Teringat pengalaman hari-hari pada beberapa minggu yang lalu. Teman saya mempunyai sebuah PC dengan Windows XP bajakan di dalamnya. Kemudian dikarenakan suatu hal, Windowsnya macet. Dan saya pun dimintakan tolong untuk memperbaikinya. Sayangnya, saya tidak mempunyai sebuah CD Master Windows XP bajakan, sedangkan yang ada hanyalah beberapa CD instalasi distro Linux. Sebelumnya, di PC nya sudah saya install BlankOn Linux. Tetapi karena masalah kenyamanan, akhirnya saya menginstall Linux Mandrake 10.0 di PC-nya tersebut. Sebagai penyelamatan pertama. Kemudian, dipasanglah OpenOffice.org 1.1.4 dan driver CUPS untuk Printer Canon i255, dan akhirnya bisa bekerja. Dan begitulah... untuk beberapa hari temanku itu terpaksa menggunakan GNU/Linux untuk keperluan mengetik, mendengarkan MP3 dan mengarsip file dan sebagainya.
Sayangnya, dikarenakan pihak toko yang menjanjikan garansi akhirnya datang untuk memperbaiki dan menghapus partisi root Linux (karena kebodohan mereka, yang sebenarnya tidak perlu menghapus partisi root, cukup merepair OS Windows XP di partisi C:\). Akhirnya, Mandrake Linux pun tidak digunakan lagi, dan hari-hari kembali seperti semula.
Sebuah pelajaran berharga yang bisa saya petik dari pengalaman ini, bahwasanya GNU/Linux mampu dan bisa digunakan oleh masyarakat yang Windows minded sekalipun, yang penting... hanya ada GNU/Linux di hadapannya. Tidak ada rotan, tali besi pun jadi.
Comments
Salam kenal, Saya membaca
Salam kenal,
Saya membaca posting Mas Indra (?) diatas tentu diawali dengan rasa senang karena beliau telah memperlihatkan usahanya yang pasti kita hargai. Kita semua pernah merasakan susahnya "memetik" Linux ini, diawali dengan perkenalan yang tidak mudah, kemudian diikuti tahapan berikut yang juga tidak kalah sulit. Pasti Mas Indra ini dari golongan kita-kita yang pantang menyerah. Namun ketika Linux itu berhasil dihadirkan dan digunakan, sengaja atau tidak faktanya ia dihapus. Tentu kini saya sedih mendengarnya, suatu usaha besar dinihilkan. Tapi pesan saya: Teruskan Mas usaha anda, you are on the right track. Jangan sedih hanya karena masalah kecil seperti itu, masih ada topik besar didepan, ada tcp, ip, firewalling, masquerading, docbook dsb ... dsb ... yang tengah mengundang anda untuk menyapanya .... Saya punya pengalaman sebagai berikut, anak saya minta komputer untuk membantu tugas2 kuliahnya di kota lain yang jauh dari saya. Karena kebetulan saya juga menggunakan Linux, maka saya pasanglah Win98 beserta Slackware 9 di komputernya. Setelah berjalan kira2 sebulan entah mengapa Windowsnya bermasalah sehingga tidak dapat dipakai. Kebetulan Linuxnya juga bermasalah yang ketika kemudian dilakukan e2fsck (saya dikte lewat telepon) ternyata berhasil dijalankan kembali. Sejak saat itu ( 4 bulan yang lalu) hingga hari ini dia pakai Linux dengan OpenOffice serta LPRng printing spooler untuk bekerja dan tidak ada keluhan. Sementara Windowsnya istirahat dulu menunggu perbaikan nanti kapan-kapan. Ternyata Linux sangat menolong, anak saya tersebut menjadi lebih familiar lagi dengan Open Source. Dia juga mendengarkan musik dan nyetel film dengan Slackware 9 ini. Teman-teman, kata pengantar (Preface) yang disajikan oleh David A. Rusling dalam tulisannya yaitu The Linux Kernel version 0.8.3 sungguh dapat membangkitkan kembali kesungguhan kita semua untuk tetap berada pada track yang benar. Silahkan mas Indra dan teman-teman membacanya, semoga dapat ikut merasakan apa yang saya utarakan dimuka tadi dan mari kita gali terus Linux kita ini. We are on the right track, teruskanlah, jangan kemana-mana ....
Salam,
Rinakto Ika (rinakto_ika@yahoo.com)
Terima Kasih
Terima kasih atas dukungannya secara moril, dan bagi teman-teman semuanya... SELAMAT BERJUANG...!!!
cara install canoni255
Saya sudah baca artikel bapak, kebetulan saya punya canoni255, saya pake fedora 3, sudah dikasih drivernya dari canon distributor indonesia, tapi ga bisa jalan. Jendela printingnya bilang complete untuk mencetak tapi lampu yang hijau kedap-kedip aja dan kertasnya ga keluar.
Bisa bapak tolong saya secara step by step set canoni255 saya. Saya punya canon 2 buah dengan no. yang sama yaitu i255. Bila ada kerusakan saya akan ganti ke printer yang normal dengan no. yang sama. Apakah harus diset lagi ? KArena kalau pake windows nanti ada canoni255 (copy) apabil sudah ada kata canoni255 sebelumnya.
Terima kasih atas pertolongannya
Sayang saya baru bisa membaca
Sayang saya baru bisa membaca pertanyaan bapak ini sekarang... Setelah sekian tahun berlalu... Mungkin saat ini canon sudah menyediakan driver terbarunya dan selayaknya bisa digunakan. Kalau saya mau pertanyaan ini sesuai kondisi tahun itu, saya akan mengatakan pindah ke mandriva dan plug n play printernya. :)
Saya sendiri sekarang pake Ubuntu 10.04 dengan printer Canon iP 2770 dengan driver resmi untuk Debian dari situs resmi Canon.
--
Indra Sutriadi Pipii
http://sutriadi.web.id