Membuat Repository Paket via HTTP

December 31st, 2013

Kali ini saya akan membuat repository lokal LAN menggunakan web server. Web server menggunakan protokol HTTP, protokol HTTP adalah protokol yang biasa digunakan saat mengakses internet melalui browser. Protokol ini sangat umum dan mudah dikonfigurasi.

Untuk keperluan ini kita harus memiliki repository yang akan digunakan. Kita bisa meng-clone langsung dari repository official menggunakan debmirror atau membuat sendiri dengan memanfaatkan koleksi DVD.

Untuk membuat repository offline berbasis file ISO/DVD bisa mengikuti tutorial Menggabungkan Repository ISO/DVD Menjadi Satu ini.

Langkah-langkah Pembuatan Repository Berbasis HTTP

  1. Instalasi Web Server
    Untuk web server, terserah kepada anda untuk memilih. Bisa menggunakan apache, nginx, litespeed atau lainnya. Kali ini saya menggunakan apache2 karena telah terbiasa.

    sudo apt-get install apache2
  2. Menyiapkan repository offline
    Buat symbolic link dari direktori repo ke direktori utama webserver, misalnya /var/www

    sudo ln -s /home/amrinz/Repo /var/www/ubuntu
  3. Mengatur Ijin Pembacaan Repository
    sudo chmod -R 755 /var/www/ubuntu

Dengan begini repository kita sudah bisa diakses.

Mengakses Repository via HTTP

Jika mengaksesnya dari PC sendiri kita menggunakan format:

deb http://localhost/ubuntu precise main restricted universe multiverse

Jika mengaksesnya dari LAN dan IP komputer yang bertindak sebagai server 192.168.0.1, kita gunakan format

deb http://192.168.0.1/ubuntu precise main restricted universe multiverse

Jika kita menggunakan domain repo.com, akses dengan format:

deb http://repo.com/ubuntu precise main restricted universe multiverse

Amrin Zulkarnain, Makhluk ganteng yang duduk di balik laptop siang dan malam. Tinggal di Ampenan, kota pantai yang indah, bisa menikmati sunset berjarak 100 meter dari pintu rumah.

3 Komentar »

  1. Oiya, Kang. Sebaiknya tutorial ini dan yang satunya masuk ke slider pada laman utama.

  2. […] post Membuat Repository Paket via HTTP appeared first on […]


  3. beliyansah

    bener-bener be kang … ! pecinta linux nian cak nyo tu hehehe

Beri Komentar

Nama

Alamat Email

Alamat Website

Komentar