apapun yang bakal disandingkan, asal Ubuntu di Instal terakhir dan GRUB di instal di MBR. Ubuntu GRUB akan langsung men-detect semua OS yang ada.

kalaupun ada masalah, itu bisa jadi :
1. Salah konvensi penamaan. LILO membaca partisi mulai dari hda1 sedang GRUB membaca mulai dari hd0,0
2. Salah memasukkan kernel (vmlinuz) yang mau di load.
3. Ini contoh kalo mau memboot di GRUB :
#edit file /boot/grub/menu.lst sebagai root
#kalo di ubuntu "sudo gedit /boot/grub/menu.lst"

#Memboot Windows di partisi primer 1
title Windows
root hd0,0
chainloader +1
boot

#Untuk memboot Linux
title Linux
root hd0,5 #misalnya partisi /boot ada di hd0,5 (hda6)
kernel /boot/vmlinuz-version root=/dev/hda6 ro splash #bisa tambahkan parameter lainya.
initrd /boot/initrd.img
boot

Lebih lanjut lagi "man grub" :)