Distro GNU/Linux Dengan 100 Persen Free Software

May 1st, 2013

Tahukah anda, saat ini tercatat 311 distribusi GNU/Linux dengan berbagai racikan? Di halaman situs distrowatch (baca: http://distrowatch.com/dwres.php?resource=popularity) tercatat bahwa selama 12 bulan terakhir, Linux Mint menempati posisi teratas.

Tapi tahukah anda, tidak semua distribusi Linux yang ada di dunia ini membundel free software 100 persen?
Misalkan Linux Mint, Linux Mint menyertakan codecs, driver-driver dan aplikasi yang menurut kriteria gnu.org membuatnya tidak masuk sebagai sebagai free distributions. (baca: http://www.gnu.org/distros/free-system-distribution-guidelines.html).

Berikut ini saya mendaftar beberapa kriteria yang saya pahami. Kesalahan dalam pemahaman karena penerjemahan ini adalah kesalahan saya 🙂

Kriteria Distro Free Software 100 Persen

Distro adalah sistem yang lengkap, fungsional, bisa digunakan.
Jika distro tersebut mensyaratkan menginstal software tertentu atau teknik lebih lanjut (selain langkah instalasi yang umum), maka tidak dapat disebut distro.

Misalnya, sebuah “distro” yang dikemas dalam bentuk source code, dan agar dapat berfungsi baik anda harus melakukan kompilasi berjam-jam. Tidak termasuk distribusi seperti LFS, LFS meskipun ada proses kompilasi, sudah datang dengan sistem siap pakai (livecd).

Apalagi jika “distro” itu harus menumpang distro lain.
Distro tersebut harus bisa membangun dan mengembangkan sistemnya dengan perangkat dan software yang dia sediakan. Distro tersebut tidak dibangun dan dikembangkan atau juga menyertakan software yang hanya dapat dibuat menggunakan software non-free.

Distro tersebut tidak mengandung informasi software, dokumen, font, dan data lain (baca:software) yang hanya sekedar kosmetika. Software tersebut harus fungsional, juga tidak membawa pesan, opini atau pendapat tertentu. Software tersebut harus tersedia dalam bentuk source (bentuk), yang mudah untuk dibaca, diedit dan tidak dienkripsi.

Software dan source-nya harus disertai dengan lisensi bebas. Daftar lisensi yang memenuhi kriteria bisa dilihat di http://www.gnu.org/licenses/license-list.html.

Distribusi tersebut tidak mengarahkan atau menganjurkan, dalam bentuk apapun, untuk mendapatkan software non-free. Distribusi tersebut tidak memiliki repository software non-free dan juga petunjuk atau dokumentasi bagaimana menginstal program non-free tersebut.

Distribusi tersebut tidak mengandung non-free firmware. Umumnya, kernel linux mengandung banyak driver yang mengakomodasi non-free firmware. Firmware tersebut, harus dibuang agar dapat memenuhi kriteria distribusi free 100 persen.

Kernel Linux harus 100 persen free 🙂 juga, kernel linux sendiri banyak mengandung driver non-free atau mengakomodasinya. Alternatifnya bisa di lihat di http://www.fsfla.org/ikiwiki/selibre/linux-libre/.

Distribusi tersebut harus menggunakan trademarknya sendiri.
Contohmya, browser Firefox tidak free, IceCat Free, meskipun IceCat merupakan firefox dalam versi free-nya, tetapi karena tidak mengandung software non-free, juga tidak menggunakan trademark bawaan firefox, IceCat masuk kriteria free software. IceCat juga tidak menyertakan AddOns non-free dalam repository AdsOns-nya.

Dokumentasi dalam distribusi free 100 persen harus menggunakan lisensi yang sesuai, lihat daftar lisensi diatas, juga, ini sering kepleset, tidak merekomendasikan, merujuk, mentautkan dokumentasi non-free atau dokumentasi tentang software non-free 🙂

Informasi bagaimana membuat dualboot sistem dengan OS non-free tidak dapat di terima.

Tidak menyertakan software yang dipatenkan, ini untuk “keselamatan” distro yang bersangkutan :-), contoh kasus, GarudaOS yang melanggar hak PCLinuxOS (meskipun yang dilanggar bukan paten, resikonya sama, GarudaOS (hampir) hilang dari peredaran).

Berkomitmen untuk melakukan perbaikan, menyediakan support. Distro yang sekedar rilis tanpa memperhatikan kepentingan penggunanya tidak dapat dimasukkan dalam kriteria Free Software, malah tidak pantas disebut distro 🙂

Penamaan distro juga harus diperhatikan, distro tidak boleh menggunakan nama yang membingungkan, apalagi menggunakan embel-embel distribusi yang non-free. Distro seperti ini tidak masuk kriteria Free Software 100%.

Sampai disini, mengacu kriteria-kriteria distribusi 100 persen free software diatas, dimanakah posisi distribusi favorit kita hari ini?

Apakah distro favorit kita sudah memenuhi semua kriteria di atas?

Apakah kita sudah menggunakan distro yang 100 persen free software?

Bahwa pandangan dan pilihan setiap orang berbeda adalah benar dan tidak salah, distro apapun yang anda pakai, kembali kepada pandangan dan pilihan anda sendiri.

Daftar Distro 100 persen Free Software

Akhirnya, dibagian terakhir, saya mendaftar distro-distro yang masuk kriteria Distro 100 persen Free Software. Namanya mungkin baru anda baca, karena tidak terlalu populer, tapi bisa menjadi pilihan.

Tulisan ini disarikan dari:
– http://www.gnu.org/distros/free-system-distribution-guidelines.html
– http://www.gnu.org/distros/free-distros.html

Tambahan referensi:
– https://www.gnu.org/philosophy/free-sw.id.html
– http://www.fsfla.org/ikiwiki/selibre/linux-libre/

Amrin Zulkarnain, Makhluk ganteng yang duduk di balik laptop siang dan malam. Tinggal di Ampenan, kota pantai yang indah, bisa menikmati sunset berjarak 100 meter dari pintu rumah.

4 Komentar »


  1. nolbyte

    Terimakasih
    sangat mencerahkan

  2. wah!! sgt menginspirasi

  3. nice ,
    cuman buat game ga ada .???

Beri Komentar

Nama

Alamat Email

Alamat Website

Komentar