Oh ya, setelah membaca tulisan Sofyan Djalil mengenai sistem desktop Nasional, IGOS-Desktop, saya mengunjungi situs mereka:
www.igos- desktop.com.
Nih, petikan dari situs mereka:
IGOS Desktop adalah sebuah sistem PC Desktop yang berintegritas tinggi yang berbasis Linux. IGOS Desktop menawarkan interface kerja yang bisa dipercaya oleh setiap pengguna PC selain daripada MS Windows yang selama ini dikenal.
Setelah proses Instalasi yang mudah, pengguna disediakan beraneka ragam Aplikasi Desktop, antara lain: satu paket software Office (IGOS Office) yang komplet, Internet Browser, Email, Kalender, Instant Messaging dan tool-tool untuk multimedia yang berbasis lingkungan sistem operasi kerja Linux.
Selengkapnya baca di: http://www.igos-desktop.com
Lalu berapa harga IGOS Desktop?
Untuk organisasi non-pemerintah:
Nah, jika mau beli hubungi saja: marketing@igos-desktop.com
Hehehe, saya bukan marketingnya lho!
Comments
Kemahalen bro... Mending
Kemahalen bro... Mending pakai ubuntu, gratis?
hehehe, kadang demi kemajuan
hehehe, kadang demi kemajuan bangsa, kita perlu berkorban, bro. Uang 450 rebu 'kan jauh lebih murah dibandingkan harga lisensi sebuah OS terkenal :)
knowledge shall be free but not free of charge!
-MS-
Email: Mico.Siahaan@gmail.com
Blog: www.tentangmico.info/blog/
Kok malah jualan?
Loh kok malah jualan? Komunitas yg lain pada bikin distro yang bagus kayak fedora core, ubuntu, puppy dan bs didonlot gratis, yang ini malah dagang...he..he..
Saya BUKAN jualan!!
Galigo, apa Anda tidak baca dengan jelas bahwa saya BUKAN MARKETING IGOS. Motivasi saya menulis adalah mendukung program pemerintah. Menurut pendapat saya yang sederhana, jika bukan kita yang mendukung, siapa lagi! Pantas saja program IGOS mati.... sebab selain kurang dukungan dari internal pemerintah sendiri, komunitas linux pun memble dalam dukungan. Bubarkan saja IGOS! Mari dukung Blank-On!
-MS-
Email: Mico.Siahaan@gmail.com
Blog: www.tentangmico.info/blog/
Maaf, salah pengertian
Mico, posting saya tersebut bukan ditujukan pada Anda, tapi kepada IGOS. Benar, Komunitas kita belom maksimal. Alasan ketidaksetujuaan saya pada IGOS bisa dibaca pada thread IGOS.. Bubarkan Saja!
Thanks.
Galigo
pemerentah emang paling bisa !
hebat juga ya pemerintah RI ini ....... teriak2 Windows kemahalan, sempet minta pemutihan 1 lisensi seharga US$1, eh, sekarang malah jualan 1 lisensi seharga 450.000 .......... udah lupa ya dulu minta harga ceban ? giliran minta "hak", maunya murah mulu, giliran menjalankan "kewajiban", maunya yg mahal ........ hebatttt !!!!
apa lebihnya dibanding distro yg gratis ? dan/atau apa lebihnya juga dibanding dengan sesama distro berbayar ?
lalu, uangnya ke mana tuh dari hasil penjualannya ? buat biaya pengembangan ya, jangan dikorup terus, masuk neraka loh entar .... hehehe.....
Buset dah...
Mo memajukan bangsa sendiri kok harus bayar? Orientasinya jangan duit melulu donk Pak, pajak apa masih kurang? Kasihan bangsa ini...
Re: Buset dah....
Imoel, apakah Anda tahu berapa pendapatan dari pajak dibandingkan pengeluaran negara sehingga bisa menulis 'pajak apa masih kurang?'?.
Terus, Anda bayar pajak nggak? Saya bayar tapi nggak 'complain' tuh.....hehehe. Kasian bangsa ini, rakyat sudah tidak percaya lagi kepada pemerintah.
-MS-
Email: Mico.Siahaan@gmail.com
Blog: www.tentangmico.info/blog/
Re:
Wah, iya juga yah...saya gak kepikiran tentang pengeluaran...hihihi. Yang saya ingat, Indonesia mendapatkan pendapatan terbesar melalui pajak.
Kalo saya gak bayar pajak bakal gak idup saya mas, belanja apapun ada ppn, dapat penghasilan ada pph, punya rumah ada pbb, dll. hiks...
Thanks mas udah ngingetin, kasian juga kali ya kalo pemerintah cuma dimaki2, mendingan dibantu kali ya...
wong pajaknya dikorup ......
memangnya pengeluaran negara berapa ya ? memangnya yang dikorup tu berapa ya ? :-D
gue juga pengennya sich percaya sama pemerintah, tapi mau gimana ya, pemerintahnya membuat dirinya ngga bisa dipercaya tu .....
Re: wong pajaknya dikorup....
hehehe, justru itu saya tanya... :D saya juga nggak tahu berapa besar pengeluaran negara, berapa besar pajak yang disetor, berapa yang dikorup... etc. Jadi bagi saya alasan penolakan IGOS dikaitkan dengan masalah pajak adalah argumen yang kurang dapat dipertanggungjawabkan akibat kekurangan bukti...:D
omong-omong, saya pernah baca di karangan Jeffry Winters (kalau nggak salah) bahwa dana bantuan World Bank ke Indonesia, yang bocor 30%..ck..ck... prihatin saya membacanya.
-MS-
Email: Mico.Siahaan@gmail.com
Blog: www.tentangmico.info/blog/
Waduh
Waduh ko ampe ratusan ribu yah? Mana pake batasan jumlah pengguna lagi? Pake lisensi model apa tuh? Padahal beberapa distro yg udah besar aja bisa free download. Walau kalau ada yang mbayar, biasanya lebih banyak untuk keperluan Enterprise. Mending beli buku LINUX yang ngasih bonus CD. Harga ga nyampe 100 ribu. Eh, ko ga ada harga buat pengguna rumahan ya?
IGOS bubar? Kenapa tidak!?
Free as in speech memang tidak selalu berarti gratis. Tapi jika pemerintah mencanangkan gerakan IGOS, dukungan itu sebenarnya tetap bukan berarti harus bayar lisensi. IGOS desktop belum terbukti ketangguhan, kemudahan dan dukungan supportnya, kok sudah ditarik lisensi. Pada Linux berbayar seperti redhat, xandros, linspire atau novell/suse pun, kalau kita bayar berarti mendapat dukungan yang dibutuhkan. Apa IGOS sudah ada jaminan demikian?
Coba kita lihat pemerintah Brazil atau China, untuk menggerakan komputasi murah mereka mengadakan PC murah, membagi2 CD OS murah. Ya, apa salahnya dengan cara Ubuntu? Apa salahnya dengan mengajak Ubuntu bekerjasama untuk ini, dalam soal IGOS? Kenapa tidak membagikan 5 juta CD gratis (single LiveCD) siap install, Ubuntu, PCLinuxOS, Knoppix, DSL? 5 juta kali biaya penggandaan (ambil saja 1000), berapa? Hanya 5 milyar rupiah. Padahal dengan 5 juta CD gratis saja, semua orang akan juga menyalin CD2 itu, jadi sebaranyg lebih cepat. Sedang uang yang dikorup saja bisa 100 milyar satu orang. 5 Billion tidak berarti buat pemerintah, jika itu untuk korupsi, tapi utk soal IGOS...., rasanya menjual lisensi lebih baik mungkin buat menkominfo.
Jadi lupakan saja IGOS, lupakan itu pernah ada dalam perbendaharaan kata di Indonesia :)) Kita pake saja Blank-On, PClinuxOS, Knoppix, atau bikin liveCD sendiri, kasih nama sendiri. Stop berpikir bahwa sesuatu yg by nature berasal dari komunitas, bisa dimulai oleh pemerintah.
Kalau gitu selamat deh
Selamat tinggal maksudnya :)
IGOS dibuat berbayar disayangkan, padahal bikin igos pake dana jg ya kan? pasti lah.
Hasilnya begini. cuma buat yg mampu jg.
lebih baik pemerintah gabung ke ubuntu(distro besar) saja, kita juga, daripada sibuk bikin distro nasional, mending bareng bangun distro yang memang sudah besar, macam ubuntu atau yang lain. lebih terurus karena memang banyak yang mengurus, seandainya (developer)pengurusnya mundur 100 orang masih ada ribuan orang, lha kalau kita bikin distro nasional, yang bikin blank-on ada nggak 100an orang(yg Indonesianya)?
hah pusing dah.
|/\|--Pasid.Linux.or.id--|/\|--KPLI Padangsidimpuan--|/\|
IGOS = Indonesia Ganyang Open Source?
Terlalu tendensius dan terlalu pede klo IGOS harus bayar, orang Linux gratis aja masih banyak orang Indonesia yg ga mau beralih ke sistem operasi ini dengan berbagai alasan, pa lagi harus berbayar.
Klo memang pemerintah ga punya dana buat IGOS, kenapa ga dijadiin "logika terbalik" lakukan sweeping software bajakan (jangan angin2an kek sekarang) yg ketangkep di denda (tapi jangan masuk kantong sendiri) nah dana yang didapat dari hasil denda mendenda tadi dijadiin modal pemerintah buat proyek IGOS, fair kan?
Mo memajukan masyarakat kok harus dibebani lagi sama tetek bengek
- Zarathustra -
Diendapkan
Mungkin IGOS akan diendapkan bersama kasus Soeharto. :)